- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
Banjir Kembali Merendam Kawasan Permukiman Warga di Kebon Pala, Jakarta

Keterangan Gambar : Banjir di Kebon Pala Jaktim
MEGAPOLITANPOS.COM, Banjir kembali merendam kawasan permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin (20/4/2026) dini hari. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,75 meter dan terus mengalami kenaikan sejak pagi.
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, menyebut genangan mulai naik sejak pukul 03.00 WIB hingga membuat wilayah tersebut berstatus Siaga 2.
“Sekitar pukul 09.43 WIB pagi ini, ketinggian air sudah kurang lebih 175 sentimeter atau 1,75 meter, dan dari dini hari terus bertambah,” ujar Sanusi dalam keterangan yangd ikutip, Senin, 20 April 2026.
Baca Lainnya :
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Panti Putra Utama Kembangkan Urban Farming, Bekali Penghuni Keterampilan Hidup Mandiri
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- JKB Audiensi dengan PSI di DPRD DKI, Bahas Pencegahan Radikalisme dan Kolaborasi Sosial
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak malam, ditambah kiriman air dari wilayah hulu seperti Katulampa dan Depok yang mempercepat naiknya debit air.
“Mulai naik sekitar jam tiga pagi, ini sudah Siaga 2. Selain hujan lokal, ada juga kiriman air dari Katulampa dan Depok,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Meski begitu, jumlah pengungsi masih relatif terbatas.
“Sekitar lima kepala keluarga sudah mengungsi, mereka ke rumah saudara masing-masing,” jelasnya.
Hingga saat ini, petugas masih bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi banjir. Warga yang masih bertahan diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air susulan.
Sementara itu, aparat kepolisian turut membantu proses evakuasi warga serta penyelamatan barang-barang dari rumah yang terdampak banjir.
Sanusi menambahkan, banjir di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi dalam beberapa hari terakhir karena curah hujan yang masih tinggi dan berulang.
“Hampir setiap hari hujan belakangan ini, terutama sore sampai malam. Jadi air sulit surut dan cepat naik lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta pada 17–23 April 2026, yang dipicu fenomena bulan baru dan perigee yang meningkatkan potensi kenaikan air laut.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk waspada serta mengakses layanan darurat 112 apabila terjadi kondisi kedaruratan.(AS).



.jpg)

.jpg)


.jpg)







