- Arus Balik Lebaran 2026, Operator dan Awak Transportasi Diimbau Utamakan Keselamatan
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
Talk Show HUT Blangkonde ke-2 bertema Membangun Komunikasi Antara Ibu dan Gen Z

Keterangan Gambar : Talk Show HUT Blangkonde ke-2 bertema 'Membangun Komunikasi Antara Ibu dan Gen Z' yang digelar di Jakarta Stemcell, Sabty (21/12
MEGAPOLITANPOS.COM, JAKARTA- Banyak yang belum memahami jika komunikasi yang efektif antara ibu dan anak menjadi pondasi penting dalam pembentukan hubungan keluarga yang harmonis.
Namun, dengan perbedaan generasi yang signifikan antara ibu dan Generasi Z (Gen Z), tercipta tantangan komunikasi yang memerlukan pendekatan khusus.
Gen Z, yang lahir dalam era digital, memiliki pola pikir, perilaku, dan cara berinteraksi yang berbeda dari generasi sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Kementerian ATR/BPN Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97: Penghargaan Bangsa terhadap Perjuangan Perempuan
- Hari Ibu 2024, Anis Tegaskan Ibu Pilar Peradaban Bangsa
- Talk Show HUT Blangkonde ke-2 bertema Membangun Komunikasi Antara Ibu dan Gen Z
- Peringatan Hari Ibu, HUT Korpri dan HUT Dharma Wanita: Pemkot Semarang Hadirkan Lomba Kreatif untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak
- Puncak PHI ke-95, Bupati Asahan Yakin Perempuan Mampu Meningkatkan Kualitas Hidup
Lalu, bagaimana para ibu dapat membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak Gen Z? Hal inilah yang coba dikupas dalam Talk Show HUT Blangkonde ke-2 bertema 'Membangun Komunikasi Antara Ibu dan Gen Z' yang digelar di Jakarta Stemcell, Sabty (21/12) dengan menghadirkan sejumlah pembicara.
"Kita ingin menyatukan komunikasi antara ibu dan Gen Z, menyamakan obrolan," ujar Ketua Komunitas Blangkonde, Wenny Purwanti di sela-sela acara.
Dijelaskannya, masih banyak ibu-ibu yang gagap teknologi (gaptek) dan menganggap Ketika anaknya pegang HP terus menerus hanya sekadar bermain game saja.
"Padahal mungkin mereka kerja atau belajar lewat HP. Itu yang kadang bikin 'dar-der-dor' antara ibu dan anak. Mereka tidak bisa menyamakan presepsi," ujar Wenny.
Singkatnya, kata Wenny, ada ketidaksamaan presepsi antara ibu dan anak Gen Z yang kerap menimbulkan konflik.
Dari sisi ibu, CEO PT Satas Transportindo, Siti Aryani menekankan pentingnya para ibu untuk mau masuk ke dunia Gen Z untu bisa memahami mereka.
"Bukannya kita yang meminta Gen Z untuk masuk ke dalam dunia kita. Hal ini untuk meredam gap komunikasi yang cukup lebar antara ibu dan anak," beber Siti Aryani yang juga menjadi pembicara dalam talkshow ini.
Ia tak mengelak jika para ibu banyak yang masih gaptek akan teknologi. Tapi hal itu, ujar Siti, justru harus ditangkal.
"Minimal kita para ibu ini tahu dengan teknologi dan gadget terbaru. Walau tidak bisa menggunakannya, tapi minimal tahu ada aplikasi ini, gadget ini," ucap Siti.
Ia juga setuju jika komunikasi antara ibu dan anak Gen Z harus dibangun dengan baik lewat saling kesepahaman antara mereka.
Sedangkan CEO Jakarta Stemcell, Sari Purnomo melihat dari sisi kesehatan. Dikatakannya, Gen Z saat ini rentan dengan masalah kesehatan mental dan fisik karena kurangnya aktivitas dan interaksi akibat hanya terpaku pada gadget.
"Kepercayaan diri mereka rendah, seringkali yang mereka pikirkan hanya follower, jadi rentan secara mental. Dan ini yang harus dikomunikasikan dengan keluarga. Jadi dari sisi Kesehatan, komunikasi juga menjadi salah atu solusinya mengatasi masalah hubungan antara ibu dan Gen Z," ujar Sari.
Dari sisi Gen Z sendiri, musisi rapper Basboi melihat orang tua harus merangkul anaknya di tengah laju perkembangan teknologi yang memang diciptakan dan diinginkan generasi pendahulunya.

"Menurut saya orangtua juga memahami jika anak-anaknya sedang mencoba menghidupi zaman yang dulu diciptakan generasi sebelum kami. Semoga dirangkul sisi rapuhnya anak bukan dilihat dari sisi kekurangannya," ucap Basboi.
Ia pun menyebut jika rumah sebagai pangkal terciptanya keluarga yang bahagia.
"Rumah harus menjadi tempat yang dipercayai oleh anak sebagai tempat ternyaman dan aman. Jika anak merasa tidak nyaman dan aman di rumahnya, ia akan mencari itu di tempat tongkrongannya atau di tempat yang tidak semestinya," ujar Basboi.( Alek).

.jpg)














