- TMMD ke-127 Resmi Dimulai di Majalengka, Sinergi TNI dan Pemda Bangun Infrastruktur Desa
- Majalengka Ubah Penetapan Hari Jadi, Kirab dan Ziarah Jadi Penanda Awal
- Hadiri Kick-Off Porprov XV Jabar 2026 dan Funday, Ini Pesan Ketua DPRD Kota Bogor
- PDAM Tirta Benteng Kunjungi JMSI Kota Tangerang, Perkuat Sinergi dengan Media
- SPPG Tancap Gas, Wabup Majalengka Sebut Program Nasional Ini Turunkan Kemiskinan Drastis
- Tangerang Makin Kondusif! Strategi Babinsa Bikin Pelaku Kejahatan Sempit
- Aktivis Lingkungan Tegas Minta Menteri LH Pidanakan Pemilik Gudang Kimia Pencemar Cisadane
- Pemutakhiran Data Digital, Sejumlah Kantor Pertanahan di DIY Lakukan Pendataan Surat Ukur, Gambar Ukur, dan Buku Tanah Lama
- Dukung ATR/BPN dalam Pelaksanaan KKN Pertanahan, Gubernur DIY: Tata Kelola yang Baik Lahir dari Kolaborasi
- Lepas 619 Taruna/i STPN untuk KKN Pertanahan, Wamen Ossy Sampaikan 3 Pesan Pedoman Kerja Lapangan
Imam Fauzi : KH. M. Musyaffa Sosok Yang Tepat Kembalikan Marwah PPP Kembali Berjaya

Keterangan Gambar : Imam Fauzi, selaku pengamat politik nasional yang sekaligus juga sebagai Koordinator Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk Jawa Timur dan Bali
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Menjelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dinamika perebutan kursi Ketua Umum mulai memanas. Nama Drs. KH. M. Musyaffa’ Noer, MM muncul sebagai kandidat kuat yang dinilai paling layak memimpin partai berlambang Ka'bah tersebut.
Dikatakan oleh Imam Fauzi, selaku pengamat politik nasional yang sekaligus juga sebagai Koordinator Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk Jawa Timur dan Bali, menyebutkan, bahwa Musyaffa’ Noer adalah sosok yang memiliki integritas dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi di tubuh partai berlambang Ka'bah ini .
“Beliau adalah kader murni, yang berintegritas, dan punya pengalaman panjang. Tidak hanya memahami dinamika internal, tetapi juga terbukti mampu menjaga soliditas partai di daerah. Itu modal besar untuk memimpin PPP ke depan,” tandas Imam Fauzi, Rabu (10/9/2025).
Baca Lainnya :
- Klarifikasi Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang atas Video Viral dan Tuduhan Penolakan Pasien BPJS Kesehatan
- Porprov Jatim ke - IV PSHT Kota Blitar Berjaya Sabet Prestasi 5 Emas 3 Perak 4 Perunggu
- Polemik Kepemimpinan PPP Jawa Barat Memanas: Pepep Saeful Hidayat Gugat SK Plt Uu Ruzhanul ke Mahkamah Partai
- Nekat Curi Baut KA, Pemuda Asal Kalimantan dibekuk Polisi
- 2.9 Triliun Jadi APBD Majalengka 2026, Ini Alasannya
"Kalau kita melihat pada kontestasi Pileg 2024 kemarin, PPP hanya meraih 3,87 persen. Ini tentu fakta sejarah yang menyakitkan ya bagi PPP. Nah, kedepan saya kira tantangan terbesarnya PPP adalah butuh figur yang mampu mengkonsolidasi baik ke dalam ataupun ke luar," sambungnya.
Imam yang juga Kandidat Doktor Kebijakan Publik Universitas Brawijaya ini menjelaskan, Musyaffa’ bukanlah sosok baru di PPP. Ia pernah menjabat Ketua DPW PPP Jawa Timur, menjadi anggota DPRD Jatim, hingga kini aktif di kepengurusan DPP.
“PPP sedang membutuhkan figur konsolidator, bukan sekadar simbol. Musyaffa’ sudah teruji di lapangan, terutama saat membesarkan partai di Jawa Timur, salah satu basis strategis PPP,” lanjutnya.
"PPP butuh figur-figur yang betul-betul organik, yang betul-betul memahami proses ke depan. Karena kita lihat secara data bahwa 56 persen itu pemilih ada di Jawa dan kemudian 21 persennya itu ada di Jawa Timur. PR terbesarnya di sana, dibutuhkan figur-figur yang kuat secara akar umput, figur yang memahami betul secara organik," benernya.
Namun, Imam menilai sosok Ketua Umum tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada dukungan Sekretaris Jenderal yang kuat agar kepemimpinan berjalan maksimal. Dalam hal ini, Imam menyebut nama Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus putra ulama kharismatik KH. Maimoen Zubair.
“Duet Musyaffa’ Noer dan Taj Yasin akan menjadi kombinasi sempurna. Musyaffa’ kuat di Jawa Timur, sementara Taj Yasin memiliki basis di Jawa Tengah serta jaringan pesantren yang luas. Keduanya bisa mengonsolidasikan suara umat sekaligus menjangkau pemilih muda,” ujarnya.
Lebih jauh, Imam menilai jika skenario tersebut benar-benar terwujud, maka PPP memiliki peluang besar untuk kembali bangkit di panggung politik nasional dan menjadi kekuatan signifikan di Senayan pada Pemilu mendatang.
“PPP membutuhkan kebangkitan. Kepemimpinan yang lahir dari kader asli, berpengalaman, dan mampu merangkul semua golongan adalah kuncinya. Musyaffa’ Noer dengan dukungan Taj Yasin bisa menjadi jawaban atas harapan tersebut,” pungkas Imam Fauzi.
Dengan semakin dekatnya Muktamar, spekulasi arah dukungan kader daerah terus menguat. Figur yang punya akar kuat di basis tradisional diyakini akan lebih mudah diterima mayoritas peserta Muktamar. (za/mp)

















