- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
LSM LIRA Indonesia dan Majelis Belia Malaysia Bentuk GEMAKU NGO ASEAN: Pemuda Bersatu Lawan Korupsi

Keterangan Gambar : KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, Presiden LSM LIRA Indonesia, dan Ketua Umum Majelis Belia, Penang, Malaysia, M. Alif Anas.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Komitmen memberantas korupsi di Asia Tenggara mendapat energi baru. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Indonesia bersama Majelis Belia, Penang, Malaysia resmi membentuk Generasi Muda Anti-Korupsi Non-Governmental Organization ASEAN (GEMAKU NGO ASEAN) pada Kamis (18/9/2025) di Pendopo LSM LIRA, Cibubur, Jakarta Timur.
Deklarasi ini dilakukan saat kunjungan persahabatan (Friendship NGO) rombongan Majelis Belia, Penang, Malaysia ke Indonesia. Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, Presiden LSM LIRA Indonesia, dan Ketua Umum Majelis Belia, Penang, Malaysia, M. Alif Anas.
Acara tersebut dihadiri sedikitnya 20 perwakilan dari Malaysia serta jajaran pengurus LIRA, termasuk Wapres Imam Bogie, Samsudin, Mustakim Ishak, Ada Irham (Ketum Pemuda LIRA), Ranti Tanjung (Ketum Perempuan LIRA), Miftah Yusufpati (Pemred Liranews), hingga Haji Fauzi (Sekjen Ormas Madas Nusantara).
Baca Lainnya :
- Jalin Komitmen Bersama KPK dan Pemda se-Sultra, Staf Ahli Kementerian ATR/BPN: untuk Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
- Dukung Program Prabowo Dapur MBG Blitar Garum Tawangsari II Kerja Keras Sepenuh Hati
- Jatmiko Adik Bupati Tulungagung Siap Proaktif Dukung Penyidikan KPK
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
Baik Jusuf Rizal maupun Alif Anas sepakat bahwa generasi muda ASEAN harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan korupsi.
“Kami merasa senang atas jalinan kerja sama ini yang membuahkan lahirnya GEMAKU NGO ASEAN. Gerakan ini akan menjadi kekuatan baru generasi muda ASEAN untuk melawan korupsi,” ujar Alif Anas.
Sementara itu, Jusuf Rizal menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah kolaboratif lintas negara untuk memperkuat integritas pemuda. GEMAKU NGO ASEAN dirancang dengan berbagai program strategis, di antaranya:
Pendidikan & Kesadaran: Menanamkan nilai jujur, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini.
Aksi Nyata: Membentuk komunitas anti-korupsi dan melakukan pengawasan partisipatif di daerah.
Kontrol Sosial & Moral: Pemuda menjadi kekuatan moral untuk mencegah praktik korupsi.
Inovasi Teknologi: Pemanfaatan transformasi digital untuk transparansi dan konten kreatif antikorupsi.
Agen Perubahan: Seminar, dialog, dan kegiatan ilmiah untuk mendorong peran pemuda sebagai solusi.
Menurut Jusuf Rizal, bagi Indonesia, gerakan ini selaras dengan visi Generasi Emas 2045 sekaligus mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam perang melawan korupsi.
“Korupsi adalah musuh bangsa. Melalui GEMAKU NGO ASEAN, pemuda harus berani menjadi garda depan dalam mewujudkan ASEAN yang bersih,” tegas Jusuf Rizal.
Deklarasi GEMAKU NGO ASEAN menjadi tonggak baru kerja sama lintas negara, membuka jalan bagi generasi muda ASEAN untuk tampil sebagai motor penggerak kawasan bebas korupsi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















