- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM.
- Babinsa Koramil Pimpin Patroli Jaga Kondusivitas Bersama Komduk.
- Menteri Maman Apresiasi KUM Peduli untuk Perkuat Kapasitas UMKM Kalbar
- Tim HRI Kunci Gelar Juara Nasional ITCR 1200 dan ISTCR 3600 Sejak Putaran 5 MFoS 2026
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Upacara Bendera Rutin, Kasdim Bacakan Amanat Panglima TNI.
- Pemkab Barito Utara Wajibkan 3.483 PPPK Ikuti Orientasi Tahun 2026
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembangunan RTLH Milik Bapak Nasir.
- Koperasi Desa Merah Putih Di Wilayah Kodim 0808/Blitar Tim Mabes TNI Siap Tinjau Lapang.
- Pemprov DKI dan TNI/Polri Sepakat Dirikan Posko Pengamanan di Manggarai Cegah Tawuran
Warga Permata Resah Rencana Pembangunan Gedung Sekolah

MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang - Warga RW 20 dan warga RW 22 Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang mengaku resah rencana pembangunan gedung sekolah. Pasalnya lokasi tanah yang akan di bangun gedung sekolah tersebut merupakan danau untuk penampungan air saat musim hujan.
Lokasi tanah tersebut persis di belakang perumahan Permata yang selama ini menjadi tandon air seluas satu hektar lebih dan rencana akan di bangun gedung sekolah seluas 6.000 meter persegi.
Ali Ketua RT 05/22 Desa Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Rabu (1/1/2025) merasakan keresahan rencana pembangunan gedung sekolah tersebut lantaran dirinya khawatir jika di bangun gedung pastinya air akan mengalir ke rumah warga dan banjir pasti melanda.
Baca Lainnya :
- PDAM Majalengka Kerahkan 20 Truk Air Bersih, Warga 8 Kecamatan Terbantu
- Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Gebrakan BAZNAS
- Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab Muslimah
- 2.000 Pelari Ramaikan Metland Kertajati, Hadiah Utama Apartemen
- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
"Gimana ga banjir pak belum ada bangunan aja air masih tumpah ke rumah warga saat musim hujan, danau tidak bisa menampung, karena kalau hujan air dari perumahan Puri Agung mengalir ke danau ini," katanya.
Ia menambahkan, semestinya pemerintah melihat dulu cek ricek terkait lingkungan yang akan di bangun walaupun baru perencanaan. "Infonya sih lahan tersebut sudah dilakukan tahap pembayaran tinggal pelunasannya aja," ujarnya.
"Kami bukan menolak program pemerintah terkait pendidikan, tapi yang bener aja membangun sekolah di danau tempat pembuangan air, pembangunan gedung sekolah tersebut katanya sih buat Sekolah Dasar (SD)," tambahnya.
Merasakan yang sana, salah satu warga Desa Gelam Jaya merasa khawatir rencana pembangunan sekolah SD tersebut. "Gimana tidak khawatir pak orang tempat tinggal saya persis dengan perbatasan danau tersebut yang setiap saat air bisa masuk ke rumah jika turun hujan, apalagi ada bangunan nanti," keluhnya dengan cemas.
Sementara Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Perjuangan Rakyat Jelata (Barata) Ali Farham meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang mengkaji ulang terkait perencanaan pembangunan gedung SD di atas penyimpanan air.
"Semestinya pihak Pemerintah melakukan pengecekan lahan yang akan di jadikan gedung pendidikan, layak tidaknya harus benar - benar di kaji, jangan sampai merugikan warga sekitar, terlebih tempat tersebut sebagai penampungan air hujan," katanya. ** (Nan)














