- Babinsa Koramil Ciledug Dan Serpong Bersama Komduk Aktif Patroli Malam.
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Koramil 10/Sepatan Gelar Baksos, Komsos dan Santunan Anak Yatim.
- Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar Aktif Kelola Pertanian, Peternakan Kambing dan Perikanan Untuk ini.
- Paguyuban Jawa Tengah dan Persejasi DKI Jakarta Tampilkan Sepakbola Berjalan (Walking Football)
- Warga RW 11 VTE Antusias Ikuti Skrining Kesehatan
- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
- Babinsa Jajaran Kodim 0506/Tgr Bersama Komduk Patroli Malam.
- Perbasi Cup Bergulir, Maryono: Olahraga Buka Peluang Wisata dan Ekonomi.
- Berita Sahih dan Kabar Bohong Makin Kabur, Masyarakat Harus Cermat
Dewan Adat BAMUS Betawi Gaungkan Persatuan Bangsa Lewat Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan

Keterangan Gambar : Dewan Adat BAMUS Betawi melalui kegiatan bertajuk “Ramadhan Penuh Cinta ke-15” yang digelar di Balai Budaya Condet, Jakarta Timur, Rabu (18/3)2026).foto.Lexi
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Semangat berbagi dan pelestarian budaya kembali digaungkan Dewan Adat BAMUS Betawi melalui kegiatan bertajuk “Ramadhan Penuh Cinta ke-15” yang digelar di Balai Budaya Condet, Jakarta Timur, Rabu (18/3)2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 anak yatim piatu menerima santunan. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi yang dihadiri tokoh masyarakat, ulama, serta para penggiat seni budaya Betawi, sekaligus dirangkai dengan buka puasa bersama.

Baca Lainnya :
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
- Dewan Adat BAMUS Betawi Gaungkan Persatuan Bangsa Lewat Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan
- Wujud Solidaritas, Ratusan Paket Lebaran Dibagikan untuk Wartawan dan Masyarakat Prasejahtera
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
Ketua Umum Dewan Adat BAMUS Betawi, Muhammad Rifqi yang dikenal sebagai Ekki Pitung, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi organisasi dalam memadukan nilai sosial, keagamaan, dan budaya, khususnya di bulan suci Ramadhan.
“Setiap tahun kita hadir dengan semangat yang sama, berbagi kepada anak yatim sekaligus memperkuat nilai kebersamaan. Ini sudah menjadi tradisi kami,” ujar Ekki.
Ia menjelaskan, ratusan anak yatim yang menerima santunan berasal dari berbagai wilayah di Jakarta, dengan mayoritas dari Jakarta Timur. Namun demikian, penerima manfaat juga mencakup wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
Menurutnya, suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, lembaga, hingga para donatur yang turut berkontribusi dalam bentuk santunan maupun paket sembako.
“Ini kerja kolektif. Kita bahu-membahu dengan banyak pihak. Yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak yatim,” katanya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, BAMUS Betawi juga menyisipkan pesan penting terkait persatuan bangsa di tengah dinamika global. Ekki menilai, doa-doa anak yatim menjadi harapan bagi Indonesia agar tetap kuat dan stabil.
“Kita ingin Ramadhan ini menjadi momentum untuk mendoakan bangsa. Agar Indonesia tetap aman, tidak mudah terprovokasi, dan mampu menghadapi tantangan global ke depan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga eksistensi budaya Betawi di tengah transformasi Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, modernisasi tidak boleh menggerus identitas lokal.
“Betawi sudah diakui sebagai budaya inti Jakarta. Tantangannya adalah bagaimana kita menjaga agar tidak hilang di tengah arus globalisasi,” tegasnya.
Ekki pun mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian lebih dalam perlindungan dan pengembangan budaya Betawi, sebagaimana daerah lain yang telah memiliki kekhususan dalam kebijakan nasional.
Acara berlangsung meriah dengan nuansa khas Betawi, mulai dari kehadiran tokoh adat hingga sentuhan seni tradisional, menjadikan kegiatan ini tidak hanya bermakna sosial tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya.
Sebagai agenda tahunan, “Ramadhan Penuh Cinta” telah menjadi simbol kepedulian dan eksistensi BAMUS Betawi. Bahkan, pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini mampu menjangkau hingga 1.000 anak yatim.
Dengan semangat kebersamaan, BAMUS Betawi berharap kegiatan ini terus menjadi pengikat solidaritas masyarakat sekaligus benteng dalam menjaga warisan budaya Betawi di masa depan.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)













