- Destinasi Komersial pertama, Asthara Skyfront City Luncurkan The Floritz Gallery
- Aktivis di Blitar Penuhi Panggilan Polisi Usai Orasi Antikorupsi
- Politisi PDI-P Taupik Nugraha Minta Pemkab Edukasi Masyarakat Soal Status dan Kewenangan Jalan
- Dewan Taupik Apresiasi Kanal Pengaduan Masyarakat, Minta Dukungan Anggaran Maksimal
- Taupik Nugraha Pertanyakan Target Pengentasan Kawasan Kumuh di Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Pemda Tak Bisa Perbaiki Fasilitas Perumahan Sebelum PSU Diserahkan
- Pemkab Barito Utara Jelaskan Pentingnya Penyerahan PSU Perumahan kepada Pemda
- DPRD dan Pemkab Barito Utara Sepakati Dua Raperda Strategis, Siap Difasilitasi ke Gubernur Kalteng
- Di Hadapan HIPMI, Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi
- Gerak Serentak PKK Majalengka Guncang Desa :26 Kecamatan Disisir, Bantuan Digelontorkan
Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir H Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Persoalan sekolah rusak di Kabupaten Majalengka akhirnya menggema hingga Senayan. Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan, aspirasi anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan disampaikan langsung kepada anggota DPR RI.
Dikutip dari akun Instagram resmi Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, Rabu (20/05/2026), para pemuda Majalengka menyuarakan keprihatinan terhadap masih adanya bangunan sekolah yang rusak dan dinilai kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar.
"Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan saya menerima berbagai aspirasi dari anak-anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan di daerahnya," tulis Ateng Sutisna dalam unggahannya.
Baca Lainnya :
- Gerak Serentak PKK Majalengka Guncang Desa :26 Kecamatan Disisir, Bantuan Digelontorkan
- Pengedar Tramadol Digerebek di Majalengka, 101 Butir Disita Polisi
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Komisi III DPRD Bunyikan Alarm! Iing : Gunung Sampah Bisa Jadi Petaka Besar Majalengka
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
Ia mengungkapkan, para peserta menyoroti masih banyaknya sekolah dengan kondisi bangunan memprihatinkan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar.
"Mereka menyampaikan keprihatinan terhadap masih adanya sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak dan kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar," lanjutnya.
Menurut Ateng, persoalan pendidikan tidak hanya berbicara soal program pemerintah, tetapi juga menyangkut ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak.
Ia menegaskan kerusakan sekolah harus menjadi perhatian bersama dan memerlukan pengawasan berkelanjutan agar persoalan bisa terdeteksi lebih cepat sebelum semakin parah.
"Saya menilai persoalan ini harus menjadi perhatian bersama dan perlu pengawasan yang berkelanjutan agar kerusakan sekolah bisa terdeteksi lebih cepat," tegasnya.
Ateng juga memastikan aspirasi para pemuda Majalengka tersebut akan terus dikawal dan dikomunikasikan agar pembangunan pendidikan di daerah lebih merata dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan keberanian generasi muda Majalengka membawa langsung persoalan daerah ke tingkat nasional, terutama terkait kondisi pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius pemerintah. ** (Agit)

















