- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
LPDB Koperasi Bidik Basis Massa Suporter Sepak Bola untuk Bangun Ekonomi Komunitas

Keterangan Gambar : Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperluas pengembangan ekosistem koperasi ke sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat, salah satunya dunia sepak bola.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperluas pengembangan ekosistem koperasi ke sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat, salah satunya dunia sepak bola.
Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek), LPDB mengajak perwakilan suporter sepak bola dan pengurus klub dari berbagai daerah di Indonesia untuk membentuk koperasi suporter sebagai wadah penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Baca Lainnya :
Langkah ini dinilai strategis mengingat besarnya basis massa suporter sepak bola di Indonesia yang dikenal solid, loyal, dan memiliki jaringan luas. Dengan model koperasi, potensi ekonomi para suporter diharapkan tidak hanya sebatas dukungan di stadion, tetapi berkembang menjadi kekuatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, mengatakan komunitas suporter memiliki karakter kuat untuk dikembangkan menjadi koperasi modern.
“Fans sepak bola banyak sekali, banyak hal yang bisa dikembangkan seperti ticketing, event, merchandise, nonton bareng, bahkan bisa ada cafe juga,” ujar Deva.
Menurutnya, suporter bukan hanya penonton, melainkan komunitas dengan loyalitas tinggi dan aktivitas ekonomi nyata. Jika dikelola secara profesional, koperasi suporter dapat memberikan manfaat langsung bagi anggotanya.
Ia menambahkan, konsep serupa telah diterapkan di berbagai negara. Klub besar dunia seperti FC Barcelona dan Real Madrid memiliki model kepemilikan berbasis anggota yang sejalan dengan prinsip koperasi, di mana suporter memiliki keterlibatan langsung dalam ekosistem klub.
Dalam kesempatan tersebut, Deva juga menegaskan layanan pembiayaan LPDB lebih terjangkau dibandingkan perbankan. Selain itu, LPDB tidak mengenakan biaya administrasi, provisi, maupun penalti pelunasan dipercepat.
“Kami lebih terjangkau, bisa untuk modal kerja lima tahun, dan investasi sampai sepuluh tahun. Di LPDB gratis, tidak ada admin, provisi, dan tidak ada penalti pelunasan,” jelasnya.
Dari Tribun Stadion ke Koperasi
Sekretaris Umum PP The Jak Mania, Muhammad Aditya Putra, menyambut baik inisiatif LPDB Koperasi tersebut.
Menurutnya, potensi ekonomi di lingkungan suporter sangat besar dan membutuhkan pendampingan dari pemerintah.
“Potensi pengembangan ekonomi di lingkup suporter cukup besar. Sudah seharusnya ini di-guide oleh pemerintah melalui LPDB Koperasi,” katanya.
Dukungan juga datang dari Syifa Nadhila dari I.League Operator Liga Indonesia. Ia menyebut basis suporter di seluruh Indonesia sangat kuat dan fanatik terhadap klub masing-masing.
“Dengan adanya LPDB, kita bisa membuat kerja sama dalam bentuk koperasi sehingga basis suporter di daerah mana pun bisa berkembang lebih baik dan keanggotaannya dimanfaatkan,” ujarnya.
Deva menegaskan program ini tidak akan berhenti di sepak bola saja. Ke depan, LPDB akan membuka peluang koperasi berbasis komunitas untuk cabang olahraga lain seperti bulutangkis dan basket.
“Harapannya koperasi berbasis suporter ini meningkatkan bargaining position para suporter, sekaligus menggaet lebih banyak anak muda dan fans club di se
luruh Indonesia,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)













