- Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Rijanto-Beky Sebagai Koreksi Capaian Pelaksanaan Visi - Misi
- Jalankan Amanat Presiden, Bupati Pimpin Bersih Lingkungan Blitar Asri Bersama Masyarakat
- Ketua Umum PB. Formula Mendukung Keputusan Ketua MUI Bidang Fatwa, Jangan Beli Produk AS yang Tidak Halal
- Kabar Siltap Cair, Harapan dan Skeptisisme Menguat
- Tetap Buka Saat Ramadan, Warga Bersyukur Masih Bisa Urus Pertanahan di Hari Libur
- Tidak Ada Perbedaan Layanan, PELATARAN Tetap Layani Masyarakat di Bulan Suci Ramadan
- Anis Byarwati Soroti Insentif Rp12,8 Triliun Jelang Ramadan: Stimulus Penting, Tapi Bukan Fondasi Ekonomi
- Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih
- Tokoh Koperasi dan Jurnalis Senior Irsyad Muchtar Wafat, Dunia Perkoperasian Berduka
- Perjuangan Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana
Rekomendasi Menu Berbuka Sehat Ramadan 1447 H Tahun 2026

Keterangan Gambar : ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Memasuki Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026, umat Muslim kembali menjalani ibadah puasa dengan penuh semangat. Selain memperkuat spiritualitas, momen berbuka puasa juga menjadi perhatian penting, karena pola makan yang tepat akan menentukan kebugaran tubuh selama sebulan penuh.
Ahli gizi menyarankan agar masyarakat tidak tergoda langsung menyantap makanan berat dalam jumlah besar saat azan Magrib berkumandang. Tubuh yang berpuasa lebih dari 12 jam membutuhkan asupan bertahap agar sistem pencernaan tidak "kaget". Awali dengan yang Manis dan Cair
Berbuka idealnya diawali dengan :
Baca Lainnya :
- Kabar Siltap Cair, Harapan dan Skeptisisme Menguat
- Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih
- Setahun Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan Memimpin Majalengka : Merawat Harapan, Menjaga Arah
- Hari Ketiga Puasa Ramadan 1447 H, Saatnya Perkuat Ibadah dan Ingat Kematian
- HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah
-2–3 butir kurma
-Air putih hangat
-Air kelapa tanpa gula tambahan
-Kurma menjadi pilihan utama karena kandungan gula alaminya membantu mengembalikan energi dengan cepat tanpa lonjakan drastis.
Setelah itu, disarankan memberi jeda sekitar 10–15 menit sebelum menyantap menu utama.
Menu Utama : Seimbang dan Tidak Berlebihan
Menu berbuka yang baik sebaiknya mengandung unsur karbohidrat, protein, dan serat. Karbohidrat: nasi putih atau nasi merah, kentang rebus, atau ubi kukus. Protein : ayam panggang, ikan bakar, telur, tahu, atau tempe. Sayuran: sayur bening bayam, capcay kuah, tumis buncis, atau lalapan segar.
Metode memasak seperti rebus, kukus, atau panggang lebih dianjurkan dibandingkan gorengan berlebihan yang dapat memicu gangguan lambung dan rasa haus di malam hari.
Batasi Gula dan Gorengan
Takjil manis seperti kolak dan es buah tetap boleh dikonsumsi, namun dengan kadar gula yang terkontrol. Minuman bersoda dan terlalu manis sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan perut terasa penuh dan cepat lemas.
Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk rehidrasi. Dianjurkan minum secara bertahap hingga waktu sahur agar kebutuhan cairan harian terpenuhi.
Ramadan Jadi Momentum Pola Hidup Sehat
Ramadan 1447 H bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan membangun pola hidup lebih disiplin. Dengan memilih menu berbuka yang sehat dan seimbang, tubuh tetap bertenaga, ibadah semakin khusyuk, dan aktivitas harian tetap berjalan optimal.
Berbuka secukupnya, bernutrisi, dan tidak berlebihan menjadi kunci agar Ramadan tahun ini membawa manfaat spiritual sekaligus kesehatan bagi seluruh keluarga.
















