- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua Komisi III DPRD, Apresiasi Kinerja Polres Barito Utara, 3 Terduga Pelaku Pembantaian Satu Keluaraga, Berhasil Diringkus
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
- Peringatan Hari Kartini 2026, PKS Majalengka Soroti Peran Strategis Perempuan untuk Bangsa
Dana Bergulir Tingkatkan Usaha Anggota Koperasi Pengrajin Anyaman Bambu di Majalengka

Keterangan Gambar : Yohati pelaku usaha Kerajinan Anyaman Bambu di Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka- Koperasi sebagai tonggak pemberdayaan masyarakat, telah membuktikan bahwa ekonomi yang kuat dapat dibangun dari bawah. Dengan memberdayakan anggota dan masyarakat sekitar, koperasi telah menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan taraf hidup, dan memperkuat jaringan sosial.
Melalui berbagai program dan kegiatan, koperasi turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat secara luas, membuktikan bahwa ekonomi dan sosial dapat berjalan beriringan.
Seperti di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Yohati yang merupakan pengrajin bambu mampu menumbuhkan usahanya melalui akses permodalan dari Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Al-Bahjah.
Baca Lainnya :
- Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP
- LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas
- Kemenkop Teken MoU Bersama BPJS Kesehatan untuk Akselerasi Layanan Kesehatan di Desa
- Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
Dengan perkuatan permodalan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), KSPPS BMT Al-Bahjah mampu menjadi katalisator dalam menumbuhkan usaha anggota.
Yohati telah lebih dari 20 tahun menggeluti usaha anyaman bambu. Produk-produknya seperti besek, kipas, dan bakul telah berhasil menembus pasar yang lebih luas. Namun, kendala permodalan sempat menghambat pertumbuhan usahanya.
"Dulu, saya merasa kesulitan untuk mengembangkan usaha karena terbatasnya modal. Berkat bantuan dana bergulir dari koperasi, saya bisa membeli peralatan yang lebih baik dan meningkatkan produksi," ujar Yohati.
Kehadiran dana bergulir dari LPDB-KUMKM melalui KSPPS BMT Al-Bahjah telah memberikan dampak yang signifikan bagi usaha Yohati. Dari awalnya hanya berjualan dalam skala kecil, kini Yohati telah memiliki beberapa agen dan mengirimkan produknya menggunakan mobil.
"Saya sangat bersyukur dengan adanya koperasi dan dana bergulir ini. Usaha saya semakin lancar dan saya bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga," tambah Yohati.
Yohati mengaku bersyukur usahanya kian bertumbuh karena akses permodalan dari koperasi.
"Awalnya, saya hanya mengandalkan sepeda untuk mengantar produk ke pengrajin. Namun, berkat modal dari koperasi, saya bisa membeli motor, bahkan sekarang sudah menggunakan mobil untuk menunjang kelancaran usaha,” tambah Yohati dengan penuh syukur.
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo mengatakan, pihaknya menyambut baik keberhasilan program dana bergulir dalam memberdayakan UMKM seperti Yohati.
"Kisah sukses Ibu Yohati membuktikan bahwa dana bergulir memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui koperasi," ujar Supomo.
"Ke depan, LPDB-KUMKM akan terus fokus dalam menyalurkan dana bergulir kepada koperasi di seluruh Indonesia, terutama untuk sektor produktif. Kami berharap semakin banyak anggota koperasi yang dapat berkembang dan mandiri berkat dukungan program ini," tambah Supomo.
Menurut Supomo, saat ini pemerintah juga tengah fokus meningkatkan daya saing dan juga peran koperasi terhadap perekonomian nasional.
"LPDB-KUMKM berkomitmen untuk bersinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga keuangan, maupun masyarakat, dalam mengembangkan ekosistem koperasi yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat mencapai tujuan bersama, yaitu mewujudkan koperasi yang kuat dan mandiri," jelas Supomo.
Supomo berharap, kisah sukses Yohati bisa menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya di Indonesia.
"Dengan semangat yang tinggi dan dukungan akses permodalan yang memadai, UMKM Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang," pungkas Supomo.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)













