- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
Kekosongan Tenaga Medis di desa terpencil, Picu Keprihatinan Waket II DPRD Barito Utara

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – DPRD Barito Utara melalui Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tiga agenda sekaligus bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta BPJS Muara Teweh. Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan Krusial, mulai dari kekosongan penetapan guru di desa Pasca pengangkatan PPPK paruh waktu, ketersediaan obat-obatan di Pustu, hingga pelayanan BPJS di rumah sakit.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat DPRD setempat, Selasa (07/04/2026).
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I Hj Nety Herawati, didampingi anggota Patih Herman, H Alhadi, dan Naruk Saritani. Turut hadir Asisten I Setda Eveready Noor, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, serta perwakilan BPJS untuk memberikan penjelasan terkait isu-isu yang dibahas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Barito Utara Hj Henny Rosgiati menyampaikan hasil resesnya ke sejumlah desa terpencil. Ia mengaku terharu melihat adanya peningkatan Fasilitas penunjang pendidikan yang telah dirasakan masyarakat, baik dari Pemerintah Kabupaten maupun dukungan DPRD.
Namun demikian, ia menekankan masih adanya persoalan mendasar, terutama terkait keterbatasan jaringan Internet yang dinilai menghambat akses teknologi bagi para siswa di daerah terpencil.
“Kami berharap masalah jaringan ini segera menjadi perhatian, agar anak-anak di desa juga bisa mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.
Selain itu, Henny juga menyoroti persoalan serius di bidang kesehatan, yakni tidak tersedianya tenaga Medis di beberapa desa terpencil seperti Haragandang, Muara Pari, dan Linon Besi.
Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan karena berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan warga saat Reses, dalam kurun waktu satu tahun terdapat dua ibu yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Muara Teweh akibat keterlambatan penanganan Medis.
“Huang ije nyelo tuh badue biti jadi bu ai ji malihi melahirkan, malihi si jalan hindai sampai RSUD Muara Teweh awi idada tenaga medis e,” ucapnya, menirukan keluhan warga dalam bahasa Dayak Bakumpai.
Henny Rosgiati pun berharap Pemerintah Kabupaten Barito Utara segera mengambil langkah konkret, baik dalam peningkatan Fasilitas kesehatan maupun penempatan tenaga Medis di wilayah-wilayah terpencil.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut nyawa manusia dan menjadi tanggung jawab moral bagi DPRD sebagai wakil rakyat.
(A)


.jpg)

.jpg)











