- Perkuat Ukhuwah, Subling ke-45 di Masjid Al-Mustaqim Dihadiri Ratusan Jamaah
- Pengurus Ranting Muslimat NU Desa Tumpang Kecamatan Talun Menggelar Pengajian dan Santunan Yatim Piatu
- Angkat Destinasi Wisata, Tan Ngi Hing Perjuangkan Akses Jembatan Garuda
- Mempererat Hubungan Kekeluargaan, PDI Perjuangan Buka Dapur Umum
- PTPN I Percepat Transformasi Digital dan Tata Kelola, Abdul Rivai Ras: Perkebunan Harus Berdaya Saing Global
- SDN Mirat III Ambruk, Mendadak Dapat Revitalisasi Rp 1 Miliar
- Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79
- Bulog Andalkan Beras Kita sebagai Identitas Baru Beras Nasional, Target 2 Juta Ton
- Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
Di Tengah Bayang-Bayang Konflik Global, Majalengka Pastikan Haji 2026 Tetap Berangkat : 730 Jemaah Siap Menuju Tanah Suci

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Di saat dunia diliputi ketegangan geopolitik yang memicu kecemasan banyak pihak, secercah kepastian justru datang dari daerah. Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan ibadah haji 2026 tetap berjalan. Tak ada pembatalan. Tak ada penundaan.
Kepastian itu ditegaskan langsung oleh Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, saat menghadiri bimbingan manasik haji di Pondok Pesantren Al Mizan, Senin (6/4/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. KH Mochamad Irfan Yusuf, memperkuat sinyal bahwa negara hadir penuh menjamin keberangkatan jemaah.
Di hadapan ratusan calon jemaah, bupati menyampaikan pesan yang menenangkan sekaligus tegas.
Baca Lainnya :
- SDN Mirat III Ambruk, Mendadak Dapat Revitalisasi Rp 1 Miliar
- Polres Majalengka Amankan Aksi Damai, Pemda Terima Aspirasi
- Ribuan Massa Kepung DPRD Majalengka, Desak Program MBG Jalan
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
“Keberangkatan haji tahun 2026 ini sudah dipastikan aman. Meskipun ada dinamika global, pemerintah terus berupaya maksimal agar bapak dan ibu bisa beribadah dengan tenang.”
Kuota Naik, Harapan Menguat
Di tengah berbagai tantangan, kabar baik juga datang dari sisi kuota. Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Majalengka meningkat signifikan menjadi 730 orang, dari sebelumnya 525 orang. Meski belum menyentuh angka normal 1.120 jemaah, lonjakan ini menjadi angin segar bagi panjangnya antrean daftar tunggu.
Bukan hanya kuota, pelayanan pun diperkuat. Pemerintah daerah memastikan tiga fasilitas utama diberikan secara gratis: transportasi penuh dari rumah hingga embarkasi dan kembali lagi, konsumsi selama perjalanan, serta atribut identitas khusus berupa syal dan rompi guna menjaga kekompakan rombongan di Tanah Suci.
Jadwal Disesuaikan, Teknis Diperkuat
Dalam aspek teknis, Pemkab Majalengka juga melakukan penyesuaian jadwal. Jika secara nasional keberangkatan ditetapkan pada hari Jumat, untuk Majalengka direncanakan bergeser ke hari Senin, sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan kesiapan lapangan.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus strategi agar proses pemberangkatan berjalan lebih tertib dan optimal.
Rincian Kloter: Tahapan Menuju Tanah Suci
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M, jemaah Majalengka akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter):
Kloter 06-KJT: 441 jemaah, berangkat 25 April 2026
Kloter 23-KJT: 163 jemaah, berangkat 8 Mei 2026
Kloter 29-KJT: 52 jemaah, berangkat 13 Mei 2026
Kloter 39-KJT: 75 jemaah, berangkat 18 Mei 2026
Seluruh jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mulai 5 Juni hingga 29 Juni 2026.
Pesan Terakhir: Jaga Kesehatan, Jaga Niat
Menutup arahannya, Bupati Eman mengingatkan bahwa kesiapan bukan hanya soal administrasi dan fasilitas, tetapi juga kondisi fisik dan mental.
Ia menekankan pentingnya mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh agar setiap tahapan ibadah berjalan lancar dan bermuara pada satu harapan: menjadi haji yang mabrur.
Di tengah dunia yang tak selalu pasti, langkah pasti justru dimulai dari Majalengka mengantar ratusan warganya menuju panggilan suci dengan keyakinan penuh. ** (Agit)

















