- Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Rijanto-Beky Sebagai Koreksi Capaian Pelaksanaan Visi - Misi
- Jalankan Amanat Presiden, Bupati Pimpin Bersih Lingkungan Blitar Asri Bersama Masyarakat
- Ketua Umum PB. Formula Mendukung Keputusan Ketua MUI Bidang Fatwa, Jangan Beli Produk AS yang Tidak Halal
- Kabar Siltap Cair, Harapan dan Skeptisisme Menguat
- Tetap Buka Saat Ramadan, Warga Bersyukur Masih Bisa Urus Pertanahan di Hari Libur
- Tidak Ada Perbedaan Layanan, PELATARAN Tetap Layani Masyarakat di Bulan Suci Ramadan
- Anis Byarwati Soroti Insentif Rp12,8 Triliun Jelang Ramadan: Stimulus Penting, Tapi Bukan Fondasi Ekonomi
- Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih
- Tokoh Koperasi dan Jurnalis Senior Irsyad Muchtar Wafat, Dunia Perkoperasian Berduka
- Perjuangan Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana
HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah

Keterangan Gambar : dok. Pemdes Palabuan Sukahaji Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Majalengka tak sekadar seremonial. Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi meluncurkan program inovatif EMAS PKK (Emak-Emak Kelola Bank Sampah bareng PKK) di BSU Permata Palabuan, Kecamatan Sukahaji. Jumat, (20/2/2026).
Program ini menjadi langkah nyata memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menempatkan kaum ibu sebagai motor utama perubahan di tingkat desa.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, hadir langsung bersama Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan. Turut mendampingi, Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman, yang menjadi penggerak utama lahirnya program EMAS PKK.
Baca Lainnya :
- Kabar Siltap Cair, Harapan dan Skeptisisme Menguat
- Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih
- Setahun Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan Memimpin Majalengka : Merawat Harapan, Menjaga Arah
- Hari Ketiga Puasa Ramadan 1447 H, Saatnya Perkuat Ibadah dan Ingat Kematian
- HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah
Dalam sambutannya, Bupati Eman menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengelolaan sampah, katanya, harus menjadi gerakan kolektif yang dimulai dari rumah tangga.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Ketika ibu-ibu bergerak, desa akan berubah. Kalau desa bersih, Majalengka pasti SAE," tegasnya.
Program EMAS PKK dirancang untuk mengoptimalkan peran bank sampah di desa-desa melalui keterlibatan aktif kader PKK. Tidak hanya memilah dan menabung sampah, gerakan ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi keluarga.
Kepala Desa Palabuan, Raman, dalam kesempatan tersebut membenarkan sekaligus menyambut baik pengukuhan Bank Sampah Unit (BSU) di wilayahnya.
"Alhamdulillah, hari ini pengukuhan BSU Permata Palabuan menjadi bukti keseriusan kami di desa dalam mendukung program EMAS PKK. Ini bukan hanya simbolis, tapi komitmen bersama agar pengelolaan sampah benar-benar berjalan dari tingkat RT dan dusun," ujar Raman.
Ia menambahkan, kehadiran BSU di Desa Palabuan diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang tertib, produktif, dan berkelanjutan.
Mengusung tagline "Yuk SAE Keur Majalengka, Kelola Sampah Beres di Desa", EMAS PKK ditargetkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berdampak langsung pada kebersihan serta kesejahteraan masyarakat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk budaya hidup bersih di lingkungan keluarga.
"Perubahan besar selalu dimulai dari rumah. PKK siap menjadi ujung tombak pengelolaan bank sampah agar desa-desa di Majalengka benar-benar bebas dari sampah," ujarnya.
Melalui EMAS PKK, Pemkab Majalengka menargetkan lahirnya desa-desa mandiri dalam pengelolaan sampah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, dunia usaha, dan masyarakat.
Peringatan HPSN 2026 di Majalengka pun menjadi titik awal gerakan masif menuju Majalengka yang lebih bersih, sehat, dan berdaya. ** (Agit)

















