- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
HMI Blitar Kritisi Pemerintah Lamban Penetapan Bencana Nasional

Keterangan Gambar : HMI Blitar Kritisi Pemerintah Lamban Penetapan Bencana Nasional
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Lambannya keputusan pemerintah untuk menetapkan status bencana nasional terhadap peristiwa yang menimpa masyarakat Sumatera Utara dan Aceh tuai aksi protes dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blitar. Hal ini diwujudkan melalui aksi panggung bebas di bawah Patung Presiden Pertama Indonesia serta penggalangan dana di pertigaan Herlingga, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.
Satu persatu lagu kritik, puisi perlawanan hingga banner bekas bertuliskan kritikan sebagai bentuk dukungan moril untuk korban bencana ditampilkan. “Aksi ini bukan hanya galang dana semata, namun dukungan moril agar pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional” ungkap Ketua HMI Cabang Blitar, Qithfirul Aziz.
Ia mengatakan jika lambannya pemerintah dalam menetapkan status bencana ini justru menimbulkan spekulasi adanya dugaan keterlibatan pihak elit.
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
“Kita bisa gali lebih dalam siapa yang memiliki atau mendapat hak guna paling banyak dari hutan yang ada disana, sehingga muncul dugaan sejumlah elit politik khawatir ini akan terbongkar media internasional,” imbuhnya.
HMI Cabang Blitar berspekulasi apabila peristiwa ini telah ditetapkan sebagai Bencana Nasional, maka akan menarik perhatian media Internasional. Sehingga itu memicu terbongkarnya siapa ‘dalang’ hingga keterlibatan pihak-pihak penyebab terjadinya bencana alam tersebut.
Sejumlah tulisan mulai dari “Rawat Bumi, Lawan Tirani”, “Desak Pemerintah tetapkan bencana nasional pada Aceh dan Sumatera”, “Bencana bukan panggung membangun citra” hingga tulisan dampak bencana terpampang menghadap jalan raya. Selain itu, sejumlah kader HMI juga membawa kardus untuk mendatangi pengguna jalan yang ingin berdonasi.
“Donasi dari masyarakat Blitar untuk warga Aceh dan Sumatera terdampak banjir kami lakukan dijalan serta online yang akan kami salurkan Senin mendatang,” terangnya. (za/mp)


.jpg)
.jpg)

1.jpg)









