- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Barito Utara Perkuat Mitigasi Karhutla dan Hidrometeorologi
- Wisuda XIII BKPRMI Barito Utara, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qur\\
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati Blitar Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahap 2
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Ditbinmas Polda Metro Perkuat Sinergi Jaga Jakarta Bareng Ormas
Membedah Program digitalisasi, Pasangan Prabowo-Gibran Dinilai Serius Menangani Transformasi Digital

Keterangan Gambar : acara Membedah Program digitalisasi Prabowo-Gibran di Sekretariat Relawan Pride, Jakarta, Rabu (3/1/2024).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Pasangan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka dinilai mampu membawa perkembangan sektor digital di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Visi-misi dan gagasan yang sudah disampaikan pasangan calon nomor urut 2 itu bisa menjadi titik terang membuka potensi digitalisasi di Indonesia.
“Saya melihat Prabowo-Gibran mempunyai visi misi yang cukup baik dalam menangani digitalisasi. Termasuk dalam stimulus kredit untuk startup. Itu bagus sekali untuk mengembangkan potensi yang kita miliki,” kata CEO Sydeco Cyber Security Solution Gema Sasmita dalam acara Membedah Program digitalisasi Prabowo-Gibran di Sekretariat Relawan Pride, Jakarta, Rabu (3/1/2024).
Baca Lainnya :
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Cegah Pelanggaran Politik Uang Dalam PSU Pilkada 6 Agustus 2025 Mendatang, KPU Bersama Semua Pihak Sepakat Deklarasikan Komitmen Bersama
- Kedua Terdakwa Penerima Uang Pasca PSU Barito Utara, Diputuskan PN Muara Teweh Lima Bulan Penjara, Kuasa Hukum Terdakwa Menyatakan Pikir - Pikir
- Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia Bersama Komdigi Gelar Seminar, Bahas Penggunaan Medsos di Era Digital
- Siap Kawal Pilkada Damai 2024, Polda Metro Jaya Gelar Rakernis Fungsi Reskrim
Gema mengatakan, pihaknya melihat pasangan Prabowo-Gibran cukup serius dalam menghadapi transformasi digital saat ini. Begitu pula dalam hal perlindungan data, pasangan Prabowo-Gibran juga memiliki gagasan dalam hal menjaga keamanan siber di Indonesia.
" Karena digital siber tanpa pengamanan nothing, Kita buat satu pencegahan, kenapa ada siber security? sesuatu yang tidak di jaga ibarat roti ditaruh di meja ya akan hilang, lalu apa yang kita buat, kita sudah coba dan efektif ketika 2 juta serangan virus tidak berhasil semua, siber security bisa menganalisa dan menangkal masuknya virus kedalam system," terang Gema.
Keseriusan di Prabowo-Gibran, lanjut Gema untuk bisa menyambut, merespons, dan adaptif terhadap perubahan digitalisasi, dan cyber security. Termasuk adanya rencana kerja sama dengan beberapa negara terkait keamanan cyber.
Lebih jauh Gema mengatakan, pasangan capres-cawapres nomor urut 2 itu dinilai mampu mewujudkan manusia yang berkualitas dalam bidang digital dan keamanan siber. Apalagi dalam dunia teknologi, kedua hal itu menjadi kunci untuk membuka potensi digital yang ada di Indonesia.
" Dan saya kira rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) jilid 5 itu dan memasuki rencana Indonesia emas salah satunya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkas Gema.
Sementara itu, Co-Founder & Chief Officer Nafas Pietr Jakubowski menambahkan, ilmu teknologi dan pemanfaatan sistem digital berkembang sangat pesat. Dalam kurun waktu 5-10 tahun, berbagai macam sensor dan chip tercipta untuk menganalisa beragam masalah yang ada saat ini.
Bahkan, kata Pietr, inovasi digital juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan positif. “Dengan adanya sensor yang lebih banyak kita memang bisa beranalisa banyak hal untuk membuat kebijakan yang tepat dan decision making yang tepat. Jadi itu sesuatu yang penting juga,” tutup Pietr.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)


.jpg)
.jpg)













