- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Penyaluran Tali Asih PPKH 281 PT NPR, Pemdes dan BPD Karendan-Muara Pari Jelaskan Mekanisme
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
- DPMPTSP Barito Utara Perkuat Pengawasan Investasi, Pastikan Kepatuhan Pelaku Usaha
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
Pidato Presiden Disikapi Anggota Komisi VII
Politisasi agama dan Waspada Buzzer

Keterangan Gambar : Anggota Komisi VII DPR RI Bukhori Yusuf
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Bukhori Yusuf menyikapi pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta jangan sampai terjadi politisasi agama dalam kancah pelaksanaan pemilu, Rabu (17/08/22).Sidang tahunan rapat paripurna DPR RI.
Menurut Bukhori Yusuf, politik berbasis agama adalah ajaran ajaran yang memberikan moralitas cara berpikir secara baik. "Berkeadilan, berkemajuan, berperadaban dan berperikemanusiaan,"tuturnya di sampaikan di laman medsos DPR RI.
Masih katanya, selama ini praktek berpolitisasi agama terutama dalam konteks khususnya saat kampanye inikan tidak dilakukan oleh partai politik. "Tetapi para buzzer itulah yang tidak mendapatkan cukup tentang pengetahuan berperiperadaban,"pungkasnya.(wahyu)











.jpg)




