- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, termasuk penguatan ekonomi hijau yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam mengelola sumber daya secara produktif, adil, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam transformasi ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Menkop Ferry Juliantono sekaligus Ketua IKA Unpad membuka Forum Ekonomi Hijau bertajuk “Pengembangan Ekosistem dan Sumber Daya” yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) di Auditorium PLN Kantor Pusat, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Forum tersebut turut dihadiri Dewan Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Pakar IKA Unpad Burhanuddin Abdullah, Wakil Rektor Unpad Widya Setiabudi Sumadinata, Direktur Utama PLN Joko Triharyanto, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Masyita Crystallin, dan sejumlah stakeholder lainnya.
Baca Lainnya :
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
- Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat
- Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan dan inklusif. “Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Koperasi mendorong berbagai kegiatan perkembangan koperasi berbasis energi terbarukan, sehingga instrumen kemandirian ekonomi desa itu juga bisa berkembang secara bersamaan,” ujarnya.
Salah satu contoh yang sedang dilakukan, Kementerian Koperasi mendapatkan amanat untuk membuat dan mendirikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ketika di lapangan menemukan fakta tentang masih ada desa-desa yang belum memiliki akses listrik. Desa-desa tersebut menggunakan solar yang kekuatannya hanya 4-5 jam.
“Kemudian, waktu itu kami berdiskusi dengan PT PLN dan membuat pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 6 mega yang kami buat pilot project di Sembur Laut, di Pulau Sumber Laut, Kota Batam. Dalam waktu dekat sudah bisa diresmikan untuk menjadi model percontohan dan harapannya nanti di desa-desa yang belum memiliki listrik ini bisa direplikasi di desa-desa tersebut,” ucapnya.
Menurut Menkop, jumlah desa yang belum ada listriknya, mereka menggunakan solar yang cukup mahal bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan pendapatan.
“Dengan kekayaan potensi yang dimiliki ini sebenarnya masih perlu untuk ditingkatkan karena kita juga memiliki tantangan yang besar juga seperti penguatan kapasitas SDM, teknologi, koordinasi lintas sektor, serta memastikan transisi ekonomi yang hadir bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, diperlukan kebijakan dan pembiayaan yang inovatif agar pembangunan hijau juga dapat berjalan secara inklusif,” ujarnya.
Menurut Menkop, transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya bertumpu pada kebijakan nasional dan juga dari pelaku usaha besar, tapi juga harus tumbuh dari tingkat tingkat komunitas. Saya berharap forum ini bisa menghasilkan sesuatu rekomendasi yang menjadi referensi bagi semua stakeholder,” ucap Menkop.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau Ferdian Agustiana menjelaskan bahwa Forum tersebut hadir sebagai ruang dialog, ruang kolaborasi, dan ruang bertemu dari berbagai perspektif, seperti dari unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami meyakini bahwa agenda ekonomi hijau tidak dapat dijalankan untuk satu institusi saja. Dibutuhkan ruang kolaborasi kita semua, sinergi, dan kesediaan untuk bekerja sama. Melalui forum ini, kami berharap dapat lahir berbagai gagasan, perspektif, inisiatif yang mampu memperkaya upaya kita bersama dalam mendorong transformasi ekonomi yang berkelanjutan, lebih inklusif, dan berdaya saing,” papar Ferdian.(AS/MP).
















