- Hari Santri 2026, Nurul Anwar Ajak Santri Terus Belajar dan Berkarya
- Hari Santri 2026, Benny Siswanto Dorong Santri Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
Stabilitas Ekonomi Nasional Dimulai dari Rumah Tangga, Tegas Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati

Keterangan Gambar : Anis Byarwwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menegaskan bahwa langkah membangun Indonesia yang inklusif dan tangguh harus dimulai dari penguatan kesehatan finansial di tingkat rumah tangga. Menurutnya, keluarga adalah fondasi ekonomi mikro yang apabila rapuh dapat memicu risiko sistemik terhadap ketahanan ekonomi nasional.
“Stabilitas keuangan sebuah negara tidak akan kokoh tanpa stabilitas di setiap rumah tangga. Keluarga yang memiliki manajemen finansial yang baik adalah benteng pertahanan pertama saat terjadi gejolak ekonomi, mampu mandiri, dan berkontribusi pada investasi masa depan bangsa,” ujar Anis dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Anis menjelaskan bahwa diskursus ekonomi sering kali terlalu fokus pada isu makro seperti kebijakan pemerintah, regulasi industri keuangan, hingga pertumbuhan PDB. Padahal, kata dia, kekuatan sesungguhnya terletak pada kondisi finansial keluarga sebagai unit terkecil perekonomian. “Kita sering bicara tentang stabilitas ekonomi nasional, tetapi hal itu tidak akan berarti tanpa stabilitas di tingkat akar rumput,” tegas legislator PKS tersebut.
Baca Lainnya :
- Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab Muslimah
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
Lebih lanjut, Doktor Ilmu Ekonomi Islam itu menekankan bahwa kesehatan keuangan rumah tangga merupakan indikator penting ketahanan ekonomi bangsa. Keluarga yang terampil mengelola utang, menabung, dan berinvestasi akan lebih siap menghadapi tekanan ekonomi seperti inflasi, ketidakpastian global, hingga potensi krisis.
Anis juga menyampaikan tiga pesan kunci bagi keluarga Indonesia dalam membangun fondasi finansial yang kuat:
1. Disiplin Anggaran dan Pengendalian Utang, Menurutnya, penyusunan anggaran bukan sebatas mencatat pengeluaran, tetapi menempatkan prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Ia mengingatkan bahaya utang konsumtif yang dapat menjadi penghambat utama kesehatan finansial keluarga. “Utang sebaiknya produktif, yang mampu meningkatkan aset atau pendapatan.”
2. Perkuat Investasi Jangka Panjang. Anis mendorong masyarakat memanfaatkan instrumen investasi berbasis syariah karena lebih adil, transparan, serta menghindari spekulasi berlebihan. Instrumen tersebut dinilai relevan untuk persiapan dana pendidikan, hari tua, hingga kepemilikan aset.
3. Pendidikan Finansial Sejak Dini. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan literasi keuangan kepada anak. Pembiasaan seperti menunda keinginan, memahami nilai usaha, dan mengelola uang saku diyakini dapat membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial.
Di akhir pernyataannya, Anis berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap tata kelola keuangan keluarga dapat menjadi fondasi kokoh mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Jika keluarga Indonesia kuat secara finansial, maka perekonomian nasional akan berdiri di atas fondasi yang kokoh,” tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)











