- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
- Ketua Komisi III DPRD, H.Tajeri Minta Perda Kelembagaan Adat Dayak Segera Disahkan
Bedah Buku di Universitas Sahid, GEMA Kosgoro Dorong Menlu Sugiono Pelajari Reunifikasi Korea: Game Theory
.jpg)
Keterangan Gambar : acara bedah buku yang digelar di Universitas Sahid di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Menteri Luar Negeri RI Sugiono dinilai perlu membaca buku Reunifikasi Korea: Game Theory sebagai salah satu referensi penting untuk memperkaya perspektif dalam menjalankan diplomasi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum DPN GEMA Kosgoro, HMU Kurniadi, dalam acara bedah buku yang digelar di Universitas Sahid di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurut Kurniadi, buku yang ditulis oleh Teguh Santosa tersebut memberikan perspektif strategis mengenai konflik dan peluang reunifikasi di Semenanjung Korea melalui pendekatan Game Theory atau teori permainan.
Baca Lainnya :
- Bedah Buku di Universitas Sahid, GEMA Kosgoro Dorong Menlu Sugiono Pelajari Reunifikasi Korea: Game Theory
- Sejumlah Artis dan Influencer Indonesia Luncurkan Petisi Bersama, Serukan Aksi Kemerdekaan Palestina
- OJK: Pinjol Ilegal Sangat Berbahaya Bagi Masyarakat
- Pengamat: Demokrasi Sedang Tidak Baik Baik Saja
- Kemenlu Sudan, Perang Terjadi Akibat Pemberontakan RSF Melawan SAF
“Buku ini sangat penting dibaca oleh para pengambil kebijakan, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono. Dengan membaca buku ini, diharapkan beliau semakin memperkaya perspektif strategis dalam melihat dinamika hubungan internasional,” ujar Kurniadi dalam diskusi tersebut.
Ia menjelaskan, pendekatan teori permainan yang digunakan dalam buku itu memberikan gambaran bagaimana negara-negara membuat keputusan strategis dengan mempertimbangkan langkah serta respons dari pihak lain.
“Diplomasi modern membutuhkan cara berpikir strategis seperti yang dijelaskan dalam buku ini. Karena itu saya berharap Menteri Luar Negeri Sugiono dapat membaca buku ini agar semakin kapabel dalam mengelola diplomasi Indonesia di tengah persaingan geopolitik global,” katanya.
Buku karya Teguh Santosa tersebut dinilai mampu memberikan kerangka berpikir yang lebih komprehensif mengenai strategi diplomasi, negosiasi internasional, serta peran aktor-aktor global dalam menentukan arah konflik maupun perdamaian.
Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika geopolitik dunia, Sugiono diharapkan mampu memperkuat posisi diplomasi Indonesia di panggung internasional sekaligus menjaga kepentingan nasional di tengah perubahan konstelasi politik global yang semakin dinamis.
Sementara itu, Teguh Santosa menjelaskan bahwa buku tersebut tidak hanya membahas hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan, tetapi juga menggambarkan bagaimana kepentingan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia, dan Jepang memengaruhi dinamika politik di kawasan tersebut.
Menurutnya, pendekatan teori permainan membantu menjelaskan bagaimana setiap negara mengambil keputusan strategis dengan memperhitungkan berbagai kemungkinan respons dari aktor lain.
“Isu reunifikasi Korea tidak hanya soal dua negara, tetapi juga melibatkan kepentingan geopolitik negara-negara besar. Karena itu pendekatan strategis sangat penting untuk memahami dinamika yang terjadi,” ujar Teguh. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















