Breaking News
- Sekretariat DPRD Barito Utara Ikut Kerja Bakti Jelang Pembukaan Batara Expo 2026
- PTPN I Genjot Kinerja Regional 1, Tembakau Deli Dijaga sebagai Warisan Bernilai Global
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
Hutan Masoraian, Pohonnya Besar dan Satwa Langka Seperti Bekantan dan Burung Rangkong

MEGAPOLITANPOS. COM (Kotawaringin Lama) - Hutan Kemasyarakatan (HKm) Karya Masoraian mulai berbenah. Selain kegiatan patroli dan penjagaan hutan, management HKM Masoraian juga sedang mempersiapkan pembangunan pintu gerbang dan bungalow. "Pondok dan lanting yang ada, juga sedang kami rapikan," tutur Yohanes Widada mewakili HKm Masoraian. "Tamu dan pengunjung yang mau mencari udara segar atau mancing mulai berdatangan," lanjutnya. Tak ketinggalan, para volunteer pecinta konservasi dari SMAN 1 Kotawaringin Lama, turut ambil bagian. Mereka turut membuat persemaian pohon untuk konservasi dan membersihkan titian. "Saya ke hutan dan danau untuk 'personal healing', " kata Bella yang mengaku baru saja menyelesaikan ujian di sekolahnya. Bella mengaku takjub. "Menurut saya, hutan di sekitar Danau Masoraian ini pohonnya besar-besar. Dan banyak satwa langka di dalamnya. Seperti tadi, bertemu dengan bekantan, burung enggang atau rangkong. Juga ikan-ikan, di sana didominasi ikan air tawar seperti gabus, baung, toman dan lainnya," celoteh Bella. "Danau di sana juga cukup unik. Di satu tempat yang sama, tapi airnya berbeda warna," lanjutnya. Saat di atas perahu kelotok, Bella sempat menangis. "Saya terharu dan deg-degan. Saya 'surprised' saat naik perahu kelotok.." Untuk menciptakan hutan lestari, masih tutur Bella, "Tentunya perlu diadakan konservasi. Hutan dan danau bisa dijadikan objek wisata. Namun harus tetap dijaga dan dilindungi, agar bisa melestarikan hutan yang ada di dalamnya." Sementara Eva mengaku sangat terkesan. "Saya sangat senang dan gembira di danau Masoraian. Tempatnya sangat bagus.. Tapi karena baru pertama kali, saya agak takut naik perahu kelotoknya. Terutama saat goyang terkena ombak.." (YMP/Red/MP


.jpg)














