- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Dandim 0808 Blitar Usai Upacara HUT RI ke 81 Lanjut Ziarah ke Makam Bung Karno
- Kenakan Pita Hitam, 9 Ribu Personel Gabungan TNI Polri Kawal 47 Kegiatan Termasuk Demo di Jakarta
- Polda Metro Peduli Korban Gempa NTT, Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Semangat Kemerdekaan Menggema di Barito Utara, Merah Putih Berkibar di Arena Tiara Batara
- Tutup Rangkaian Kegiatan Hut 8I RI Pemkab Barito Utara Gelar Resepsi dan Malam Ramah Tamah
- H.Parmana Setiawan dan Gun Sri Witanto Turut Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Ramah Tamah
Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
.jpg)
Keterangan Gambar : Faisal Anwar, ke Galeri Dekranasda dan UKM Center Balikpapan
MEGAPOLITANPOS.COM, Balikpapan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong perluasan pasar bagi produk unggulan daerah sebagai bagian dari penguatan daya saing UMKM berbasis budaya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Tenaga Ahli Menteri UMKM Bidang Pembiayaan dan Skema UMKM, Faisal Anwar, ke Galeri Dekranasda dan UKM Center Balikpapan dalam rangkaian Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (16/6).
"Produk-produk UMKM Kalimantan Timur memiliki kualitas yang sangat baik dengan karakter yang kuat. Motif batik seperti Tengkawang Ampiek menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan alam Kalimantan Timur dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan bernilai ekonomi tinggi," ujar Faisal.
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Dandim 0808 Blitar Usai Upacara HUT RI ke 81 Lanjut Ziarah ke Makam Bung Karno
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
Dalam kunjungan tersebut, Faisal meninjau berbagai produk unggulan karya pengusaha UMKM Kalimantan Timur, mulai dari kriya, tenun, suvenir, hingga batik khas daerah. Salah satu produk yang menarik perhatian adalah batik bermotif Tengkawang Ampiek yang mengangkat kekayaan hayati Kalimantan serta merepresentasikan nilai filosofis dan identitas budaya yang kuat.
Faisal mengatakan, keberadaan Galeri Dekranasda dan UKM Center memiliki peran strategis sebagai etalase produk unggulan daerah sekaligus menjadi pusat promosi dan pemasaran bagi pengusaha UMKM.
Menurutnya, pengembangan industri batik dan fesyen berbasis budaya lokal dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas daerah. Oleh karena itu, wastra khas Kalimantan Timur perlu terus dipromosikan dan digunakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Faisal juga mendorong agar penggunaan batik khas Kalimantan Timur tidak hanya terbatas pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
"Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah menetapkan satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengenakan batik khas Kalimantan Timur. Kebijakan ini tidak hanya menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para perajin dan pengusaha UMKM batik di daerah," katanya.
Ia menambahkan, ribuan ASN di Kalimantan Timur yang secara rutin menggunakan batik khas daerah akan menciptakan permintaan yang berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi para perajin batik, penjahit, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.
"UMKM membutuhkan pasar yang berkelanjutan. Ketika pemerintah daerah memberikan keberpihakan melalui penggunaan produk lokal, sesungguhnya pemerintah sedang membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ekonomi daerah," kata Faisal.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, Heru Ressandy Kusuma, mengatakan Galeri Dekranasda dan UKM Center merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam menyediakan ruang promosi, pemasaran, dan pengembangan bagi produk-produk UMKM lokal.
Menurut Heru, keberadaan fasilitas tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi pengusaha UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat, wisatawan, maupun calon pembeli dari berbagai daerah.
"Batik Kalimantan Timur saat ini telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk melalui gerai SMESCO Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa produk UMKM Kalimantan Timur memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di pasar nasional," ujarnya.
Heru menambahkan, sinergi antara dukungan pemerintah, peningkatan kualitas produk, serta tumbuhnya kebanggaan masyarakat menggunakan produk lokal akan menjadi fondasi penting dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya daerah.
Kunjungan Kementerian UMKM ke Galeri Dekranasda dan UKM Center Balikpapan menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya bertumpu pada akses pembiayaan dan perluasan pasar, tetapi juga membutuhkan penguatan identitas budaya, peningkatan apresiasi terhadap produk lokal, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Melalui penguatan wastra khas Kalimantan Timur sebagai bagian dari identitas daerah, diharapkan semakin banyak produk UMKM yang mampu menembus pasar yang lebih luas sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(AS/MP).
















