- Bukti Peran Aktif Babinsa dan Komduk, Patroli Malam Wujudkan Lingkungan Aman.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Shalahuddin Tegaskan Pendataan dan Verifikasi Pelebaran Jalan Dilakukan Secara Cermat
- Pemkab Barito Utara Percepat Pelebaran Ruas Jalan Dalam Kota Muara Teweh
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Hari Pramuka ke-65, Dandim 0506/Tgr Hadiri Upacara Kwarcab Tangsel.
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
DPR RI Dukung Program Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

Keterangan Gambar : Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta
Megapolitanpos.com, Jakarta- Ada hal yang tidak biasa terlihat pada acara rutin Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi yang tinggi dengan kehadiran Komisi III DPR RI yang digelar sejak tanggal 11-12 Januari 2023.
"Giat JMS kali ini sangat luar biasa, dengan ikut nimbrungnya Komisi III DPR RI, itu memperlihatkan bahwa DPR RI mendukung program JMS Kejaksaan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr. reda Manthovani saat memberikan keterangannya pada media disela sela acara Jaksa Masuk Sekolah di SMK 26 Jakarta, Kamis (12/01/2023) siang.

Baca Lainnya :
Menurut Kajati Reda, dengan hadirnya anggota komisi III DPR RI Dr. Habiburrahman serta H. Santoso dikegiatan ini akan menambah semangat dalam melakukan sosialisasi penyuluhan dan penerangan hukum bagi remaja penerus masa depan bangsa.
Anggota Komisi III DPR RI Habiburrahman menyambut positif program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dari Kejaksaan dan kedepan agar bisa terus dipertahankan dan dikembangkan kegiatannya supaya juga bisa dilakukan seluruh sekolah yang ada di Indonesia.
“Sejatinya sosmed ibarat pisau bermata dua, disatu sisi amatlah bermanfaat namun pada sisi lain dapat menjadi sumber malapetaka. Ironisnya, dapat menjadi sumber malapetaka bagi sebagian orang yang menyalahgunakannya. Maka berhati-hatilah menggunakan medsos,” ujar Habiburrahman.
Dia menambahkan, tahun 2024 akan dilaksanakan agenda pemilihan umum. Untuk itu, dia menegaskan agar semua pihak tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks di media sosial demi menghindari permasalahan hukum dikemudian hari.
Pada hari pertama, kegiatan JMS diselenggarakan di SMA Negeri 112 Jakarta yang diikuti 200 siswa dari perwakilan 20 Sekolah SMA dan SMK Negeri maupun Swasta di wilayah Jakarta Barat dan hari kedua, acara juga dilaksanakan di SMK Negeri 26 Jakarta yang melibatkan 200 siswa dari perwakilan berbagai sekolah menengah atas dengan tema Menyongsong Masa Depan Dengan Mengenal Hukum.
"Tanggungjawab memberikan pendidikan hukum bukan hanya kewajiban kejaksaan saja, tetapi semua pihak harus ikut terlibat," pungkas Habiburrahman.(ASl/Red/Mp).





.jpg)




.jpg)





