- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir. H. Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi XII, Ir. H. Ateng Sutisna, M.BA menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini belum memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan tersebut disampaikan H. Ateng melalui pesan WhatsApp pada Selasa (31/3/2026), menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait potensi kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
Menurutnya, berdasarkan informasi terakhir dari hasil pertemuan dengan Kementerian ESDM, pihak Pertamina, serta arahan Presiden, pemerintah masih berkomitmen untuk mempertahankan harga BBM.
Baca Lainnya :
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
"Belum ada rencana kenaikan. Pemerintah berupaya menjaga harga tetap stabil," ujarnya.
Meski demikian, Ateng menyebut pemerintah tetap akan melakukan evaluasi secara berkala dalam beberapa bulan ke depan, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi global, khususnya fluktuasi harga minyak dunia.
Ia menekankan, apabila penyesuaian harga pada akhirnya harus dilakukan, pemerintah diharapkan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
"Jika pun ada kenaikan, diupayakan tidak signifikan dan tetap memperhatikan daya beli masyarakat," katanya.
Pernyataan ini sekaligus memberikan kepastian di tengah kekhawatiran publik, bahwa pemerintah masih menempatkan stabilitas ekonomi dan perlindungan daya beli masyarakat sebagai prioritas utama dalam kebijakan energi nasional. ** (Agit)



.jpg)
.jpg)












