- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
Diduga Telah Alih Fungsi Jadi TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik PT. Dinamika Agrabangun Ditutup
Telah Alih Fungsi Jadi, TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik, PT. Dinamika Agrabangun Ditutup,

Keterangan Gambar : tinjau lahan alih pungsi
MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - Lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) Liar di Parung Koret, Karang Mulya Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang akhirnya berhenti beroperasi setelah warga sekitar lokasi mempersoalkan aktifitas yang dikhawatirkan berdampak negatif ke lingkungan. Selasa (16/08)
Warga yang tergabung dalam Paguyuban Yellow Garden, Telaga Metro I, Metro II, mengatakan bahwa area tanah kosong milik PT. Dinamika Agrabangun telah diduga berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap.
Selain itu, aktifitas yang dilakukan oleh Oknum yang memakai lahan kosong milik PT. Dinamika Agrabangun dengan melakukan pembakaran sampah dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan warga dan lingkungan sekitar.
Baca Lainnya :
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- PWHI Pertanyakan Anggaran Pembelian Kamera, Camat Karang Tengah Bungkam
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gelaran Bersih Desa Rejowinangun Implentasikan Kerukunan Dalam Kebhinekaan Hakiki
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
“Selain menimbulkan bau tidak sedap, pengurugan tanah kosong ini mengakibatkan penyerapan air tanah terganggu, karena aliran air drainase tertutup, sehingga saat hujan mengakibatkan air meluap ke jalan antara Metro 1, Yellow Garden, dan Talaga Metro,” ungkap para perwakilan warga dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada Walikota Tangerang, dan Dinas-dinas terkait.
Warga Nilai TPSL di Karang Tengah Sebagai Penyebab Bau Tak Sedap, Kini Berhenti Beroperasi
Menurut Urip petugas penjaga lahan yang dijadikan TPS Liar, mengatakan bahwa pihak pemerintah daerah setempat turut serta membuang tebangan kayu-kayu pohon ditempat itu.
“Sekarang limbah-limbah yang mana kata saya disini, bahkan sampai Camat pun buang tebangannya disini,” ungkapnya. Senin (15/08/2022).
Sisi lain, warga sekitar lokasi turut mengecam adanya aktifitas pembuangan sampah yang menjadi penyebab buruknya aliran air drainase bagi kelangsungan lahan pertanian yang dikelolanya.
“Jelas banget kita gak suka, soalnya kita semua berkebun, itu aliran airnya ngalir ke kebun semua, jelas air tanah juga jadi bau,” katanya.
Lebih lanjut, ia pun mengungkap bahwa aktifitas pembuangan sampah telah berlangsung sejak bulan April 2021.
“Sejak bulan 5, itu segala sampah apaan tahu masuk, sampah buah busuk apa segala ada,” terangnya.
Setelah berhenti beroperasi, warga Yellow Garden, warga Telaga Metro 1 dan 2, serta warga Parung Koret meminta kepada Pemerintah Kota Tangerang untuk segera menertibkan serta menutup TPS Liar tersebut dan rumah hunian liar yang berada di lahan tersebut. Warga mengkhawatirkan para oknum pengelola kembali melakukan aktifitas di lahan tersebut. (Red/KJK)

















