- Naruk Saritani Desak Tindakan Tegas, Disiplin Kepsek Dipertanyakan
- Program Untuk Beasiswa Mahasiswa Dipertanyakan Pada RDP Komisi I DPRD Barito Utara
- Kekosongan Tenaga Medis di desa terpencil, Picu Keprihatinan Waket II DPRD Barito Utara
- Direktorat Narkoba Polda Metro Rilis Hasil Ungkap Ribuan Kasus Periode Januari - Maret 2026
- Alhadi Soroti Kekosongan Guru di Desa, Dorong Beasiswa hingga Relokasi Sekolah Rawan Banjir
- DPRD Barito Utara Gelar RDP Bahas Kekosongan Guru di Desa Pasca Pengangkatan PPPK
- KIM Jadi Garda Depan Perang Informasi: Dari Majalengka, Jawa Barat Gaspol Lawan Hoaks di Era Digital!
- Pengelolaan Sampah, H Parmana Setiawan Dorong Langkah Nyata Dan Terukur
- RDP Sampah DPRD Barito Utara, H. Tajeri Tekankan Kesejahteraan Petugas dan Perda Berbasis Manfaat
- DPRD Barito Utara Dorong Penanganan Sampah Menyeluruh hingga Desa
Kekosongan Tenaga Medis di desa terpencil, Picu Keprihatinan Waket II DPRD Barito Utara

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – DPRD Barito Utara melalui Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tiga agenda sekaligus bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta BPJS Muara Teweh. Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan Krusial, mulai dari kekosongan penetapan guru di desa Pasca pengangkatan PPPK paruh waktu, ketersediaan obat-obatan di Pustu, hingga pelayanan BPJS di rumah sakit.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat DPRD setempat, Selasa (07/04/2026).
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I Hj Nety Herawati, didampingi anggota Patih Herman, H Alhadi, dan Naruk Saritani. Turut hadir Asisten I Setda Eveready Noor, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, serta perwakilan BPJS untuk memberikan penjelasan terkait isu-isu yang dibahas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Barito Utara Hj Henny Rosgiati menyampaikan hasil resesnya ke sejumlah desa terpencil. Ia mengaku terharu melihat adanya peningkatan Fasilitas penunjang pendidikan yang telah dirasakan masyarakat, baik dari Pemerintah Kabupaten maupun dukungan DPRD.
Namun demikian, ia menekankan masih adanya persoalan mendasar, terutama terkait keterbatasan jaringan Internet yang dinilai menghambat akses teknologi bagi para siswa di daerah terpencil.
“Kami berharap masalah jaringan ini segera menjadi perhatian, agar anak-anak di desa juga bisa mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.
Selain itu, Henny juga menyoroti persoalan serius di bidang kesehatan, yakni tidak tersedianya tenaga Medis di beberapa desa terpencil seperti Haragandang, Muara Pari, dan Linon Besi.
Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan karena berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan warga saat Reses, dalam kurun waktu satu tahun terdapat dua ibu yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Muara Teweh akibat keterlambatan penanganan Medis.
“Huang ije nyelo tuh badue biti jadi bu ai ji malihi melahirkan, malihi si jalan hindai sampai RSUD Muara Teweh awi idada tenaga medis e,” ucapnya, menirukan keluhan warga dalam bahasa Dayak Bakumpai.
Henny Rosgiati pun berharap Pemerintah Kabupaten Barito Utara segera mengambil langkah konkret, baik dalam peningkatan Fasilitas kesehatan maupun penempatan tenaga Medis di wilayah-wilayah terpencil.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut nyawa manusia dan menjadi tanggung jawab moral bagi DPRD sebagai wakil rakyat.
(A)












