- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua Komisi III DPRD, Apresiasi Kinerja Polres Barito Utara, 3 Terduga Pelaku Pembantaian Satu Keluaraga, Berhasil Diringkus
Sekda: Pendidikan yang Baik Jamin Hasilkan Generasi Berprestasi

Keterangan Gambar : Pemkot Tangerang gelar Pelatihan Tim Penilai Penetapan Angka Kredit (PAK) dan Implementasi Kurikulum Merdeka
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Dalam rangka Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Merdeka, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Pelatihan Tim Penilai Penetapan Angka Kredit (PAK) dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Angkatan I dan II di Lingkungan Pemkot Tangerang.
Dalam arahannya saat menutup pelatihan, Herman, mengatakan, Merdeka Belajar bukan hanya sebuah inisiatif, tetapi sebuah komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dalam konteks Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, implementasi Merdeka Belajar akan menjadi landasan utama bagi kemajuan pendidikan di lingkungan kita.
"Pendidikan berperan penting dalam menyiapkan generasi berkualitas dan berprestasi. Mari kita implementasi Kurikulum Merdeka ini dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, efektif dan efisien," tutur Herman, dihadapan para peserta yang hadir dalam penutupan pelatihan di Gedung Semeru BBPPMPV Bisnis Pariwisata, Kota Depok. Jumat, (10/11/2023).
Baca Lainnya :
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
Herman, juga menjelaskan, kebijakan dalam pengembangan kurikulum merdeka ini diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024, dan akan dikaji ulang pada tahun 2024 sebagai bahan evaluasi pemulihan pembelajaran.
"Implementasi Kurikulum Merdeka ialah salah satu program prioritas yang diharapkan dapat memberikan dampak positif pada ekosistem di sekolah," terangnya.
Sementara itu, terkait Pelatihan Tim Penilai PAK, lanjut Sekda, pelatihan ini memiliki nilai strategis, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kita.
“Tim Penilai PAK memiliki peran yang sangat penting dalam menilai dan mengakreditasi kualifikasi serta kompetensi pegawai. Peningkatan kualitas penilaian akan berdampak positif pada peningkatan kinerja dan profesionalisme seluruh tim,” terangnya.
Apalagi Pemkot terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan publik, dan pelatihan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung visi tersebut.
“Saya yakin, dengan pemahaman yang mendalam tentang proses penilaian angka kredit, kita akan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mencapai tujuan bersama,” ucapnya.
Terakhir, Sekda, berharap, agar pelatihan ini bukan hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun jaringan kerja yang solid diantara kita.
“Mari bersama-sama menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal menuju peningkatan kualitas dan prestasi yang lebih baik dan diharapkan para peserta dapat aktif berpartisipasi, bertukar pengalaman, dan mengajukan pertanyaan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik,” pesannya. ** (Jhn)

















