- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
- Apa Instruksi Bupati Saat Tinjau Jalan Km 30 Menuju Desa Jamut Teweh Timur
- H.Alhadi Ajak Umat Muslim Seimbangkan Waktu Bermedia Digital dengan Membaca Al Qur\'an
- Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas

Keterangan Gambar : Sebanyak 22 WNI tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/3).
MEGAPOLITANPOS.COM,Tangerang, – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta memastikan proses kedatangan warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran berjalan lancar. Sebanyak 22 WNI tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/3), sebagai bagian dari gelombang pertama pemulangan WNI dari Iran yang berjumlah 32 orang.
Para WNI tersebut tiba menggunakan penerbangan Turkish Airlines TK56 dengan rute Istanbul–Jakarta. Proses kepulangan mereka merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Sebelum kembali ke Indonesia, para WNI terlebih dahulu menempuh perjalanan darat dari Iran menuju Baku, Azerbaijan. Selanjutnya mereka diterbangkan dari Bandara Internasional Heydar Aliyev menuju Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- Warga Modernland Mengeluhkan Jalan Rusak dan PSU Yang Belum Diserah Terima Ke Pemkot Tangerang
- DPRD Dorong Madrasah Jadi Alternatif Pendidikan Berkualitas dalam Program Sekolah Gratis
- DPRD Apresiasi Fasilitas Kontingen POPDA Banten 2026
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, para WNI langsung menjalani pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Kantor Imigrasi memberikan mekanisme pelayanan prioritas guna memastikan proses pemeriksaan dokumen berlangsung cepat, tertib, dan aman.
Kedatangan para WNI disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono, yang turut memantau proses kepulangan tersebut.
“Pemerintah Republik Indonesia telah berhasil memulangkan 22 WNI dari Iran dengan selamat di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Kami mengapresiasi seluruh pihak, termasuk Imigrasi, Polri, dan instansi terkait yang telah bersinergi sehingga proses pemulangan berjalan lancar dan aman,” ujar Sugiono.
Ia juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda perjalanan ke wilayah terdampak konflik apabila tidak memiliki kepentingan mendesak hingga situasi dinilai aman.
Para WNI yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Jawa Barat sebanyak 13 orang, Banten 2 orang, DKI Jakarta 3 orang, Jawa Tengah 2 orang, Kalimantan Timur 1 orang, dan Jawa Timur 1 orang. Sementara itu, 10 WNI lainnya dijadwalkan akan tiba pada tahap pemulangan berikutnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menegaskan pihaknya telah menyiapkan dukungan penuh agar proses kedatangan berjalan lancar.
“Kami memastikan pemeriksaan dokumen perjalanan para WNI dapat dilakukan secara cepat dan aman. Imigrasi Soekarno-Hatta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar para WNI dapat segera melanjutkan perjalanan dan berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,” ujar Galih.
Pemulangan WNI dari Iran ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dalam melindungi warga negara di luar negeri, khususnya di wilayah yang sedang mengalami peningkatan tensi konflik.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).









.jpg)







