- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin dan Inovasi Saat Pimpin Apel di Disdagrin
- Bupati Shalahuddin Pastikan Progres Infrastruktur Strategis Berjalan Sesuai Target
- Perkuat Ekosistem BRI Group, BRI Life Gandeng Mitra Strategis dan Bank Raya dalam Kolaborasi Baru
- Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas
- Tan Ngi Hing Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Copot Dadan Kepala BGN Tidak Tebang Pilih
- PP 20/2026 Hadirkan Keadilan Pajak, UMKM Tetap Nikmati Tarif Final 0,5 Persen Secara Berkelanjutan
- DPRD Majalengka Sidak DPKPP, Komisi III Telusuri Progres Proyek 2026 dan Kesiapan Aset Daerah
- Menteri Maman: UMKM Terdampak Bencana Akan Terima Bantuan Modal Rp3 Juta
Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin, SM, SH
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Keluhan warga terkait kondisi Jalan Munjul-Ciandeu yang ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian serius dari Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka. Dalam sidak yang dilakukan Kamis (04/06/2026), Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH, menemukan sejumlah titik retakan dan pengelupasan aspal yang menjadi sorotan publik.
Isu tersebut sebelumnya mencuat setelah sebuah unggahan di Facebook menyebut ruas jalan yang baru dihotmix beberapa hari telah menunjukkan retakan memanjang. Unggahan itu memunculkan beragam spekulasi mengenai kualitas konstruksi, mulai dari dugaan pemadatan yang tidak optimal hingga ketebalan lapisan aspal yang dinilai kurang memadai.
Menanggapi polemik yang berkembang, Komisi III memilih melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Hasil sidak menunjukkan adanya retakan rambut yang telah diperbaiki pada beberapa titik. Namun, di kawasan Ciandeu ditemukan bagian aspal yang terkelupas diduga akibat lapisan yang terlalu tipis sehingga rentan terhadap beban kendaraan.
Baca Lainnya :
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- PPP Majalengka Resmi Kantongi SK DPP, Fajar Shidik Pimpin hingga 2031
- Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas
- Warga Siap Jadi Wajib Pajak Baru, Kades Minta Bapenda Jemput Bola
- Polres Majalengka Ungkap Penadahan Motor Curian, Satu Ditangkap
Iing menegaskan bahwa setiap temuan harus ditindaklanjuti berdasarkan fakta teknis, bukan sekadar opini yang berkembang di media sosial. Namun demikian, kritik dan laporan masyarakat dinilai penting sebagai bentuk pengawasan publik terhadap proyek yang dibiayai dari uang rakyat.
"Anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas, bukan hanya mengejar volume pekerjaan," tegasnya.
Komisi III juga mengingatkan agar seluruh proyek infrastruktur tahun anggaran 2026 diawasi secara ketat untuk mencegah munculnya kerusakan dini yang berpotensi merugikan keuangan daerah dan masyarakat pengguna jalan. ** (Agit)
















