- PRSI Babel Sukses Ramaikan Festival Semarak Ekraf Lewat Bangka Robotic Competition 2026
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum Kasus di Kantah Kota Serang
- Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Lemhannas RI, Menteri Nusron: Perkuat Kepastian Hukum Aset Negara
- Klarifikasi Terkait Viral Harga Tabung Gas 3 Kg di Koperasi Merah Putih Ciakar, Tangerang Banten
- Belum Ada Kepastian, PT Aditya Laksana Sejahtera Minta OJK Perjelas Jadwal Mediasi
- Menteri Maman: SAPA UMKM Ubah Data Statis Jadi Kebijakan Tepat Sasaran
- Pemerintah Siapkan Regulasi DHE dan Ekspor CPO Jelang Berlaku 1 Juni 2026
- UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya Digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gelaran Bersih Desa Rejowinangun Implentasikan Kerukunan Dalam Kebhinekaan Hakiki
DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Ir. H. Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi XII, Ir. H. Ateng Sutisna, M.BA menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini belum memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan tersebut disampaikan H. Ateng melalui pesan WhatsApp pada Selasa (31/3/2026), menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait potensi kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
Menurutnya, berdasarkan informasi terakhir dari hasil pertemuan dengan Kementerian ESDM, pihak Pertamina, serta arahan Presiden, pemerintah masih berkomitmen untuk mempertahankan harga BBM.
Baca Lainnya :
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Ratusan Pil Haram Diamankan, Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Obat Ilegal
"Belum ada rencana kenaikan. Pemerintah berupaya menjaga harga tetap stabil," ujarnya.
Meski demikian, Ateng menyebut pemerintah tetap akan melakukan evaluasi secara berkala dalam beberapa bulan ke depan, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi global, khususnya fluktuasi harga minyak dunia.
Ia menekankan, apabila penyesuaian harga pada akhirnya harus dilakukan, pemerintah diharapkan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
"Jika pun ada kenaikan, diupayakan tidak signifikan dan tetap memperhatikan daya beli masyarakat," katanya.
Pernyataan ini sekaligus memberikan kepastian di tengah kekhawatiran publik, bahwa pemerintah masih menempatkan stabilitas ekonomi dan perlindungan daya beli masyarakat sebagai prioritas utama dalam kebijakan energi nasional. ** (Agit)

.jpg)


.jpg)












