- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia

Keterangan Gambar : EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Pratikno Targetkan Indonesia Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Pameran internasional untuk mitigasi bencana, penyelamatan, dan peralatan darurat, Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo Indonesia 2026, resmi dibuka pada Rabu (12/8/2026) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Pameran berskala internasional ini akan berlangsung hingga 14 Agustus 2026 dan menghadirkan lebih dari 80 perusahaan dari dalam dan luar negeri.
Sebagai platform Business-to-Business (B2B), EDRR Indonesia 2026 menampilkan berbagai inovasi teknologi masa depan, sistem peringatan dini, peralatan penyelamatan mutakhir, hingga solusi manajemen keselamatan dan tanggap darurat yang ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana global.

Baca Lainnya :
Pameran ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, didampingi Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala BASARNAS Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BNPB Suharyanto, serta sejumlah pejabat tinggi pemerintah, TNI, Polri, pelaku industri, dan mitra internasional.
Dalam pidato pembukaannya, Pratikno menegaskan bahwa teknologi kebencanaan harus mampu menghasilkan tindakan nyata yang menyelamatkan masyarakat.
“Bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan bencana, di mana terdapat hampir 5.000 bencana setiap tahunnya. Karena itu, kami mengajak semua pihak memperkuat Aksi Merespons Peringatan Dini. Peringatan dini hanya akan bermakna jika diikuti dengan aksi dini,” ujar Pratikno.
Ia menambahkan bahwa Indonesia menargetkan menjadi Center of Excellence teknologi kebencanaan dunia, bukan sekadar laboratorium atau pasar bagi teknologi kebencanaan.
“Kami ingin mencapai kemandirian teknologi, mendorong industri kebencanaan dalam negeri, serta membuka peluang alih teknologi, riset bersama, dan investasi internasional,” tegasnya.»
Sementara itu, Vice President Shanghai International Exhibition (Group) Co. Ltd (SIEC) – CPIT Shanghai, Fiona Bai, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi tanggap darurat.
Menurutnya, EDRR Indonesia 2026 diharapkan menjadi jembatan kerja sama yang efisien dan berkelanjutan untuk pertukaran teknologi cerdas, digital, dan ramah lingkungan guna memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia dan Asia Tenggara.
Didukung Kementerian, Lembaga, dan Organisasi Internasional
Penyelenggaraan EDRR Indonesia 2026 mendapat dukungan luas dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kemenko PMK, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, BNPB, BMKG, BASARNAS, BRIN, BPBD DKI Jakarta, TNI, Polri, serta berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemanusiaan nasional maupun internasional.
Di antaranya adalah Universitas Pertahanan RI, Universitas Budi Luhur, LSPR Institute, MER-C, United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), World Humanitarian Day, dan Yayasan Adaptasi Bencana Indonesia (YABI).
Hadirkan 10 Program Strategis
Selama tiga hari pelaksanaan, EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, tetapi juga menghadirkan 10 program strategis utama yang berfokus pada penguatan kapasitas mitigasi bencana, keselamatan kerja, medis darurat, hingga kerja sama investasi lintas negara.
Program tersebut meliputi S&D Global Safety and Development Conference, Seminar iSafety, Forum Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD), G60 Medical Industry Cooperation, Smart Firefighting & Industrial Safety Forum, Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan, Forum World Humanitarian Day, Business Matching, Penandatanganan MoU Bilateral, serta Pelatihan dan Simulasi Manajemen Bencana (CPR Workshop).
CEO Seven Event Andy Wismarsyah menyatakan bahwa EDRR Indonesia 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas kemanusiaan.
“EDRR Indonesia 2026 tidak hanya memamerkan teknologi maju, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, memperkuat kapasitas, mendorong inovasi, dan membangun jejaring kolaborasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih siap, tangguh, aman, dan responsif menghadapi berbagai risiko bencana,” ujarnya.
Melalui partisipasi aktif pelaku industri global dan dukungan berbagai institusi nasional maupun internasional, EDRR Indonesia 2026 diharapkan menjadi pendorong utama peningkatan standar keselamatan, sistem peringatan dini, serta manajemen darurat di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.(AS/MP).


.jpg)
.jpg)












