- Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
- Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian
- Ahmad Nawawi Resmi Maju Calon Ketua Umum PB Mathla, ul Anwar 2026–2031
- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
- Audiensi PRSI di BRIN, Awali Penguatan Kolaborasi Strategis
- Halal Bihalal PKS Majalengka Dihadiri Bupati dan DPR RI, Seruan Langkung Sae Menguat
- Implementasi Robotika untuk Negeri di Padang, Siswa MAN 1 Tunjukkan Prestasi Gemilang
- LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas
- Kantah Kab Tangerang Laksanakan Pembayaran Uang Ganti Rugi
- Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal
Tragedi Kalibata Sisakan Masalah Baru, Pedagang Terdampak Hanya Terima Belasan Juta

Keterangan Gambar : Pedagang kalibata mengalami kerugian akibat tragedi Kalibata beberapa waktu lalu.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Polemik penyaluran bantuan pascatragedi Kalibata kembali mencuat. Sejumlah pedagang kecil di kawasan kuliner seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata mengadukan persoalan ini ke pihak kepolisian, menyusul munculnya rasa ketidakadilan dalam pembagian dana bantuan sebesar Rp440 juta.
Berdasarkan keterangan para pedagang, dana bantuan dari kepolisian tersebut disalurkan melalui koordinator pedagang dan dibagikan secara merata kepada seluruh kios yang terdata. Padahal, dari total 37 kios, hanya sekitar 21 kios yang benar-benar terdampak langsung akibat peristiwa amuk massa pada 11 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global
- Dampak Harga Plastik Naik: Keuntungan UMKM Menyusut
- Wamen UMKM Sebut Kewirausahaan Jadi Kunci Keberhasilan Hadapi Puncak Demografi
- Wamenkop Dorong Koperasi TCI Jalin Sinergi dengan Kopdes Merah Putih Di Tengah Kinerja Yang Solid
- Kemenkop Fokus Perkuat Sinergi Hadapi Tahap Operasionalisasi Kopdes Merah Putih
Akibat skema pembagian tersebut, kios yang mengalami kerusakan berat justru hanya menerima bantuan dalam kisaran belasan juta rupiah. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk menutup kerugian yang dialami para pedagang yang kehilangan bangunan, peralatan, dan stok dagangan.
Salah satu pedagang terdampak, Henny Maria, pemilik usaha Steak Twogether, mengaku mengalami kerugian hingga mencapai Rp100 juta. Ia baru saja melakukan relokasi dan renovasi pada Juli 2025, sekaligus mengganti konsep usaha dari penyajian piring ke hotplate dengan pembelian berbagai peralatan baru.
“Usaha ini sudah saya bangun selama tiga tahun. Tempat yang terbakar itu adalah lokasi terbaik yang pernah saya miliki selama berjualan di Kalibata. Semua hangus,” ujar Henny.
Henny dan sejumlah pedagang lainnya menilai pembagian bantuan yang disamakan antara kios terdampak dan tidak terdampak merupakan langkah yang kurang tepat. Menurut mereka, bantuan seharusnya diprioritaskan bagi pedagang yang benar-benar kehilangan tempat usaha dan seluruh aset dagangnya.
Bahkan, beberapa pedagang mengaku terpaksa gulung tikar karena tidak memiliki modal untuk kembali berjualan dan masih mengalami trauma. Bantuan yang diterima dinilai tidak cukup untuk menyewa tempat baru, membeli peralatan, maupun mengisi kembali stok bahan dagang. Tak sedikit pula pedagang yang nekat berutang demi bisa kembali membuka usaha.
Di sisi lain, para pedagang mengaku belum melihat adanya langkah tegas dari pemerintah daerah untuk mengevaluasi persoalan ini. Mereka menilai pemerintah terkesan diam dan membiarkan konflik internal antar pedagang terus berlarut-larut, tanpa keberpihakan yang jelas terhadap pedagang kecil.
Para pedagang Kalibata berharap pemerintah dan aparat terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pembagian bantuan, sekaligus menghadirkan solusi konkret agar pelaku UMKM yang benar-benar terdampak dapat bangkit kembali dan memperoleh penghidupan yang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tragedi Kalibata kini tak hanya meninggalkan luka fisik, trauma, dan kerugian ekonomi, tetapi juga memunculkan persoalan keadilan sosial yang hingga kini belum terselesaikan. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)



.jpg)











