- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Digelar, Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas Siap Cetak Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Kopassus
Diduga Telah Alih Fungsi Jadi TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik PT. Dinamika Agrabangun Ditutup
Telah Alih Fungsi Jadi, TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik, PT. Dinamika Agrabangun Ditutup,

Keterangan Gambar : tinjau lahan alih pungsi
MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - Lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) Liar di Parung Koret, Karang Mulya Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang akhirnya berhenti beroperasi setelah warga sekitar lokasi mempersoalkan aktifitas yang dikhawatirkan berdampak negatif ke lingkungan. Selasa (16/08)
Warga yang tergabung dalam Paguyuban Yellow Garden, Telaga Metro I, Metro II, mengatakan bahwa area tanah kosong milik PT. Dinamika Agrabangun telah diduga berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap.
Selain itu, aktifitas yang dilakukan oleh Oknum yang memakai lahan kosong milik PT. Dinamika Agrabangun dengan melakukan pembakaran sampah dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan warga dan lingkungan sekitar.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- Bank Majalengka Genjot UMKM Lewat KURMA, Modal Mudah Tanpa Jaminan
- Baznas dan PT Diamond Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 100 Anak Yatim
“Selain menimbulkan bau tidak sedap, pengurugan tanah kosong ini mengakibatkan penyerapan air tanah terganggu, karena aliran air drainase tertutup, sehingga saat hujan mengakibatkan air meluap ke jalan antara Metro 1, Yellow Garden, dan Talaga Metro,” ungkap para perwakilan warga dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada Walikota Tangerang, dan Dinas-dinas terkait.
Warga Nilai TPSL di Karang Tengah Sebagai Penyebab Bau Tak Sedap, Kini Berhenti Beroperasi
Menurut Urip petugas penjaga lahan yang dijadikan TPS Liar, mengatakan bahwa pihak pemerintah daerah setempat turut serta membuang tebangan kayu-kayu pohon ditempat itu.
“Sekarang limbah-limbah yang mana kata saya disini, bahkan sampai Camat pun buang tebangannya disini,” ungkapnya. Senin (15/08/2022).
Sisi lain, warga sekitar lokasi turut mengecam adanya aktifitas pembuangan sampah yang menjadi penyebab buruknya aliran air drainase bagi kelangsungan lahan pertanian yang dikelolanya.
“Jelas banget kita gak suka, soalnya kita semua berkebun, itu aliran airnya ngalir ke kebun semua, jelas air tanah juga jadi bau,” katanya.
Lebih lanjut, ia pun mengungkap bahwa aktifitas pembuangan sampah telah berlangsung sejak bulan April 2021.
“Sejak bulan 5, itu segala sampah apaan tahu masuk, sampah buah busuk apa segala ada,” terangnya.
Setelah berhenti beroperasi, warga Yellow Garden, warga Telaga Metro 1 dan 2, serta warga Parung Koret meminta kepada Pemerintah Kota Tangerang untuk segera menertibkan serta menutup TPS Liar tersebut dan rumah hunian liar yang berada di lahan tersebut. Warga mengkhawatirkan para oknum pengelola kembali melakukan aktifitas di lahan tersebut. (Red/KJK)

















