- Polda Metro Bongkar 6 Lokasi Praktik Pengoplosan Gas Subsidi Beromzet hingga Miliaran Rupiah
- Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
- Kodim Tangerang Gelar Patroli Dialogis, Ajak Warga Bersatu Cegah Kriminalitas
- Koramil 01/Tgr Bersama Warga, Patroli Malam Ciptakan Keamanan Wilayah
- Kemanunggalan TNI dan Warga di Balik Pembangunan Jembatan Garuda Tangerang
- Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT
- Waket I DPRD Barito Utara Hadiri Ramah Tamah Pemkab Bersama Kasrem 102 Panju Panjung
- Buka Grand Final Papipar 2026, Sekda Muhlis Mengajak Untuk Menjaga, Melestarikan, dan Mempromosikan Potensi Wisata Lokal
- Headline Nasional : Baznas dan Dinas Sosial Majalengka Salurkan 50 Paket Sembako, Warga Rajawangi Bangkit Usai Puting Beliung
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
Viral Merasa Tersinggung Ajudan Istri Wabup Kabupaten Blitar di Mutasi, Ini Ungkapan Warga

Keterangan Gambar : Mantan Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Adib Zamhari
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar,- Viral pemberitaan ajudan istri Wakil Bupati Kabupaten Blitar Venina Puspitasari Rahmat Santoso bernama Riana seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimutasi tanpa koordinasi. Sehingga membuat ketersinggungan Wakil Bupati Rahmat Santoso. Senin, kemarin (02/01/2023).
Dengan dalih mendapat promosi jabatan, Riana akhirnya dinyatakan dipindah tugaskan. Hal tersebut mengundang kontroversi sejumlah pemerhati dari kalangan masyarakat di Kabupaten Blitar.
Diantaranya, Ketua Ormas Rakyat Djelata Raja Tugas Nanggolo Dili Prasetiono dan mantan anggota DPRD Kabupaten Blitar Adib Zamhari.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
Mantan anggota DPRD Kabupaten Blitar, Adib Zamhari menyampaikan rasa empati terhadap staf ajudan istri Wakil Bupati (Wabup) Blitar yang dimutasi.
"Hal itu sangatlah beralasan, Riana yang selama ini adalah ajudan tentunya keseharianya terbiasa dengan tugasnya mendampingi istri wabup," katanya, saat dihubungi melalui nomer Whatapp pribadinya. Selasa, (03/01/2023)
Adib yang juga pernah menjadi kapten kapal diperusahaan kemaritiman pun mengaku sangat prihatin.
"Saya pribadi sebagai Warga Kabupaten Blitar tentunya merasa miris dengan adanya berita diberbagai media massa. Ini menunjukan bahwa Bupati dan Wabup tidak harmonis tidak ada komunikasi yang baik. Idealnya, kan bisa di komunikasikan dulu secara internal tidak langsung bicara ke publik yang akhirnya diketahui oleh masyarakat secara luas," tuturnya.
Menurutnya, banyak masyarakat menilai bahwa sejak dipimpin Mak Rini dirasa Kabupaten Blitar tidak ada perubahan yang signifikan. Tidak ada gebrakan-gebrakan dalam roda pemerintahan.
"Salah satunya tentang Infrastruktur jalan yang sampai saat Ini belum bisa diselesaikan dan masih banyaknya jalan yang kondisinya sangat parah, rusak dan berlubang di Kabupaten Blitar," paparnya
Kondisi masyarakat Blitar sudah resah dan menderita ditambah berita tersebut jadi tambah tidak percaya dengan kepemimpinan sekarang.
"Jargon Maju Bersama Sejahtera Bersama tidak relevan dan tidak sesuai dengan kenyataan," tandasnya
Dia juga berharap, semoga tahun 2024 nanti. Masyarakat Blitar bisa lebih arif dan cerdas memilih pemimpin yang benar benar bisa mengayomi serta mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Blitar.
Terpisah, Tugas Nanggolo selaku Ketua Ormas Rakyat Djelata berpendapat, unggahan yang diberitakan sejumlah media tentunya akibat dari rasa ketersingungan Wabub Rahmat.
"Dirinya tidak dianggap dengan jabatannya, ya benar saja jika Wakil Bupati Rahmat Santoso itu kecewa berat terhadap langkah keputusan bupati. Karena melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blitar seakan telah sengaja. Menganggap seakan Wakil Bupati Blitar ini hanya sebagai pejabat figuran saja," paparnya.
Tugas Nanggolo yang juga menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Karangsono menilai bahwa secara umum sosok wabup dikenal dekat dengan rakyat dan itu dibuktikan dengan mudahnya untuk ditemui saat dimanapun.
"Semua masyarakat Ormas dan LSM tentu tahu serta kenal dan dekat dengan Wabup, ketimbang dengan Bupati Rini yang terkesan sulit ditemui. Kami prihatin atas kejadian ini, semoga Wabup senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dan makin dicintai rakyatnya," pungkasnya. ** (ZA/Red MP)

















