- Wabup Felix Dorong Industri Kreatif Barito Utara Berkembang Maju
- BLK Barito Utara Gandeng Mitra Industri, Lulusan Diproyeksikan Langsung Masuk Dunia Kerja
- Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa.
- Tanggapan Maxim Indonesia Mengenai Program Turbo, Komisi Aplikasi, dan Biaya Layanan
- BNI Tawarkan SBR015 lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% dan Cashback hingga Rp15 Juta
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola

Keterangan Gambar : Poto istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Arus urbanisasi pasca-Lebaran kembali meningkat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.776 pendatang baru masuk ke Ibu Kota hingga 1 April 2026.
Mayoritas pendatang didominasi laki-laki dan berasal dari kelompok usia produktif.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mengungkapkan bahwa komposisi pendatang terdiri dari 891 laki-laki atau 50,17 persen dan 885 perempuan atau 49,83 persen.
Baca Lainnya :
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas
- Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan
- Pemprov DKI Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pramono Ajak ASN Jaga Keberagaman
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
“Mayoritas pendatang berada pada usia produktif, yakni 15 hingga 64 tahun, dengan persentase mencapai 79,34 persen,” ujar Denny dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Kamis (2/4/2026).
Fenomena ini mencerminkan tingginya daya tarik Jakarta sebagai pusat ekonomi dan peluang kerja, terutama setelah momentum Lebaran yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk merantau.
Layanan Jemput Bola untuk Pendataan
Untuk memastikan tertib administrasi kependudukan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dukcapil menggelar sosialisasi sekaligus layanan “jemput bola” sepanjang April 2026.
Program ini menjangkau seluruh wilayah kota administrasi hingga Kabupaten Kepulauan Seribu.
Langkah tersebut bertujuan agar seluruh pendatang, baik yang bersifat permanen maupun nonpermanen, dapat terdata dengan baik dalam sistem administrasi kependudukan.
Denny menegaskan bahwa pendataan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, yang mewajibkan setiap penduduk terdaftar secara resmi.
“Pengelolaan kependudukan yang baik dimulai dari data yang akurat. Pendataan ini menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara dinamika urbanisasi dan kapasitas layanan kota,” jelasnya.
Wajib Lapor 1x24 Jam
Selain itu, berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor SE/14/2026, setiap pendatang baru diwajibkan melaporkan kedatangannya kepada pengurus RT/RW setempat paling lambat 1x24 jam setelah tiba di lokasi.
Untuk mempermudah proses pelaporan, Dukcapil DKI Jakarta juga telah menyediakan aplikasi digital yang dapat diakses oleh pengurus RT/RW melalui laman resmi pendataan warga.
Dengan langkah ini, Pemprov DKI berharap arus urbanisasi tetap terkendali dan seluruh warga, termasuk pendatang baru, dapat memperoleh layanan publik secara optimal dan merata.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).










.jpg)




