- EDRR Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Mitigasi Bencana dan Penyelamatan Global di JIExpo Kemayoran
- Hambatan Administratif Kepailitan Tekan Produksi dan Ekspor, PT Dua Kuda Indonesia Minta Operasional Tetap Berjalan
- Menteri UMKM Pastikan Status Usaha Mikro Beri Manfaat bagi Pengemudi Ojol
- Wabup Barito Utara Hadiri HUT Ke-1 Kodam XXII Tambun Bungai
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi dengan BMKG, Gedung Radar Cuaca Muara Teweh Diresmikan
- Bupati Shalahuddin Buka Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara Tahun 2026
- PT Dua Kuda Indonesia Yakin Bangkit, Kepailitan Dinilai Hambat Operasional Bukan Prospek Bisnis
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah

Keterangan Gambar : dok. Pemdes Palabuan Sukahaji Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Majalengka tak sekadar seremonial. Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi meluncurkan program inovatif EMAS PKK (Emak-Emak Kelola Bank Sampah bareng PKK) di BSU Permata Palabuan, Kecamatan Sukahaji. Jumat, (20/2/2026).
Program ini menjadi langkah nyata memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menempatkan kaum ibu sebagai motor utama perubahan di tingkat desa.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, hadir langsung bersama Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan. Turut mendampingi, Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman, yang menjadi penggerak utama lahirnya program EMAS PKK.
Baca Lainnya :
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
Dalam sambutannya, Bupati Eman menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengelolaan sampah, katanya, harus menjadi gerakan kolektif yang dimulai dari rumah tangga.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Ketika ibu-ibu bergerak, desa akan berubah. Kalau desa bersih, Majalengka pasti SAE," tegasnya.
Program EMAS PKK dirancang untuk mengoptimalkan peran bank sampah di desa-desa melalui keterlibatan aktif kader PKK. Tidak hanya memilah dan menabung sampah, gerakan ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi keluarga.
Kepala Desa Palabuan, Raman, dalam kesempatan tersebut membenarkan sekaligus menyambut baik pengukuhan Bank Sampah Unit (BSU) di wilayahnya.
"Alhamdulillah, hari ini pengukuhan BSU Permata Palabuan menjadi bukti keseriusan kami di desa dalam mendukung program EMAS PKK. Ini bukan hanya simbolis, tapi komitmen bersama agar pengelolaan sampah benar-benar berjalan dari tingkat RT dan dusun," ujar Raman.
Ia menambahkan, kehadiran BSU di Desa Palabuan diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang tertib, produktif, dan berkelanjutan.
Mengusung tagline "Yuk SAE Keur Majalengka, Kelola Sampah Beres di Desa", EMAS PKK ditargetkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berdampak langsung pada kebersihan serta kesejahteraan masyarakat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk budaya hidup bersih di lingkungan keluarga.
"Perubahan besar selalu dimulai dari rumah. PKK siap menjadi ujung tombak pengelolaan bank sampah agar desa-desa di Majalengka benar-benar bebas dari sampah," ujarnya.
Melalui EMAS PKK, Pemkab Majalengka menargetkan lahirnya desa-desa mandiri dalam pengelolaan sampah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, dunia usaha, dan masyarakat.
Peringatan HPSN 2026 di Majalengka pun menjadi titik awal gerakan masif menuju Majalengka yang lebih bersih, sehat, dan berdaya. ** (Agit)

















