- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua Komisi III DPRD, Apresiasi Kinerja Polres Barito Utara, 3 Terduga Pelaku Pembantaian Satu Keluaraga, Berhasil Diringkus
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
- Peringatan Hari Kartini 2026, PKS Majalengka Soroti Peran Strategis Perempuan untuk Bangsa
- Hari Kartini, Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Majalengka dan Tegaskan Program Revitalisasi
Gara Gara Kepingin Sambal Mulut Pasutri di Garum Nyonyor Dipaksa Warga Makan Cabe Hasil Curian

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pasangan suami istri warga Kecamatan Garum sempat viral di sosial media setelah aksi nekatnya mengambil cabe tanpa ijin dipergoki pemiliknya disawah yang berakibat dipaksa warga untuk memakan cabai langsung di lokasi kejadian. Video tersebut beredar luas tidak hanya di media sosial namun juga hingga grup percakapan warga nitizen.
Dari video tersebut diketahui jika orang yang dipaksa untuk memakan cabai langsung ini adalah pasangan suami istri yang ketahuan hendak mengambil cabai di sebuah lahan pertanian di wilayah Garum Kabupaten Blitar.
Aksi ini ketahuan warga, yang kemudian geram dan melakukan aksi main hakim dengan memaksa pelaku pencurian cabai untuk memakan langsung hasil curiannya.
Baca Lainnya :
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
Kapolsek Garum, AKP Punjung membenarkan adanya video viral tersebut. Dikatakannya aksi dugaan pencurian ini terjadi di lahan milik Nuriman di wilayah Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.
Aksi dugaan pencurian ini diketahui sang pemilik lahan yang tengah menunggu tanaman cabai miliknya.
"Jadi dugaan pencurian cabai ini terjadi di lahan yang ada di wilayah Karangrejo Garum, pelakunya adalah suami istri dengan inisial SW (41 tahun ) dan LW (36 tahun). Adapun cabai yang diambil sebanyak 7 biji," ungkapnya, Senin (22/07/24).
Saat mengambil cabai tersebut kedua pelaku tidak mengetahui jika ada pemilik yang melihat aksi mereka.
"Kemudian pemilik tanaman yang sudah curiga dengan gelagat pelaku langsung berteriak memanggil warga dan mengepung keduanya. Karena geram, warga kemudian meminta pelaku memakan cabai tersebut dihadapan warga," urai Kapolsek.
Akhirnya kedua pelaku ini dibawa ke Mapolsek Garum untuk dimintai keterangan.
"Dihadapan petugas keduanya mengaku hanya mengambil 7 biji cabai saja. Cabai ini akan digunakan untuk membuat sambal," ucapnya.
Tidak percaya begitu saja, kedua pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pencari bekicot ini masih menjalani pemeriksaan lanjut di Mapolsek Garum.
Untuk diketahui saat ini harga cabai di pasaran terus mengalami kenaikan. Dengan kondisi ini sejumlah petani cabai waspada dan menjaga tanaman mereka agar tidak hilang dicuri.
Mungkin karena sering kehilangan tanaman cabe di sawah para petani waspada dan menjaga tanamananya, tak heran kalau buntut kekesalan petani bertindak main hakim sendiri, kendati hal tersebut sangat disayangkan oleh penegak hukum.** (za/mp)















