- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
- Bupati Shalahuddin, APBD-P 2026 Harus Jadi Ruang Evaluasi Substantif
- Pemkab Barito Utara Petakan Pemerataan Sarana Pendidikan dan Kesehatan
- Bupati Shalahuddin Siapkan Penguatan Sektor Pariwisata Barito Utara
- Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan PAD untuk Kurangi Ketergantungan Dana Transfer
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Kapolda PMJ Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta
- Tutup Rakor Karhutla di Teweh Selatan, Bupati Shalahuddin Tekankan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat
Stabilitas Ekonomi Nasional Dimulai dari Rumah Tangga, Tegas Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati

Keterangan Gambar : Anis Byarwwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menegaskan bahwa langkah membangun Indonesia yang inklusif dan tangguh harus dimulai dari penguatan kesehatan finansial di tingkat rumah tangga. Menurutnya, keluarga adalah fondasi ekonomi mikro yang apabila rapuh dapat memicu risiko sistemik terhadap ketahanan ekonomi nasional.
“Stabilitas keuangan sebuah negara tidak akan kokoh tanpa stabilitas di setiap rumah tangga. Keluarga yang memiliki manajemen finansial yang baik adalah benteng pertahanan pertama saat terjadi gejolak ekonomi, mampu mandiri, dan berkontribusi pada investasi masa depan bangsa,” ujar Anis dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Anis menjelaskan bahwa diskursus ekonomi sering kali terlalu fokus pada isu makro seperti kebijakan pemerintah, regulasi industri keuangan, hingga pertumbuhan PDB. Padahal, kata dia, kekuatan sesungguhnya terletak pada kondisi finansial keluarga sebagai unit terkecil perekonomian. “Kita sering bicara tentang stabilitas ekonomi nasional, tetapi hal itu tidak akan berarti tanpa stabilitas di tingkat akar rumput,” tegas legislator PKS tersebut.
Baca Lainnya :
- Kunspek Komisi VIII, Maryono Dorong Dinas Damkar Segera Terwujud.
- Paska Insiden Keracunan Makan MBG Anggota DPR RI Nurhadi : BGN Diminta Perkuat Pengawasan Dapur MBG.
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Getol Kritisi Oknum Nakes yang Terlantarkan Pasien BPJS
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
Lebih lanjut, Doktor Ilmu Ekonomi Islam itu menekankan bahwa kesehatan keuangan rumah tangga merupakan indikator penting ketahanan ekonomi bangsa. Keluarga yang terampil mengelola utang, menabung, dan berinvestasi akan lebih siap menghadapi tekanan ekonomi seperti inflasi, ketidakpastian global, hingga potensi krisis.
Anis juga menyampaikan tiga pesan kunci bagi keluarga Indonesia dalam membangun fondasi finansial yang kuat:
1. Disiplin Anggaran dan Pengendalian Utang, Menurutnya, penyusunan anggaran bukan sebatas mencatat pengeluaran, tetapi menempatkan prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Ia mengingatkan bahaya utang konsumtif yang dapat menjadi penghambat utama kesehatan finansial keluarga. “Utang sebaiknya produktif, yang mampu meningkatkan aset atau pendapatan.”
2. Perkuat Investasi Jangka Panjang. Anis mendorong masyarakat memanfaatkan instrumen investasi berbasis syariah karena lebih adil, transparan, serta menghindari spekulasi berlebihan. Instrumen tersebut dinilai relevan untuk persiapan dana pendidikan, hari tua, hingga kepemilikan aset.
3. Pendidikan Finansial Sejak Dini. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan literasi keuangan kepada anak. Pembiasaan seperti menunda keinginan, memahami nilai usaha, dan mengelola uang saku diyakini dapat membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial.
Di akhir pernyataannya, Anis berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap tata kelola keuangan keluarga dapat menjadi fondasi kokoh mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Jika keluarga Indonesia kuat secara finansial, maka perekonomian nasional akan berdiri di atas fondasi yang kokoh,” tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)
.jpg)



.jpg)



.jpg)




