- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Peringati Hari Stroke Sedunia, RSUD Kota Tangerang Edukasi Pasien Terhadap Penyakit Stroke

Keterangan Gambar : Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang melakukan konseling terhadap pasien dan keluarga pasien.
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Guna memberikan edukasi dalam penanganan penyakit stroke, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang melakukan konseling terhadap pasien dan keluarga pasien yang rentan terserang penyakit stroke. Konseling ini pun merupakan bagian dalam memperingati Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day).
Dokter ahli Neurologi, dr Eko Yuwono, Sp.N mengatakan, bahwa stroke merupakan penyakit yang kegawatdaruratan. Sebab, salahnya penanganan dalam pasien yang terserang stroke, dapat mengakibatkan kecacatan pada pasien tersebut.
"Apabila ada yang terserang stroke, secepatnya harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Karena pengobatan dan penanganannya hanya ada di rumah sakit," tegas dr Eko dihadapan para pasein dan keluarga pasien dilorong lantai dasar RSUD Kota Tangerang, Jalan Pulau Putri Raya, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Kamis, (02/11/2023).
Baca Lainnya :
- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
dr. Eko menjelaskan, tanda tanda gejala stroke itu bisa dilihat dengan mata, seperti senyum seseorang yang tidak simetris, tangan dan kaki mulai tidak bisa digerakkan baik separuh atau secara keseluruhan.
Tanda lainnya seperti kesemutan atau baal di bagian tubuh, mata terasa kabur atau rabun tiba tiba, dan tida bisa menelan ataupun ngomong.
"Nah jika menemukan yang seperti ini langsung cek kesehatannya, karena stroke itu lebih baik ditangani awal waktu. karena masih ada harapan untuk dilakukan pencegahan agar tidak timbul gejala stroke tersebut," terangnya.
"Stroke itu sumbatan, dan jika sumbatan itu bisa dilepaskan dalam waktu kurun 4 setengah jam, tapi kalau sudah lewat itu menyebabkan sel saraf mati dan tidak bisa di pulihkan kembali, dan itu yang menyebabkan kecacatan," tambahnya.
dr Eko menerangkan, stroke itu penyakit berbahaya, karena faktor terjadinya kematian nomor dua di dunia itu adalah penyakit stroke, jadi wajib masyarakat melakukan pencegahan.
"Cara mencegahnya itu adalah dengan melakukan ubah gaya hidup, ubah pola makan, ubah aktifitas fisik, kelola stres dan check up kesehatan. Seperti yang tadinya males gerak, jadi banyak gerak. mengubah pola makan yang sehat, dan menghindari setres atau kecemasan. jangan gampang emosional dan sering marah marah, karena itu juga bisa menimbulkan atau memicu penyakit stroke," jelasnya.
lanjut dr Eko menjelaskan, bahwa jika seseorang mengalami stroke dan melakukan pengobatan non medis (tradisional) itu tidak masalah, asalkan pengobatan medisnya tetap di jalankan.
"kalau secara pribadi, pengobatan tradisional itu tidak ada masalah asalkan pengobatan dari medis tetap di jalankan dan seluruh obatnya juga di minum, tetapi jika pengobatan medisnya di tinggalkan itu malah jadi masalah," imbuhnya.
dr Eko menambahkan, jika masyarakat sudah terkena penyakit stroke diharapkan harus intens melakukan pengobatan dan kontrol kepada rumah sakit.
"Saya juga berharap jika memang sudah terkena penyakit stroke, support keluarga dan diri itu wajib di bangun dan di selaraskan, agar penyakit tersebut tidak tambah parah," pungkas Eko penuh harapan. ** (Jhn/Nan)















