- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
Program Untuk Beasiswa Mahasiswa Dipertanyakan Pada RDP Komisi I DPRD Barito Utara

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pendidikan, yang membahas kekosongan tenaga pendidik di sejumlah desa Pasca pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Rapat tersebut digelar di ruang rapat DPRD, Selasa (07/04/2026).
Dalam Forum tersebut, Patih Herman menyampaikan bahwa pihaknya memahami kondisi yang dihadapi Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan, terkait keterbatasan tenaga pengajar di wilayah pedesaan.
Namun demikian, ia berharap ke depan Pemerintah dapat menyiapkan Formasi yang lebih memadai guna mengatasi kekosongan guru, terutama di daerah terpencil.
Selain itu, Patih Herman juga menyoroti program pendidikan yang telah berjalan, khususnya untuk jenjang SD, SLTP dan SLTA sudah berjalan. Namun Ia mempertanyakan bagaimana keberlanjutan program tersebut bagi Mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah,
termasuk mekanisme serta syarat dan ketentuan untuk memperoleh beasiswa dari Pemerintah Daerah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin, menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah telah menyiapkan berbagai Program pendidikan yang mencakup seluruh jenjang, mulai dari SD hingga SLTA.
Pada APBD Perubahan, program tersebut awalnya menyasar sekitar 4.000 siswa dari keluarga kurang mampu. Namun, pada tahun 2026, cakupan Program diperluas menjadi sekitar 32.000 siswa tanpa membedakan latar belakang ekonomi, baik di sekolah Negeri maupun swasta, termasuk yang berada di bawah naungan Kementerian Agama maupun yayasan.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan pendidikan, seperti seragam sekolah, didistribusikan secara bertahap melalui dua fase. Saat ini, proses penyaluran masih berlangsung dan ditargetkan seluruh siswa dapat menerima bantuan tersebut pada tahun 2026.
Terkait program beasiswa bagi mahasiswa, Syahmiludin menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah menerapkan kebijakan “satu Kartu Keluarga (KK) satu sarjana”. Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Barito Utara.
(A)


.jpg)


.jpg)









