- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
- Ketua Komisi III DPRD Barut Apresiasi Barito Utara Raih Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang 2026
- Politisi Gerinda Anggota DPRD Barut Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118
- Ketua Komisi III DPRD Barut Hadiri Peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Kalteng
- H Nurul Anwar Politisi PKB Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 118
- H Nurul Anwar Hadiri Upacara Peringatan HUT ke 69 Provinsi Kalimantan Tengah
- Harkitnas ke 118, Pemkab Barut Soroti Tantangan Kedaulatan Digital
- HUT ke 69 Kalteng Jadi Momentum Perkuat Semangat Membangun Daerah
Di Tengah Bayang-Bayang Konflik Global, Majalengka Pastikan Haji 2026 Tetap Berangkat : 730 Jemaah Siap Menuju Tanah Suci

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Di saat dunia diliputi ketegangan geopolitik yang memicu kecemasan banyak pihak, secercah kepastian justru datang dari daerah. Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan ibadah haji 2026 tetap berjalan. Tak ada pembatalan. Tak ada penundaan.
Kepastian itu ditegaskan langsung oleh Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, saat menghadiri bimbingan manasik haji di Pondok Pesantren Al Mizan, Senin (6/4/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. KH Mochamad Irfan Yusuf, memperkuat sinyal bahwa negara hadir penuh menjamin keberangkatan jemaah.
Di hadapan ratusan calon jemaah, bupati menyampaikan pesan yang menenangkan sekaligus tegas.
Baca Lainnya :
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- Rapat Paripurna Bupati Majalengka Eman Suherman Soroti Kualitas Proyek, DPRD Bereaksi
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
“Keberangkatan haji tahun 2026 ini sudah dipastikan aman. Meskipun ada dinamika global, pemerintah terus berupaya maksimal agar bapak dan ibu bisa beribadah dengan tenang.”
Kuota Naik, Harapan Menguat
Di tengah berbagai tantangan, kabar baik juga datang dari sisi kuota. Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Majalengka meningkat signifikan menjadi 730 orang, dari sebelumnya 525 orang. Meski belum menyentuh angka normal 1.120 jemaah, lonjakan ini menjadi angin segar bagi panjangnya antrean daftar tunggu.
Bukan hanya kuota, pelayanan pun diperkuat. Pemerintah daerah memastikan tiga fasilitas utama diberikan secara gratis: transportasi penuh dari rumah hingga embarkasi dan kembali lagi, konsumsi selama perjalanan, serta atribut identitas khusus berupa syal dan rompi guna menjaga kekompakan rombongan di Tanah Suci.
Jadwal Disesuaikan, Teknis Diperkuat
Dalam aspek teknis, Pemkab Majalengka juga melakukan penyesuaian jadwal. Jika secara nasional keberangkatan ditetapkan pada hari Jumat, untuk Majalengka direncanakan bergeser ke hari Senin, sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan kesiapan lapangan.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus strategi agar proses pemberangkatan berjalan lebih tertib dan optimal.
Rincian Kloter: Tahapan Menuju Tanah Suci
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M, jemaah Majalengka akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter):
Kloter 06-KJT: 441 jemaah, berangkat 25 April 2026
Kloter 23-KJT: 163 jemaah, berangkat 8 Mei 2026
Kloter 29-KJT: 52 jemaah, berangkat 13 Mei 2026
Kloter 39-KJT: 75 jemaah, berangkat 18 Mei 2026
Seluruh jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mulai 5 Juni hingga 29 Juni 2026.
Pesan Terakhir: Jaga Kesehatan, Jaga Niat
Menutup arahannya, Bupati Eman mengingatkan bahwa kesiapan bukan hanya soal administrasi dan fasilitas, tetapi juga kondisi fisik dan mental.
Ia menekankan pentingnya mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh agar setiap tahapan ibadah berjalan lancar dan bermuara pada satu harapan: menjadi haji yang mabrur.
Di tengah dunia yang tak selalu pasti, langkah pasti justru dimulai dari Majalengka mengantar ratusan warganya menuju panggilan suci dengan keyakinan penuh. ** (Agit)

















