- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
Pemuda Majalengka Unjuk Gigi, Dispora Cetak Agen Perubahan hingga Tembus Level Provinsi

Keterangan Gambar : Kepala Dispora Majalengka, Uju Gustiawan, dan peserta
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Majalengka kembali menggelar seleksi Pemuda Pelopor sebagai langkah strategis mencetak generasi muda yang maju, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Kepala Dispora Majalengka, Uju Gustiawan, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang lahirnya agen perubahan yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
"Pemuda pelopor adalah agen perubahan. Mereka pemikir kritis, inovator, sekaligus calon pemimpin masa depan. Kami ingin menemukan sosok yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga punya komitmen kuat membangun masyarakat," ujar Uju, Rabu (29/4/2026).
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Ia menekankan, pemuda merupakan aset strategis bangsa yang harus diberi ruang seluas-luasnya untuk mengekspresikan ide dan kreativitas. Melalui seleksi ini, Dispora mendorong munculnya gagasan-gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Senada, Kabid Layanan Kepemudaan Astrie Deviyanti menyebutkan, seleksi mencakup berbagai bidang strategis seperti pendidikan, pangan, sosial budaya, lingkungan hidup, pariwisata, hingga inovasi teknologi.
Menurutnya, karya para peserta menunjukkan kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah.
"Ini bukan hanya lomba, tetapi wadah aktualisasi pemuda untuk berkarya dan memberi solusi bagi masyarakat," ujarnya.
Dari 26 peserta tingkat kabupaten, terpilih tiga pemuda terbaik yang akan mewakili Majalengka ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Mereka adalah Dea Nur Amalia (bidang pangan) dengan inovasi Asboro, Kris Nandang (bidang sosial, agama, dan budaya) dengan program Dukas Someah, serta Muhammad Ridwan Saputra (bidang pendidikan) melalui LPQ Raudhatul Yaqien.
Ketiganya juga menerima uang pembinaan sebesar Rp5 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi mereka.
Dea Nur Amalia mengaku capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan produk pangan lokal demi mendukung ketahanan pangan daerah.
"Ini jadi penyemangat bagi saya untuk memperluas manfaat Asboro," katanya.
Kris Nandang menilai ajang ini sebagai ruang penting untuk memperkuat nilai sosial dan budaya di tengah masyarakat.
"Saya ingin Dukas Someah bisa menjangkau lebih luas dan memberi dampak nyata," ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Ridwan Saputra menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan generasi muda yang cerdas dan berkarakter.
"Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga berakhlak," ungkapnya.
Dispora Majalengka optimistis, melalui program ini akan lahir lebih banyak pemuda pelopor yang mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah sekaligus inspirasi bagi generasi muda lainnya. ** (Agit)












1.jpg)




