- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
LSM LIRA Indonesia dan Majelis Belia Malaysia Bentuk GEMAKU NGO ASEAN: Pemuda Bersatu Lawan Korupsi

Keterangan Gambar : KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, Presiden LSM LIRA Indonesia, dan Ketua Umum Majelis Belia, Penang, Malaysia, M. Alif Anas.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Komitmen memberantas korupsi di Asia Tenggara mendapat energi baru. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Indonesia bersama Majelis Belia, Penang, Malaysia resmi membentuk Generasi Muda Anti-Korupsi Non-Governmental Organization ASEAN (GEMAKU NGO ASEAN) pada Kamis (18/9/2025) di Pendopo LSM LIRA, Cibubur, Jakarta Timur.
Deklarasi ini dilakukan saat kunjungan persahabatan (Friendship NGO) rombongan Majelis Belia, Penang, Malaysia ke Indonesia. Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, Presiden LSM LIRA Indonesia, dan Ketua Umum Majelis Belia, Penang, Malaysia, M. Alif Anas.
Acara tersebut dihadiri sedikitnya 20 perwakilan dari Malaysia serta jajaran pengurus LIRA, termasuk Wapres Imam Bogie, Samsudin, Mustakim Ishak, Ada Irham (Ketum Pemuda LIRA), Ranti Tanjung (Ketum Perempuan LIRA), Miftah Yusufpati (Pemred Liranews), hingga Haji Fauzi (Sekjen Ormas Madas Nusantara).
Baca Lainnya :
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu Baru, Ini Rekam Jejaknya
- Lahan Investor di Batam Dipersoalkan, Kuasa Hukum PT Jaya Putra Kundur: Kami Akan Laporkan ke KPK
- Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031
Baik Jusuf Rizal maupun Alif Anas sepakat bahwa generasi muda ASEAN harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan korupsi.
“Kami merasa senang atas jalinan kerja sama ini yang membuahkan lahirnya GEMAKU NGO ASEAN. Gerakan ini akan menjadi kekuatan baru generasi muda ASEAN untuk melawan korupsi,” ujar Alif Anas.
Sementara itu, Jusuf Rizal menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah kolaboratif lintas negara untuk memperkuat integritas pemuda. GEMAKU NGO ASEAN dirancang dengan berbagai program strategis, di antaranya:
Pendidikan & Kesadaran: Menanamkan nilai jujur, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini.
Aksi Nyata: Membentuk komunitas anti-korupsi dan melakukan pengawasan partisipatif di daerah.
Kontrol Sosial & Moral: Pemuda menjadi kekuatan moral untuk mencegah praktik korupsi.
Inovasi Teknologi: Pemanfaatan transformasi digital untuk transparansi dan konten kreatif antikorupsi.
Agen Perubahan: Seminar, dialog, dan kegiatan ilmiah untuk mendorong peran pemuda sebagai solusi.
Menurut Jusuf Rizal, bagi Indonesia, gerakan ini selaras dengan visi Generasi Emas 2045 sekaligus mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam perang melawan korupsi.
“Korupsi adalah musuh bangsa. Melalui GEMAKU NGO ASEAN, pemuda harus berani menjadi garda depan dalam mewujudkan ASEAN yang bersih,” tegas Jusuf Rizal.
Deklarasi GEMAKU NGO ASEAN menjadi tonggak baru kerja sama lintas negara, membuka jalan bagi generasi muda ASEAN untuk tampil sebagai motor penggerak kawasan bebas korupsi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)
.jpg)












