- PRSI Terima Kunjungan COMAU Italia, Perluas Kerja Sama Robotika Global
- Bank Jakarta Raih Golden Champion di Infobank SLE 2026, Unggul di Kepuasan dan Loyalitas Nasabah
- Masa Liburan Lebaran 2026 Semakin Dekat, KAI Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal
- Kementan Umumkan Harga Daging Sapi Disepakati Rp 55 Ribu per Kg, Berlaku hingga Lebaran 2026
- Bupati Mengajak Warga Majalengka, Hari Jadi 11 Februari Ramaikan dengan Prinsip Sederhana
- Gercep Tim URC Dinas PUPR Kabupaten Blitar Tangani Jembatan Ambrol Banggle - Kanigoro
- BNI Gandeng Siemens Indonesia, Kucurkan Pembiayaan Rp300 Miliar untuk Perkuat Industri Kelistrikan
- Ketua DPC PDIP Kota Blitar Pimpin Gerakan Penghijauan dan Pelepasan Satwa di Sendang Mbah Bawuk
- PRSI Terima Kunjungan HIMELDA Unsada Bahas Pengembangan Robotik dan AI
- Ikatan Wartawan Online dan Universitas Bung Karno Teken MoU untuk Kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi
Hari Angklung Sedunia, Bupati Majalengka H Eman Suherman Ingatkan Nilai Filosofinya

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Semarak Hari Angklung Sedunia di Kabupaten Majalengka berlangsung di SMPN 1 Majalengka, ratusan siswa/i mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memainkan angklung penuh nada mengikuti arahan pemimpin ansambel.
Ungkapan rasa bangga serta apresiasi pun mewarnai suasana ditempat itu, mengingat SMPN 1 Majalengka telah menjadi inisiator peringatan Hari Angklung Sedunia 2025 di daerah.
"Kita telah saksikan bersama, semua peserta memainkan angklung bersama-sama, saya sampai merinding dan ini bukan pertama kalinya saya juga ikut memainkan angklung. Sejenak teringat bahwa setiap nada ada nilai filosofinya," kata, Bupati Majalengka H Eman Suherman kepada awak media. Senin, (17/11/2025)
Baca Lainnya :
- Bupati Mengajak Warga Majalengka, Hari Jadi 11 Februari Ramaikan dengan Prinsip Sederhana
- Pemkab Majalengka Siapkan Lahan Bangun Sekolah Rakyat, Dukung Program Strategis Nasional
- Percepatan Swasembada Gula Nasional, Majalengka Dukung Program Bongkar Ratoon Tebu
- BPBD Majalengka Imbau Warga Waspadai Peningkatan Curah Hujan Menjelang Akhir Januari 2026
- Mendikdasmen, Abdul Muti Resmikan Revitalisasi Pendidikan dan Sosialisasi TKA 2026 di SMPN 1 Jatiwangi
Dijelaskan, bermain angklung mengajarkan nilai dasar yang sangat relevan bagi kehidupan, kebersamaan, harmoni, kekompakan, saling melengkapi, dan saling menguatkan.
"Sebuah angklung tidak bisa menghasilkan bunyi indah jika dimainkan sendiri begitu pula kehidupan yang membutuhkan kolaborasi dan kerja sama," jelasnya.
Bupati menambahkan, bayangkan kalau nilai-nilai ini benar-benar kita terapkan dalam keseharian dan pemerintahan.
"Jika dalam kehidupan ini diterapkan maka akan menghasilkan tujuan yang di inginkan yaitu menghasilkan nada yang seirama. Disinilah pentingnya kebersamaan, kekompakan, saling mengasihi, saling melengkapi itulah yang akan membuat kita menjadi masyarakat yang kuat," ungkapnya," ungkapnya.
Disisi lain, filosofi angklung sejalan dengan nilai-nilai luhur budaya Sunda yang tidak lekang oleh zaman. Yaitu prinsip hidup seperti "hirup kudu nyunda, ulah lolongson, ulah sohor tapi tekor"
"Disana terdapat arti bahwa dalam setiap keputusan, masyarakat harus berpegang pada kearifan lokal, kesederhanaan, dan kebijaksanaan," tuturnya.
Diakhir, bupati menegaskan memberikan dukungan penuh seperti kegiatan ini. Berharap ini terus dikembangkan dan diperluas. Kedepan, berencana pertunjukan angklung sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Majalengka.
"Menghidupkan filosofinya dalam kehidupan kita sehari-hari dan harus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah," tutupnya. ** (Agit)

















