- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno

Keterangan Gambar : Megawati dalam acara bulan Bung Karno di Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar -Dua agenda penting menjadi catatan Presiden RI ke 5 Megawati di kota Blitar, dalam moment bulan Bung Karno, pertama agenda nyekar dan ke dua peresmian rehab Istana Gebang sebagai tempat masa Kalitan Sang Proklamator pada Senin ( 15/06/26 ), sebagai sosok politikus perempuan Indonesia, Mega berpesan dan sekaligus mengingatkan warga kota Blitar agar tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan bangsa gugur demi merebut kemerdekaan Indonesia. Menurutnya.
Kusus bagi para generasi muda, Megawati tegas minta generasi muda sekarang harus harus menghargai sejarah dan memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan yang sangat luar biasa dalam melawan mengusir penjajah dari bumi Nusantara.
“Jangan pernah melupakan perjuangan para pendiri bangsa. Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang diperoleh dengan pengorbanan yang luar biasa,” ungkap Megawati
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
Prosesi peresmian rehab Istana Gebang di jalan Sultan Agung ditandai oleh Megawati Soekarno Putri dengan menekan tombol sirene monumen patung Bung Karno didampingi sejumlah elit partai berlambang kepala banteng moncong putih. Selanjutnya Ketum PDI Perjuangan juga menyerahkan bibit pohon penghijauan secara simbolis.
Di halam Istana Gebang Megawati Soekarno Putri, juga menyampaikan sejumlah pandangan mengenai sejarah perjuangan bangsa, keadilan hukum, dan demokrasi saat menghadiri peresmian renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno di Kota Blitar.
Dalam amanatnya Megawati juga menyinggung perjalanan politik Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Ia mempertanyakan proses yang dialami Bung Karno setelah dicabut dari kekuasaannya pada masa lalu. Menurutnya, sebagai negara hukum, setiap warga negara berhak memperoleh perlakuan yang sama dan kesempatan , untuk mendapatkan proses peradilan yang adil.
Ia menegaskan bahwa prinsip kesetaraan di hadapan hukum harus berlaku bagi seluruh warga negara tanpa memandang status sosial, jabatan, maupun latar belakang ekonomi.
“Semua warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Karena itu hukum harus ditegakkan secara adil,” katanya.
Megawati yang juga sebagai Ketum PDI Perjuangan kritisi adanya praktik penyebaran informasi yang tidak didasarkan pada fakta. Selanjutnya Mega juga mengingatkan pentingnya etika dan tanggung jawab moral anak bangsa di mata dunia, dan juga peran jurnalis agar menginformasikan informasi publik yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan .
Mega juga menegaskan bahwa, demokrasi harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kritik. Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang harus dijaga bersama.
Megawati juga menyampaikan apresiasinya kepada semua elemen bangsa atas langkah - langkah yang dinilainya memberikan perhatian terhadap persoalan sejarah yang berkaitan dengan Bung Karno.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hubungan persahabatan tidak boleh menghilangkan ruang untuk menyampaikan pandangan dan kritik dalam kehidupan politik yang demokratis.
Menutup pidatonya, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis, menjunjung keadilan, serta tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Peresmian renovasi Istana Gebang sendiri menjadi bagian dari upaya pelestarian situs sejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan masa kecil Bung Karno di Kota Blitar. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, pejabat, kader partai, serta masyarakat yang memadati kawasan situs bersejarah tersebut. ( za/mp )
















