- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
HMI Blitar Kritisi Pemerintah Lamban Penetapan Bencana Nasional

Keterangan Gambar : HMI Blitar Kritisi Pemerintah Lamban Penetapan Bencana Nasional
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Lambannya keputusan pemerintah untuk menetapkan status bencana nasional terhadap peristiwa yang menimpa masyarakat Sumatera Utara dan Aceh tuai aksi protes dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blitar. Hal ini diwujudkan melalui aksi panggung bebas di bawah Patung Presiden Pertama Indonesia serta penggalangan dana di pertigaan Herlingga, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.
Satu persatu lagu kritik, puisi perlawanan hingga banner bekas bertuliskan kritikan sebagai bentuk dukungan moril untuk korban bencana ditampilkan. “Aksi ini bukan hanya galang dana semata, namun dukungan moril agar pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional” ungkap Ketua HMI Cabang Blitar, Qithfirul Aziz.
Ia mengatakan jika lambannya pemerintah dalam menetapkan status bencana ini justru menimbulkan spekulasi adanya dugaan keterlibatan pihak elit.
Baca Lainnya :
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
“Kita bisa gali lebih dalam siapa yang memiliki atau mendapat hak guna paling banyak dari hutan yang ada disana, sehingga muncul dugaan sejumlah elit politik khawatir ini akan terbongkar media internasional,” imbuhnya.
HMI Cabang Blitar berspekulasi apabila peristiwa ini telah ditetapkan sebagai Bencana Nasional, maka akan menarik perhatian media Internasional. Sehingga itu memicu terbongkarnya siapa ‘dalang’ hingga keterlibatan pihak-pihak penyebab terjadinya bencana alam tersebut.
Sejumlah tulisan mulai dari “Rawat Bumi, Lawan Tirani”, “Desak Pemerintah tetapkan bencana nasional pada Aceh dan Sumatera”, “Bencana bukan panggung membangun citra” hingga tulisan dampak bencana terpampang menghadap jalan raya. Selain itu, sejumlah kader HMI juga membawa kardus untuk mendatangi pengguna jalan yang ingin berdonasi.
“Donasi dari masyarakat Blitar untuk warga Aceh dan Sumatera terdampak banjir kami lakukan dijalan serta online yang akan kami salurkan Senin mendatang,” terangnya. (za/mp)

















