- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
- Tampilkan Tokoh Wayang Bima dan Gatut Kaca Satlantas Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 .
- Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Majalengka Dorong Atap Genting sebagai Kebijakan Ekonomi Rakyat
- BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun
- Pimpin Cabor Percasi Kota Blitar Ini Pesan Mohammad Trijanto Kepada Atlit
- Hari Jadi Majalengka ke-186, Puluhan Anak Ikuti Sunatan Massal di Puskesmas Leuwimunding
- Polemik Kepemimpinan PPP Jawa Barat Memanas: Pepep Saeful Hidayat Gugat SK Plt Uu Ruzhanul ke Mahkamah Partai
- Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027
- Operasi Keselamatan Jaya 2026 Berlangsung Hingga 15 Februari 2026
- Rayakan Tahun Ke-4 SimInvest, Simversary Investors League 2025 Sukses Digelar
Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027

Keterangan Gambar : Poto istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah tegas untuk mengurai kemacetan kronis di perlintasan sebidang kereta api (KA) Jalan Raya Citayam dengan mengajukan pembangunan terowongan atau underpass kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa permasalahan kemacetan di kawasan tersebut membutuhkan penanganan serius dan cepat. Karena itu, pembangunan underpass Citayam dimasukkan sebagai program prioritas Pemkot Depok pada tahun 2027.
“Kita alokasikan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan underpass Citayam,” ujar Supian Suri saat Forum Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD 2027 di Aula Serbaguna belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027
- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
- Kasus Pembunuhan WAT di Depok, LBH Matasiri Minta LPSK Kawal Restitusi dan Perlindungan Korban
- Didampingi LBH Matasiri, Istri Korban Pembunuhan di Tapos Datangi POMAL Minta Pelaku Dihukum Berat.
- Poskamling RW 02 Tirtajaya Harumkan Sukmajaya, Pemkot Depok Tetapkan Juara 3 Siskamling 2025
Ia menjelaskan, percepatan proyek underpass ini harus dilakukan melalui kerja sama lintas daerah, mengingat Jalan Raya Citayam merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Depok dan Kabupaten Bogor.
“Kabupaten Bogor juga sudah berkomitmen mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang relatif sama. Jadi pembebasan lahan underpass ini merupakan kerja sama kita berdua,” ungkapnya.
Dengan komunikasi dan sinergi yang telah terjalin, Supian Suri berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera merealisasikan pembangunan fisik underpass tersebut pada 2027.
“InsyaAllah di 2027 Pemprov Jabar akan mengalokasikan anggaran pembangunan fisiknya hampir Rp200 miliar untuk menyelesaikan kemacetan di Jalan Raya Citayam,” terangnya.
Jawaban atas Kemacetan Kronis
Menurut Supian Suri, keberadaan underpass sangat krusial mengingat tingginya frekuensi perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas di perlintasan sebidang Citayam.
“Kalau kita runut, dari arah utara setiap tiga menit KRL melintas, sehingga kemacetan tidak akan bisa terurai tanpa underpass atau flyover,” jelasnya.
Selain mengurangi kemacetan, pembangunan underpass ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepastian waktu tempuh, memperlancar mobilitas warga, serta memudahkan akses kendaraan darurat tanpa terganggu jadwal perjalanan kereta.
“Dari utara sudah ada Bundaran UI, lalu flyover Arif Rahman Hakim, kemudian underpass Dewi Sartika. Pekerjaan rumah kita tinggal satu, yakni Citayam, karena masih melintasi jalur kereta api,” papar Supian Suri.
Sebagai informasi, pembangunan underpass Citayam merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah untuk meningkatkan konektivitas dan mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah selatan Kota Depok. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















