- Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial dan Fisik
- OJK Apresiasi Bank Jakarta dalam Mendorong Inklusi Keuangan Lewat FinFest 2026
- Rp 1,27 Miliar Revitalisasi SDN Cikaracak III, Siswa Harap Lebih Nyaman
- Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K.
- Hari Santri, Kakanwil Kamenag Banten Silaturhami Ke Abuya Muhtadi.
- Hadiri Sosialisasi pembangunan Jembatan Lemo, Ketua DPRD Harapakan Dukungan Semua Pihak
- Polda Metro Ungkap Lima Perkara SDA dan Barang Bersubsidi, 12 Tersangka Diproses
- Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat.
- Kepala BNPB Letjen Kristomei Tinjau Karhutla Jawa Timur dan Imbau Masyarakat Hentikan Pembakaran
- Siskamling Malam Sabtu, Babinsa Dan Komduk Jaga Kamtibmas.
DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir. H. Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi XII, Ir. H. Ateng Sutisna, M.BA menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini belum memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan tersebut disampaikan H. Ateng melalui pesan WhatsApp pada Selasa (31/3/2026), menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait potensi kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
Menurutnya, berdasarkan informasi terakhir dari hasil pertemuan dengan Kementerian ESDM, pihak Pertamina, serta arahan Presiden, pemerintah masih berkomitmen untuk mempertahankan harga BBM.
Baca Lainnya :
- Rp 1,27 Miliar Revitalisasi SDN Cikaracak III, Siswa Harap Lebih Nyaman
- Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K.
- Pilkada Lewat DPRD Mengemuka, Rona Firmansyah Buka Suara
- Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Perluas Pasar
- 33,89 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, Tapi di Majalengka Hanya Simbolis
"Belum ada rencana kenaikan. Pemerintah berupaya menjaga harga tetap stabil," ujarnya.
Meski demikian, Ateng menyebut pemerintah tetap akan melakukan evaluasi secara berkala dalam beberapa bulan ke depan, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi global, khususnya fluktuasi harga minyak dunia.
Ia menekankan, apabila penyesuaian harga pada akhirnya harus dilakukan, pemerintah diharapkan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
"Jika pun ada kenaikan, diupayakan tidak signifikan dan tetap memperhatikan daya beli masyarakat," katanya.
Pernyataan ini sekaligus memberikan kepastian di tengah kekhawatiran publik, bahwa pemerintah masih menempatkan stabilitas ekonomi dan perlindungan daya beli masyarakat sebagai prioritas utama dalam kebijakan energi nasional. ** (Agit)

.jpg)

.jpg)












