- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
Bertemu Dubes RI untuk AS, Kadin Dorong Kolaborasi Menuju Indonesia Incorporated

Keterangan Gambar : Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat (AS), Dwisuryo Indroyono Soesilo, di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat (AS), Dwisuryo Indroyono Soesilo, di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025).
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama perdagangan, investasi, serta penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-AS.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Luncurkan Arah Baru Kewirausahaan, Fokus Naik Kelas dan Daya Saing Global
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- SAPA UMKM Siap Perluas Akses Pengadaan Pemerintah melalui Integrasi Layanan
- Menteri UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Hadapi Bonus Demografi
- Pemerintah Tegaskan Keberpihakan kepada UMKM Lewat PP 20 Tahun 2026
Anindya yang akrab disapa Anin menegaskan, Kadin sebagai mitra strategis pemerintah siap mendukung diplomasi ekonomi Indonesia di Negeri Paman Sam. Menurutnya, momentum pasca negosiasi tarif baru membuka peluang besar bagi peningkatan perdagangan dan investasi dua arah.
“Kami bicara banyak, mulai dari bagaimana memanfaatkan peluang investasi dan perdagangan hingga mendorong peran UMKM dan koperasi. Pak Dubes sangat mendukung, bahkan banyak ide-ide baru yang sangat baik,” ujar Anin.
Ia menambahkan, fokus penguatan UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi prioritas. Dari total 66 juta UMKM dan 500 ribu IKM di Indonesia, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 65 persen. Karena itu, kerja sama dengan lembaga di AS seperti Small Business Administration (SBA) dan Small Business Center (SBC) dinilai sangat penting.
“Selama ini fokusnya memang ke perusahaan besar, padahal UMKM menyumbang hampir 65 persen PDB kita. Wajar jika mereka harus kita perjuangkan,” jelasnya.
Kadin juga disebut telah menjalin komunikasi dengan berbagai asosiasi di AS, mulai dari importir kapas, gandum, kedelai, hingga asosiasi tekstil, garmen, alas kaki, elektronik, dan furnitur guna memperluas ekspor Indonesia.
“Momentum G20 dan B20 menjadi kesempatan besar. Bahkan pada UN General Assembly September nanti, Kadin bisa membuat agenda road to B20 G20 tahun depan sebagai langkah awal kerja sama lebih konkret,” pungkas Anin.
Sementara itu, Dubes RI untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menegaskan mandat Presiden Prabowo Subianto adalah memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-AS, khususnya peningkatan investasi.
“Selain diplomasi konvensional, kami akan mendorong program bersama dengan Danantara, Kadin, dan sektor swasta. Fungsi Kadin sangat penting, terutama dalam pengembangan UMKM dan IKM. Kebetulan di AS ada SBA dan SBC yang bisa kita hubungkan dengan Kadin,” kata Indroyono.
Ia menambahkan, penandatanganan US-Indonesia Comprehensive Strategic Partnership pada 2023 menjadi payung kerja sama yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai sektor. Menjelang pertemuan G20 di AS pada 2026, peluang besar diharapkan menghasilkan kontrak bisnis konkret.
“Harapannya, kegiatan B20 di AS tahun depan dapat membuka jalan kerja sama yang lebih luas. Dengan dukungan Kadin, kita bisa menjadikan inisiatif ini sebagai wujud nyata Indonesia Incorporated,” tegasnya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Bernardino M. Vega, Direktur Eksekutif Kadin Institute Mulya Amri, serta Kepala Staff of Chairman Office Kadin Indonesia Harya Mitra Hidayat.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)
.jpg)








1.jpg)




