- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
Kekosongan Tenaga Medis di desa terpencil, Picu Keprihatinan Waket II DPRD Barito Utara

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – DPRD Barito Utara melalui Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tiga agenda sekaligus bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta BPJS Muara Teweh. Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan Krusial, mulai dari kekosongan penetapan guru di desa Pasca pengangkatan PPPK paruh waktu, ketersediaan obat-obatan di Pustu, hingga pelayanan BPJS di rumah sakit.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat DPRD setempat, Selasa (07/04/2026).
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I Hj Nety Herawati, didampingi anggota Patih Herman, H Alhadi, dan Naruk Saritani. Turut hadir Asisten I Setda Eveready Noor, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, serta perwakilan BPJS untuk memberikan penjelasan terkait isu-isu yang dibahas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Barito Utara Hj Henny Rosgiati menyampaikan hasil resesnya ke sejumlah desa terpencil. Ia mengaku terharu melihat adanya peningkatan Fasilitas penunjang pendidikan yang telah dirasakan masyarakat, baik dari Pemerintah Kabupaten maupun dukungan DPRD.
Namun demikian, ia menekankan masih adanya persoalan mendasar, terutama terkait keterbatasan jaringan Internet yang dinilai menghambat akses teknologi bagi para siswa di daerah terpencil.
“Kami berharap masalah jaringan ini segera menjadi perhatian, agar anak-anak di desa juga bisa mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.
Selain itu, Henny juga menyoroti persoalan serius di bidang kesehatan, yakni tidak tersedianya tenaga Medis di beberapa desa terpencil seperti Haragandang, Muara Pari, dan Linon Besi.
Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan karena berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan warga saat Reses, dalam kurun waktu satu tahun terdapat dua ibu yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Muara Teweh akibat keterlambatan penanganan Medis.
“Huang ije nyelo tuh badue biti jadi bu ai ji malihi melahirkan, malihi si jalan hindai sampai RSUD Muara Teweh awi idada tenaga medis e,” ucapnya, menirukan keluhan warga dalam bahasa Dayak Bakumpai.
Henny Rosgiati pun berharap Pemerintah Kabupaten Barito Utara segera mengambil langkah konkret, baik dalam peningkatan Fasilitas kesehatan maupun penempatan tenaga Medis di wilayah-wilayah terpencil.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut nyawa manusia dan menjadi tanggung jawab moral bagi DPRD sebagai wakil rakyat.
(A)


.jpg)


.jpg)









