- ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Tumbuhkan Ekosistem dan Industri Kopi Indonesia
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan PPPK Paruh Waktu Tak Dirumahkan
- Wabup Felix Tegaskan Komitmen Barito Utara Selaraskan Pembangunan dengan Prioritas Nasional
- Lima Fraksi DPRD Barito Utara Sampaikan Pemandangan Umum atas Raperda Perubahan APBD 2026
- Perubahan APBD 2026 Mulai Dibahas, DPRD Barito Utara Tekankan Kebersamaan
- Karhutla Barito Utara Meningkat, 182 Kejadian dan 405 Hotspot Tercatat hingga Agustus
- Rakor Pembangunan, Bupati Tekankan APBD Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
- Polres Majalengka Gaspol Edukasi AI, 102 Siswa SMKN 1 Maja Dibekali Literasi Digital
- Sebanyak 47 Personel Kodim 0808 Terima Tugas Pindah Satuan Asimilasi YTP Dan BTP Tahap IV TA. 2026
- KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan
Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen

Keterangan Gambar : peresmian program KURDA di Kabupaten Sragen, Selasa (19/5).
MEGAPOLITANPOS.COM, Sragen, Jawa Tengah — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan bunga 0 persen sebagai upaya memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Sragen atas inisiatif dan komitmennya dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih inklusif bagi UMKM melalui program KURDA bunga 0 persen,” ujar Menteri Maman saat menghadiri peresmian program KURDA di Kabupaten Sragen, Selasa (19/5).
Menurut Menteri Maman, program tersebut mencerminkan keberpihakan nyata pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat agar lebih berkembang, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan melalui usaha produktif.
Baca Lainnya :
- Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
- Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
- Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
Ia berharap program KURDA Kabupaten Sragen dapat menjangkau lebih banyak pengusaha UMKM, khususnya mereka yang selama ini belum sepenuhnya memperoleh akses terhadap layanan pembiayaan formal.
“Kami berharap KURDA Kabupaten Sragen dapat menjangkau lebih banyak UMKM di sektor produktif, terutama yang selama ini belum sepenuhnya terakses layanan pembiayaan formal. KURDA juga diharapkan menjadi instrumen penting untuk mendorong UMKM naik kelas,” katanya.
Menteri Maman menegaskan, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bukan sekadar skema pinjaman, melainkan simbol keadilan ekonomi yang membuka kesempatan masyarakat memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usaha.
Secara nasional, penyaluran KUR hingga saat ini telah mencapai Rp105,8 triliun kepada 1,69 juta pengusaha UMKM penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,14 juta merupakan debitur baru dan 511 ribu pengusaha UMKM telah berhasil naik kelas atau graduasi.
“Kualitas penyaluran KUR secara nasional juga terus membaik, di mana sebanyak 63,57 persen KUR telah disalurkan ke sektor produksi,” ujar Menteri Maman.
Untuk wilayah Jawa Tengah, penyaluran KUR telah mencapai Rp18,9 triliun kepada 348 ribu pengusaha UMKM penerima manfaat. Sebanyak 57,1 persen penyaluran KUR di provinsi tersebut juga telah diarahkan ke sektor produksi.
Sementara itu, penyaluran KUR di Kabupaten Sragen tercatat mencapai Rp675 miliar kepada 10,5 ribu pengusaha UMKM penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebesar 53,7 persen disalurkan kepada sektor produksi. Capaian itu menjadikan Sragen sebagai daerah dengan penyaluran KUR terbesar ke-10 di Provinsi Jawa Tengah.
“Kami mengajak seluruh pengusaha UMKM di Sragen untuk memanfaatkan berbagai program dan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah, baik melalui KUR, KURDA, maupun program lainnya, sebagai sarana memperkuat usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia,” ujar Menteri Maman.(AS/MP).
















