- ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Tumbuhkan Ekosistem dan Industri Kopi Indonesia
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan PPPK Paruh Waktu Tak Dirumahkan
- Wabup Felix Tegaskan Komitmen Barito Utara Selaraskan Pembangunan dengan Prioritas Nasional
- Lima Fraksi DPRD Barito Utara Sampaikan Pemandangan Umum atas Raperda Perubahan APBD 2026
- Perubahan APBD 2026 Mulai Dibahas, DPRD Barito Utara Tekankan Kebersamaan
- Karhutla Barito Utara Meningkat, 182 Kejadian dan 405 Hotspot Tercatat hingga Agustus
- Rakor Pembangunan, Bupati Tekankan APBD Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
- Polres Majalengka Gaspol Edukasi AI, 102 Siswa SMKN 1 Maja Dibekali Literasi Digital
- Sebanyak 47 Personel Kodim 0808 Terima Tugas Pindah Satuan Asimilasi YTP Dan BTP Tahap IV TA. 2026
- KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan
Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir H Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Persoalan sekolah rusak di Kabupaten Majalengka akhirnya menggema hingga Senayan. Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan, aspirasi anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan disampaikan langsung kepada anggota DPR RI.
Dikutip dari akun Instagram resmi Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, Rabu (20/05/2026), para pemuda Majalengka menyuarakan keprihatinan terhadap masih adanya bangunan sekolah yang rusak dan dinilai kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar.
"Dalam kegiatan Gen Z Goes To Senayan saya menerima berbagai aspirasi dari anak-anak muda Majalengka terkait kondisi pendidikan di daerahnya," tulis Ateng Sutisna dalam unggahannya.
Baca Lainnya :
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan PPPK Paruh Waktu Tak Dirumahkan
- Polres Majalengka Gaspol Edukasi AI, 102 Siswa SMKN 1 Maja Dibekali Literasi Digital
- KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan
- KKN Unma Bongkar Jalan Baru UMKM Mekarjaya Merebut Pasar Digital
- DKP3 Majalengka Uji Solar Dryer Dome, Petani Tembakau Tak Lagi Takut Hujan
Ia mengungkapkan, para peserta menyoroti masih banyaknya sekolah dengan kondisi bangunan memprihatinkan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar.
"Mereka menyampaikan keprihatinan terhadap masih adanya sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak dan kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar," lanjutnya.
Menurut Ateng, persoalan pendidikan tidak hanya berbicara soal program pemerintah, tetapi juga menyangkut ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak.
Ia menegaskan kerusakan sekolah harus menjadi perhatian bersama dan memerlukan pengawasan berkelanjutan agar persoalan bisa terdeteksi lebih cepat sebelum semakin parah.
"Saya menilai persoalan ini harus menjadi perhatian bersama dan perlu pengawasan yang berkelanjutan agar kerusakan sekolah bisa terdeteksi lebih cepat," tegasnya.
Ateng juga memastikan aspirasi para pemuda Majalengka tersebut akan terus dikawal dan dikomunikasikan agar pembangunan pendidikan di daerah lebih merata dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan keberanian generasi muda Majalengka membawa langsung persoalan daerah ke tingkat nasional, terutama terkait kondisi pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius pemerintah. ** (Agit)
















