Kekosongan Tenaga Medis di desa terpencil, Picu Keprihatinan Waket II DPRD Barito Utara

By Redaksi 09 Apr 2026, 01:28:00 WIB Kalimantan
Kekosongan Tenaga Medis di desa terpencil,  Picu Keprihatinan Waket II  DPRD Barito Utara

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – DPRD Barito Utara melalui Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tiga agenda sekaligus bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta BPJS Muara Teweh. Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan Krusial, mulai dari kekosongan penetapan guru di desa Pasca pengangkatan PPPK paruh waktu, ketersediaan obat-obatan di Pustu, hingga pelayanan BPJS di rumah sakit.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat DPRD setempat, Selasa (07/04/2026).
   
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I Hj Nety Herawati, didampingi anggota Patih Herman, H Alhadi, dan Naruk Saritani. Turut hadir Asisten I Setda Eveready Noor, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, serta perwakilan BPJS untuk memberikan penjelasan terkait isu-isu yang dibahas.
   
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Barito Utara Hj Henny Rosgiati menyampaikan hasil resesnya ke sejumlah desa terpencil. Ia mengaku terharu melihat adanya peningkatan Fasilitas penunjang pendidikan yang telah dirasakan masyarakat, baik dari Pemerintah Kabupaten maupun dukungan DPRD.
   
Namun demikian, ia menekankan masih adanya persoalan mendasar, terutama terkait keterbatasan jaringan Internet yang dinilai menghambat akses teknologi bagi para siswa di daerah terpencil.
   
“Kami berharap masalah jaringan ini segera menjadi perhatian, agar anak-anak di desa juga bisa mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.
   
Selain itu, Henny juga menyoroti persoalan serius di bidang kesehatan, yakni tidak tersedianya tenaga Medis di beberapa desa terpencil seperti Haragandang, Muara Pari, dan Linon Besi.
   
Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan karena berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
   
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan warga saat Reses, dalam kurun waktu satu tahun terdapat dua ibu yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Muara Teweh akibat keterlambatan penanganan Medis.
   
“Huang ije nyelo tuh badue biti jadi bu ai ji malihi melahirkan, malihi si jalan hindai sampai RSUD Muara Teweh awi idada tenaga medis e,” ucapnya, menirukan keluhan warga dalam bahasa Dayak Bakumpai.
   
Henny Rosgiati pun berharap Pemerintah Kabupaten Barito Utara segera mengambil langkah konkret, baik dalam peningkatan Fasilitas kesehatan maupun penempatan tenaga Medis di wilayah-wilayah terpencil.
   
Ia menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut nyawa manusia dan menjadi tanggung jawab moral bagi DPRD sebagai wakil rakyat.
    (A)




  • Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa

    🕔12:01:49, 14 Agu 2026
  • DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jelang HUT ke-81 RI

    🕔17:04:19, 14 Agu 2026
  • Dengarkan Pidato Kenegaraan, Anggota DPRD, Gun Sri Witanto Tekankan Pentingnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Amanah UUD 45

    🕔17:46:57, 14 Agu 2026
  • Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia

    🕔18:03:43, 14 Agu 2026
  • Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD

    🕔15:27:20, 13 Agu 2026