- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis.
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah.
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis
- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
Tragedi Kalibata Sisakan Masalah Baru, Pedagang Terdampak Hanya Terima Belasan Juta

Keterangan Gambar : Pedagang kalibata mengalami kerugian akibat tragedi Kalibata beberapa waktu lalu.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Polemik penyaluran bantuan pascatragedi Kalibata kembali mencuat. Sejumlah pedagang kecil di kawasan kuliner seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata mengadukan persoalan ini ke pihak kepolisian, menyusul munculnya rasa ketidakadilan dalam pembagian dana bantuan sebesar Rp440 juta.
Berdasarkan keterangan para pedagang, dana bantuan dari kepolisian tersebut disalurkan melalui koordinator pedagang dan dibagikan secara merata kepada seluruh kios yang terdata. Padahal, dari total 37 kios, hanya sekitar 21 kios yang benar-benar terdampak langsung akibat peristiwa amuk massa pada 11 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
Akibat skema pembagian tersebut, kios yang mengalami kerusakan berat justru hanya menerima bantuan dalam kisaran belasan juta rupiah. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk menutup kerugian yang dialami para pedagang yang kehilangan bangunan, peralatan, dan stok dagangan.
Salah satu pedagang terdampak, Henny Maria, pemilik usaha Steak Twogether, mengaku mengalami kerugian hingga mencapai Rp100 juta. Ia baru saja melakukan relokasi dan renovasi pada Juli 2025, sekaligus mengganti konsep usaha dari penyajian piring ke hotplate dengan pembelian berbagai peralatan baru.
“Usaha ini sudah saya bangun selama tiga tahun. Tempat yang terbakar itu adalah lokasi terbaik yang pernah saya miliki selama berjualan di Kalibata. Semua hangus,” ujar Henny.
Henny dan sejumlah pedagang lainnya menilai pembagian bantuan yang disamakan antara kios terdampak dan tidak terdampak merupakan langkah yang kurang tepat. Menurut mereka, bantuan seharusnya diprioritaskan bagi pedagang yang benar-benar kehilangan tempat usaha dan seluruh aset dagangnya.
Bahkan, beberapa pedagang mengaku terpaksa gulung tikar karena tidak memiliki modal untuk kembali berjualan dan masih mengalami trauma. Bantuan yang diterima dinilai tidak cukup untuk menyewa tempat baru, membeli peralatan, maupun mengisi kembali stok bahan dagang. Tak sedikit pula pedagang yang nekat berutang demi bisa kembali membuka usaha.
Di sisi lain, para pedagang mengaku belum melihat adanya langkah tegas dari pemerintah daerah untuk mengevaluasi persoalan ini. Mereka menilai pemerintah terkesan diam dan membiarkan konflik internal antar pedagang terus berlarut-larut, tanpa keberpihakan yang jelas terhadap pedagang kecil.
Para pedagang Kalibata berharap pemerintah dan aparat terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pembagian bantuan, sekaligus menghadirkan solusi konkret agar pelaku UMKM yang benar-benar terdampak dapat bangkit kembali dan memperoleh penghidupan yang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tragedi Kalibata kini tak hanya meninggalkan luka fisik, trauma, dan kerugian ekonomi, tetapi juga memunculkan persoalan keadilan sosial yang hingga kini belum terselesaikan. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).











.jpg)




