- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- Sinergi DPRD dan Pemkab Perkuat Arah Pembangunan melalui Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
- Polda Metro Ungkap Sindikat Peredaran Meterai Palsu, Dirjen Pajak Beri Penghargaan
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
DPR RI Dukung Program Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

Keterangan Gambar : Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta
Megapolitanpos.com, Jakarta- Ada hal yang tidak biasa terlihat pada acara rutin Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi yang tinggi dengan kehadiran Komisi III DPR RI yang digelar sejak tanggal 11-12 Januari 2023.
"Giat JMS kali ini sangat luar biasa, dengan ikut nimbrungnya Komisi III DPR RI, itu memperlihatkan bahwa DPR RI mendukung program JMS Kejaksaan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr. reda Manthovani saat memberikan keterangannya pada media disela sela acara Jaksa Masuk Sekolah di SMK 26 Jakarta, Kamis (12/01/2023) siang.

Baca Lainnya :
Menurut Kajati Reda, dengan hadirnya anggota komisi III DPR RI Dr. Habiburrahman serta H. Santoso dikegiatan ini akan menambah semangat dalam melakukan sosialisasi penyuluhan dan penerangan hukum bagi remaja penerus masa depan bangsa.
Anggota Komisi III DPR RI Habiburrahman menyambut positif program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dari Kejaksaan dan kedepan agar bisa terus dipertahankan dan dikembangkan kegiatannya supaya juga bisa dilakukan seluruh sekolah yang ada di Indonesia.
“Sejatinya sosmed ibarat pisau bermata dua, disatu sisi amatlah bermanfaat namun pada sisi lain dapat menjadi sumber malapetaka. Ironisnya, dapat menjadi sumber malapetaka bagi sebagian orang yang menyalahgunakannya. Maka berhati-hatilah menggunakan medsos,” ujar Habiburrahman.
Dia menambahkan, tahun 2024 akan dilaksanakan agenda pemilihan umum. Untuk itu, dia menegaskan agar semua pihak tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks di media sosial demi menghindari permasalahan hukum dikemudian hari.
Pada hari pertama, kegiatan JMS diselenggarakan di SMA Negeri 112 Jakarta yang diikuti 200 siswa dari perwakilan 20 Sekolah SMA dan SMK Negeri maupun Swasta di wilayah Jakarta Barat dan hari kedua, acara juga dilaksanakan di SMK Negeri 26 Jakarta yang melibatkan 200 siswa dari perwakilan berbagai sekolah menengah atas dengan tema Menyongsong Masa Depan Dengan Mengenal Hukum.
"Tanggungjawab memberikan pendidikan hukum bukan hanya kewajiban kejaksaan saja, tetapi semua pihak harus ikut terlibat," pungkas Habiburrahman.(ASl/Red/Mp).



.jpg)
.jpg)












