- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
Retribusi PD Pasar Kota Kediri Diduga Ada Oknum yang Bermain

MEGAPOLITANPOS.COM Kediri - Bagus Ramadhan Ketua Sapma Pemuda Pancasila Kota Kediri bersama Indra Ketua GMBI kepada awak media menyampaikan, dua tahun yang lalu kita ini melakukan investigasi di beberapa pasar yang ada di Kota Kediri.
"Kita menemukan beberapa temuan ternyata retribusi pasar diduga bocor. Setelah kita lakukan perkembangan, ternyata teman kita Perkumpulan Saroja Kediri juga menemukan alat bukti yang sama," ucap Bagus Selasa (7/5/2024).
Dilanjutkan Bagus bahwa Akhirnya kita sinkronkan data hasil temuan tersebut dan pada bulan april kita laporkan ke Polda Jatim. Semoga nanti bisa terungkap oknum-oknum yang menerima aliran dana dari retribusi pasar tersebut.
Baca Lainnya :
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
Beberapa data yang hasil temuan yang dilaporkan ke Polda Jatim keberadaan adalah kios dan retribusi karcis yang disetorkan pada pemerintah ini tidak sesuai dari yang ditarik di lapangan.
"Ada dugaan korupsi yang didapatkan terkait jumlah kios dengan jumlah yang di setorkan pada pemerintah tidak sesuai dari hitungan kita di lapangan, " terangnya.
Bagus mencontohkan, seperti di Pasar Grosir per hari itu kurang lebih,kemarin kita lakukan investigasi itu sehari Rp 13 juta, kalau kita kalikan sebulan sudah hampir Rp 390 juta. Kalau dikalikan satu tahun sekitar Rp 4, 6 miliar.
"Untuk uang laporan yang masuk pada tahun 2021 tidak ada setoran yang masuk, kalau setoran tahun 2022 hanya Rp 1, 2 miliar yang masuk. Itu masih satu pasar, padahal di Kota Kediri ada 9 pasar yang dibawah naungan PD Pasar, " tegasnya.
Sampai berita ini diturunkan pihak PD Pasar belum bisa dimintai konfirmasi. ** (Hamzah)


.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)







