- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang

Keterangan Gambar : Poto: Istimewa
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar- Pengukuhan pengurus dan pelaksanaan turnamen catur yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Blitar bukan sekadar agenda rutin organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kusuma Wicitra, Sabtu (18/04/26), ini menjadi sinyal keras sekaligus "tamparan" bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat yang dinilai belum maksimal menjalankan peran strategisnya.
Di tengah ketidakpastian pencairan anggaran pemerintah melalui KONI, pembinaan olahraga catur di Blitar tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Turnamen ini hadir sebagai simbol perlawanan dan bukti nyata bahwa roda organisasi mampu berputar meski tanpa dukungan yang semestinya diterima.
Ketua Umum Percasi Kota Blitar, Mohammad Trijanto, secara terbuka menyoroti dinamika yang terjadi di lingkungan KONI. Ia menilai kondisi internal yang belum sepenuhnya solid serta hubungan antara eksekutif dan KONI menjadi penghambat utama, yang berdampak langsung pada tersendatnya bantuan bagi cabang olahraga.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- Kapolri: Ziarah ke Makam Bung Karno Sebagai Bentuk Penajaman Presisi Polri
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
"Kegiatan ini menjadi bukti bahwa olahraga tetap bisa berjalan meskipun anggaran belum turun. Tapi ini juga jadi catatan serius, karena seharusnya pembinaan tidak dibiarkan berjalan sendiri," kata Trijanto.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terkait komitmen pembinaan olahraga di daerah. Ketika organisasi cabang olahraga dipaksa mandiri tanpa kepastian dukungan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya program kerja, melainkan masa depan para atlet.
Meski demikian, Percasi memilih untuk tetap bergerak maju. Konsolidasi internal dilakukan hingga tingkat kecamatan, struktur diperkuat, dan agenda pembinaan tetap disusun meski tanpa jaminan anggaran yang pasti.
Lebih lanjut Mohammad Trijanto SH, MM, MH yang juga pimpinan dari Revolutionary Law Firm Kota Blitar menyampaikan, sebanyak 187 pecatur dari berbagai jenjang pendidikan hingga kategori umum memadati venue untuk beradu strategi dalam Percasi Cup 2026. Ajang ini digelar murni berkat swadaya dan jerih payah pengurus, lantaran dana hibah dari KONI hingga saat ini belum kunjung turun.
"Pertandingan ini kali pertama di 2026. Dan pertandingan murni dari jerih payah pengurus tanpa bantuan dana hibah dari KONI. Karena dana hibah KONI belum turun," jelas Trijanto.
Turnamen ini ditujukan untuk menambah jam terbang atlet sekaligus menjaring bibit unggul guna proses regenerasi. Trijanto optimistis potensi atlet Blitar tidak kalah dibandingkan daerah lain.
"Selain mencari bibit unggul, juga menambah jam terbang pecatur. Pasalnya, setiap tahun regenerasi pemain harus tetap ada. Karena kami yakin Kota Blitar punya pemain yang tak kalah dengan daerah lain," ujarnya.
Menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, pihaknya menargetkan sumbangan medali.
"Mudah-mudahan dengan sentuhan dan pembinaan, pecatur Kota Blitar semakin berprestasi," tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan pengukuhan pengurus masa bakti 2026-2030 yang dipimpin perwakilan Pengprov Percasi Jatim, Samsul Bahri. Samsul menegaskan bahwa prestasi tidak mungkin lahir dari organisasi yang rapuh, sehingga soliditas dan pembinaan berkelanjutan menjadi kunci.
Namun, pernyataan tersebut justru menyoroti ironi yang terjadi saat ini. Di satu sisi, cabang olahraga dituntut mengharumkan nama daerah, namun di sisi lain dukungan sistemik belum sepenuhnya hadir.
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin olahraga daerah hanya akan bertahan dari semangat segelintir orang, bukan dari sistem yang kuat," kata Samsul.
Samsul menambahkan, untuk mencetak atlet andal diperlukan peningkatan kualitas pelatih dan manajemen.
"Untuk mencetak pecatur andal, bisa dilakukan dengan upgrade pelatih. Dan kami yakin Kota Blitar bisa mewujudkannya," pungkasnya.
Turnamen ini pada akhirnya bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan bukti nyata bahwa ada persoalan mendasar dalam tata kelola pembinaan olahraga yang perlu segera diperbaiki. ( za/mp )
















