- Puspom TNI Merilis 4 Identitas Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
- Penghujung Ramadhan, Forwat Gelar Sarasehan Bukber dan Sodaqoh
- Dinas PUPR Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- Babinsa bersama Komduk gelar Patroli Siskamling Jelang Idul Fitri
- Dipenghujung Ramadhan 1447 H, Pemkab Barut Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat, Dalam Nuansa Ramah Tamah Dan Buka Puasa Bersama
- Ribuan Warga Terima Bantuan, Pemkab Barito Utara Salurkan Kartu Huma Betang
- Musrenbang RKPD 2027 di Palangka Raya, Shalahuddin Gaspol Perjuangkan Program Prioritas Barito Utara
- Dewan Adat BAMUS Betawi Gaungkan Persatuan Bangsa Lewat Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan
- Wujud Solidaritas, Ratusan Paket Lebaran Dibagikan untuk Wartawan dan Masyarakat Prasejahtera
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
Bertemu Dubes RI untuk AS, Kadin Dorong Kolaborasi Menuju Indonesia Incorporated

Keterangan Gambar : Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat (AS), Dwisuryo Indroyono Soesilo, di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat (AS), Dwisuryo Indroyono Soesilo, di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025).
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama perdagangan, investasi, serta penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-AS.
Baca Lainnya :
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
Anindya yang akrab disapa Anin menegaskan, Kadin sebagai mitra strategis pemerintah siap mendukung diplomasi ekonomi Indonesia di Negeri Paman Sam. Menurutnya, momentum pasca negosiasi tarif baru membuka peluang besar bagi peningkatan perdagangan dan investasi dua arah.
“Kami bicara banyak, mulai dari bagaimana memanfaatkan peluang investasi dan perdagangan hingga mendorong peran UMKM dan koperasi. Pak Dubes sangat mendukung, bahkan banyak ide-ide baru yang sangat baik,” ujar Anin.
Ia menambahkan, fokus penguatan UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi prioritas. Dari total 66 juta UMKM dan 500 ribu IKM di Indonesia, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 65 persen. Karena itu, kerja sama dengan lembaga di AS seperti Small Business Administration (SBA) dan Small Business Center (SBC) dinilai sangat penting.
“Selama ini fokusnya memang ke perusahaan besar, padahal UMKM menyumbang hampir 65 persen PDB kita. Wajar jika mereka harus kita perjuangkan,” jelasnya.
Kadin juga disebut telah menjalin komunikasi dengan berbagai asosiasi di AS, mulai dari importir kapas, gandum, kedelai, hingga asosiasi tekstil, garmen, alas kaki, elektronik, dan furnitur guna memperluas ekspor Indonesia.
“Momentum G20 dan B20 menjadi kesempatan besar. Bahkan pada UN General Assembly September nanti, Kadin bisa membuat agenda road to B20 G20 tahun depan sebagai langkah awal kerja sama lebih konkret,” pungkas Anin.
Sementara itu, Dubes RI untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menegaskan mandat Presiden Prabowo Subianto adalah memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-AS, khususnya peningkatan investasi.
“Selain diplomasi konvensional, kami akan mendorong program bersama dengan Danantara, Kadin, dan sektor swasta. Fungsi Kadin sangat penting, terutama dalam pengembangan UMKM dan IKM. Kebetulan di AS ada SBA dan SBC yang bisa kita hubungkan dengan Kadin,” kata Indroyono.
Ia menambahkan, penandatanganan US-Indonesia Comprehensive Strategic Partnership pada 2023 menjadi payung kerja sama yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai sektor. Menjelang pertemuan G20 di AS pada 2026, peluang besar diharapkan menghasilkan kontrak bisnis konkret.
“Harapannya, kegiatan B20 di AS tahun depan dapat membuka jalan kerja sama yang lebih luas. Dengan dukungan Kadin, kita bisa menjadikan inisiatif ini sebagai wujud nyata Indonesia Incorporated,” tegasnya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Bernardino M. Vega, Direktur Eksekutif Kadin Institute Mulya Amri, serta Kepala Staff of Chairman Office Kadin Indonesia Harya Mitra Hidayat.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















