- Pesan Paskah 2026, Menag Tekankan Harmoni dan Persaudaraan Bangsa
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
Diduga Telah Alih Fungsi Jadi TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik PT. Dinamika Agrabangun Ditutup
Telah Alih Fungsi Jadi, TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik, PT. Dinamika Agrabangun Ditutup,

Keterangan Gambar : tinjau lahan alih pungsi
MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - Lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) Liar di Parung Koret, Karang Mulya Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang akhirnya berhenti beroperasi setelah warga sekitar lokasi mempersoalkan aktifitas yang dikhawatirkan berdampak negatif ke lingkungan. Selasa (16/08)
Warga yang tergabung dalam Paguyuban Yellow Garden, Telaga Metro I, Metro II, mengatakan bahwa area tanah kosong milik PT. Dinamika Agrabangun telah diduga berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap.
Selain itu, aktifitas yang dilakukan oleh Oknum yang memakai lahan kosong milik PT. Dinamika Agrabangun dengan melakukan pembakaran sampah dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan warga dan lingkungan sekitar.
Baca Lainnya :
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan
“Selain menimbulkan bau tidak sedap, pengurugan tanah kosong ini mengakibatkan penyerapan air tanah terganggu, karena aliran air drainase tertutup, sehingga saat hujan mengakibatkan air meluap ke jalan antara Metro 1, Yellow Garden, dan Talaga Metro,” ungkap para perwakilan warga dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada Walikota Tangerang, dan Dinas-dinas terkait.
Warga Nilai TPSL di Karang Tengah Sebagai Penyebab Bau Tak Sedap, Kini Berhenti Beroperasi
Menurut Urip petugas penjaga lahan yang dijadikan TPS Liar, mengatakan bahwa pihak pemerintah daerah setempat turut serta membuang tebangan kayu-kayu pohon ditempat itu.
“Sekarang limbah-limbah yang mana kata saya disini, bahkan sampai Camat pun buang tebangannya disini,” ungkapnya. Senin (15/08/2022).
Sisi lain, warga sekitar lokasi turut mengecam adanya aktifitas pembuangan sampah yang menjadi penyebab buruknya aliran air drainase bagi kelangsungan lahan pertanian yang dikelolanya.
“Jelas banget kita gak suka, soalnya kita semua berkebun, itu aliran airnya ngalir ke kebun semua, jelas air tanah juga jadi bau,” katanya.
Lebih lanjut, ia pun mengungkap bahwa aktifitas pembuangan sampah telah berlangsung sejak bulan April 2021.
“Sejak bulan 5, itu segala sampah apaan tahu masuk, sampah buah busuk apa segala ada,” terangnya.
Setelah berhenti beroperasi, warga Yellow Garden, warga Telaga Metro 1 dan 2, serta warga Parung Koret meminta kepada Pemerintah Kota Tangerang untuk segera menertibkan serta menutup TPS Liar tersebut dan rumah hunian liar yang berada di lahan tersebut. Warga mengkhawatirkan para oknum pengelola kembali melakukan aktifitas di lahan tersebut. (Red/KJK)








.jpg)

.jpg)






