- KIM Jadi Garda Depan Perang Informasi: Dari Majalengka, Jawa Barat Gaspol Lawan Hoaks di Era Digital!
- Pengelolaan Sampah, H Parmana Setiawan Dorong Langkah Nyata Dan Terukur
- RDP Sampah DPRD Barito Utara, H. Tajeri Tekankan Kesejahteraan Petugas dan Perda Berbasis Manfaat
- DPRD Barito Utara Dorong Penanganan Sampah Menyeluruh hingga Desa
- Soroti Raperda 2023, Neny Triana Minta Disesuaikan dengan Perpres 2025
- DPRD Barito Utara Soroti Pengelolaan Sampah, Hj Nety Herawati Minta DLH Tingkatkan Kinerja
- Atasi Sampah, DPRD Barito Utara Dorong Regulasi Lebih Tegas dan Terukur
- Pemkab dan DPRD Barito Utara Bahas Raperda Sampah, Dorong Percepatan Pengesahan
- Bidan Afita Edukasi Perawatan Kulit Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui
- Kemenkop Teken MoU Bersama BPJS Kesehatan untuk Akselerasi Layanan Kesehatan di Desa
KIM Jadi Garda Depan Perang Informasi: Dari Majalengka, Jawa Barat Gaspol Lawan Hoaks di Era Digital!
.jpg)
Keterangan Gambar : Bimbingan Teknis (Bimtek) KIM di Politeknik Mardira Panyingkiran, Selasa (7/4/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian tak terbendung, peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) ditegaskan sebagai benteng utama dalam menjaga kualitas informasi publik. Dari daerah, gerakan ini kini didorong naik kelas menjadi kekuatan nasional dalam melawan hoaks, misinformasi, dan malinformasi.
Penegasan itu disampaikan Plh. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Bayu Rakhmana, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) KIM di Politeknik Mardira Panyingkiran, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, KIM bukan sekadar komunitas biasa, melainkan mitra strategis pemerintah dalam memastikan informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat, kredibel, dan bermanfaat.
Baca Lainnya :
- KIM Jadi Garda Depan Perang Informasi: Dari Majalengka, Jawa Barat Gaspol Lawan Hoaks di Era Digital!
- Dampak Harga Plastik Naik: Keuntungan UMKM Menyusut
- Di Tengah Bayang-Bayang Konflik Global, Majalengka Pastikan Haji 2026 Tetap Berangkat : 730 Jemaah Siap Menuju Tanah Suci
- Haji 2026 Tetap Berangkat di Tengah Gejolak Timur Tengah, Disampaikan Usai Muscab PKB Majalengka
- Bukan Sekadar Silaturahmi : SMS Lahir, Konsolidasi Pemuda Majalengka Menuju 2029 Dimulai
"Peran KIM sangat penting, terutama dalam menjaga kredibilitas informasi sekaligus menjadi garda terdepan menangkal hoaks di masyarakat," tegasnya.
Ia juga menekankan, KIM harus aktif menjadi jembatan dua arah mengalirkan informasi dari pemerintah ke masyarakat, sekaligus membawa aspirasi publik kembali ke pemerintah.
Komunikasi Jadi Kunci, KIM Jadi Solusi
Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Yomanius Untung, menyoroti persoalan klasik yang masih menjadi tantangan besar: komunikasi publik.
Menurutnya, banyak persoalan di daerah bermuara pada lemahnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Di sinilah KIM hadir sebagai solusi konkret.
"Sebagian besar problem kita adalah komunikasi. KIM dan teknologi digital menjadi instrumen penting untuk menjembatani itu," ujarnya.
Ia menambahkan, melalui KIM dan media sosial, aspirasi masyarakat kini bisa disampaikan lebih cepat, transparan, dan langsung menyentuh pengambil kebijakan.
Dari Lokal ke Nasional : KIM Naik Kelas
Di tingkat daerah, peran KIM terus diperkuat. Kepala Dinas Kominfo Majalengka melalui Kabid IKP, Kusmiati, menyebutkan bahwa KIM di Kabupaten Majalengka kini telah tersebar di berbagai kecamatan dengan latar belakang komunitas yang beragam.
Mulai dari budayawan, konten kreator, seniman, pelaku UMKM, hingga pegiat lingkungan, seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem informasi yang hidup di tengah masyarakat.
"Kami terus bersinergi dengan KIM untuk memperkuat literasi digital dan menyampaikan program pemerintah secara lebih efektif," ujarnya.
200 Peserta, Satu Misi Besar
Kegiatan Bimtek ini diikuti sekitar 200 peserta dari wilayah Ciayumajakuning, menghadirkan sejumlah narasumber penting, termasuk Komisioner KPID Jawa Barat Billy Mohammad Sabirin, akademisi Dadan Hendaya, serta Ketua KIM Jawa Barat Deni Sonjaya.
Forum ini bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi momentum konsolidasi kekuatan informasi dari daerah untuk menghadapi tantangan nasional di era digital.
Lawan Hoaks, Bangun Kepercayaan
Di tengah meningkatnya ancaman disinformasi, kehadiran KIM menjadi krusial dalam menjaga kepercayaan publik. Dari Majalengka, pesan itu digaungkan perang melawan hoaks tidak bisa ditunda, dan KIM adalah garda terdepannya.
Gerakan ini pun diproyeksikan tidak berhenti di tingkat lokal, melainkan menjadi model nasional dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di era transformasi digital. ** (Agit)










.jpg)
.jpg)




