- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Hari Angklung Sedunia, Bupati Majalengka H Eman Suherman Ingatkan Nilai Filosofinya

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Semarak Hari Angklung Sedunia di Kabupaten Majalengka berlangsung di SMPN 1 Majalengka, ratusan siswa/i mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memainkan angklung penuh nada mengikuti arahan pemimpin ansambel.
Ungkapan rasa bangga serta apresiasi pun mewarnai suasana ditempat itu, mengingat SMPN 1 Majalengka telah menjadi inisiator peringatan Hari Angklung Sedunia 2025 di daerah.
"Kita telah saksikan bersama, semua peserta memainkan angklung bersama-sama, saya sampai merinding dan ini bukan pertama kalinya saya juga ikut memainkan angklung. Sejenak teringat bahwa setiap nada ada nilai filosofinya," kata, Bupati Majalengka H Eman Suherman kepada awak media. Senin, (17/11/2025)
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Dijelaskan, bermain angklung mengajarkan nilai dasar yang sangat relevan bagi kehidupan, kebersamaan, harmoni, kekompakan, saling melengkapi, dan saling menguatkan.
"Sebuah angklung tidak bisa menghasilkan bunyi indah jika dimainkan sendiri begitu pula kehidupan yang membutuhkan kolaborasi dan kerja sama," jelasnya.
Bupati menambahkan, bayangkan kalau nilai-nilai ini benar-benar kita terapkan dalam keseharian dan pemerintahan.
"Jika dalam kehidupan ini diterapkan maka akan menghasilkan tujuan yang di inginkan yaitu menghasilkan nada yang seirama. Disinilah pentingnya kebersamaan, kekompakan, saling mengasihi, saling melengkapi itulah yang akan membuat kita menjadi masyarakat yang kuat," ungkapnya," ungkapnya.
Disisi lain, filosofi angklung sejalan dengan nilai-nilai luhur budaya Sunda yang tidak lekang oleh zaman. Yaitu prinsip hidup seperti "hirup kudu nyunda, ulah lolongson, ulah sohor tapi tekor"
"Disana terdapat arti bahwa dalam setiap keputusan, masyarakat harus berpegang pada kearifan lokal, kesederhanaan, dan kebijaksanaan," tuturnya.
Diakhir, bupati menegaskan memberikan dukungan penuh seperti kegiatan ini. Berharap ini terus dikembangkan dan diperluas. Kedepan, berencana pertunjukan angklung sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Majalengka.
"Menghidupkan filosofinya dalam kehidupan kita sehari-hari dan harus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah," tutupnya. ** (Agit)

















