- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Ditbinmas Polda Metro Perkuat Sinergi Jaga Jakarta Bareng Ormas
- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi

Keterangan Gambar : Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026
MEGAPOLITANPOS.COM, Sumedang – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pamong Praja Muda (PPM) merupakan generasi penerus yang akan memegang estafet kepemimpinan pemerintahan sekaligus menjadi penentu keberhasilan pembangunan Indonesia di masa depan.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Baca Lainnya :
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
"Masa depan milik Saudara-saudara sekalian. Kami di sini bekerja dan mengabdi untuk membuka jalan bagi Saudara-saudara sekalian. Saudara adalah anak-anak kami yang kami siapkan untuk menjaga Republik ini setelah kami sudah tidak ada," kata Presiden Prabowo.
Presiden menekankan bahwa para lulusan IPDN harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin terbaik yang mampu menggerakkan birokrasi pemerintahan dan memastikan setiap program pembangunan terlaksana secara efektif.
Menurut Kepala Negara, keberhasilan berbagai gagasan, rencana, dan kebijakan pemerintah sangat bergantung pada implementasi yang baik di lapangan.
"Saudara harus menjadi pemimpin-pemimpin yang terbaik. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan. Gagasan yang paling besar, rencana yang paling besar, dan kebijakan-kebijakan yang paling baik, apabila tidak dilaksanakan di lapangan, maka gagasan besar itu akan kandas," tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi dan kekayaan alam melimpah. Karena itu, persatuan nasional harus terus dijaga agar bangsa Indonesia tidak mudah dipecah belah oleh berbagai kepentingan.
Ia mengutip strategi divide et impera atau politik pecah belah yang menurutnya telah lama digunakan untuk melemahkan bangsa-bangsa besar.
"Pecah belah antara suku, agama, ras, kelompok etnis, dan golongan. Itu adalah ilmu mereka," ujarnya.
Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh kualitas pemerintahan dalam negeri. Karena itu, birokrasi harus dijalankan secara profesional, disiplin, efisien, bersih dari korupsi, serta selalu mengutamakan kepentingan rakyat.
"Untuk sebuah negara kuat dan berhasil, negara itu memerlukan pemerintahan dalam negeri yang unggul, efisien, disiplin, dan yang paling penting, tidak korup, cinta tanah air, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain," tegas Presiden.
Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Menurutnya, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara maju, modern, mandiri, dan sejahtera semakin mendekati kenyataan.
Ia menyebut berbagai proyeksi internasional menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang.
"Semua pakar dunia meramalkan bahwa 25 tahun lagi Indonesia akan menjadi ekonomi keempat di dunia, di atas Prancis, Jerman, dan Inggris," ujarnya.
Di akhir amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antarlembaga dan seluruh elemen bangsa. Ia meminta para Pamong Praja Muda menjadi pemimpin yang rendah hati, mampu membangun kerja sama, serta menjunjung tinggi semangat saling menghormati dan saling menguatkan.
"Saya percaya bahwa lulusan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas," pungkas Presiden Prabowo.(AS/MP).

.jpg)
.jpg)













