- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
- Babinsa Jajaran Kodim 0506/Tgr Bersama Komduk Patroli Malam.
- Perbasi Cup Bergulir, Maryono: Olahraga Buka Peluang Wisata dan Ekonomi.
- Berita Sahih dan Kabar Bohong Makin Kabur, Masyarakat Harus Cermat
- Jaga Layanan Air Tetap Optimal, Sachrudin Cek Kondisi Cisadane.
- Handoko Tenang Tanggapi Demo Forum Pemuda Peduli ( FPP ) Desa Serang ini Alasanya.
- Warnai HUT TNI Ke 81 Bantaran Sungai Karplos Kota Blitar Jadikan Kawasan Asri.
- Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan di Kantah Kabupaten Bogor I Tetap Berjalan Normal Pascapenyidikan Kepolisian.
- Supangat : Alhamdulilah Gercep PUPR dan Bupati Rijanto Jalan Kami Lancar.
- Bupati Shalahuddin Hadiri Haul Abuya Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam Yang ke 5
Indonesia Bidik Penguatan Industri Nasional Lewat Kolaborasi Strategis dengan Rusia
.jpg)
Keterangan Gambar : Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev. (Foto: dok. Kemenperin)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Pemerintah Indonesia terus memperluas kerja sama industri dengan Rusia melalui penguatan kolaborasi di berbagai sektor strategis. Hubungan bilateral kedua negara dinilai semakin berkembang, terutama dalam bidang industri, perdagangan, investasi, hingga penguatan teknologi.
Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, mengatakan Rusia merupakan mitra penting dalam pengembangan industri nasional Indonesia. Menurutnya, seluruh potensi kerja sama yang telah dibangun harus segera direalisasikan dalam bentuk konkret agar memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pembangunan industri nasional. Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama tidak berhenti pada komitmen, tetapi menjadi langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Faisol dalam Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg, Senin (11/5/2026).
Baca Lainnya :
Pertemuan bilateral tersebut juga melibatkan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, Alexey Vladimirovich Gruzdev. Diskusi ini menjadi tindak lanjut dari pertemuan tingkat kepala negara yang berlangsung di Moskow pada April 2026.
Kedua negara sepakat bahwa hubungan bilateral menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia dan Rusia tercatat mencapai USD 4,04 miliar.
Pemerintah Indonesia menilai sejumlah sektor memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama, di antaranya industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, farmasi, alat kesehatan, hingga teknologi industri.
Faisol menegaskan momentum kerja sama ini harus dimanfaatkan untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi guna meningkatkan daya saing industri nasional.
Selain itu, Indonesia dan Rusia juga sepakat mempercepat implementasi
Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku tahun depan. Kesepakatan tersebut diyakini dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.
Dalam forum tersebut, kedua pihak turut membahas finalisasi nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama industri sebagai payung hukum kolaborasi jangka panjang.
Penandatanganan MoU direncanakan berlangsung pada ajang INNOPROM 2026, di mana Indonesia akan menjadi Partner Country.
Tak hanya itu, kedua negara juga menyoroti pentingnya forum multilateral seperti BRICS, termasuk peran BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC), dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan percepatan transformasi industri nasional.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)













