DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata

By Sigit 15 Mar 2026, 18:51:10 WIB Nasional
DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ateng Sutisna


MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Program ambisius pemerintah untuk mempercepat konversi sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik mulai menuai sorotan tajam dari parlemen.

Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ateng Sutisna, mengingatkan agar agenda besar tersebut tidak sekadar menjadi target ambisius tanpa kesiapan konkret di lapangan.

Menurut Ateng, percepatan kendaraan listrik memang merupakan langkah strategis dalam mendukung transisi energi nasional. Namun ia menegaskan, pemerintah harus memastikan kesiapan infrastruktur, industri dalam negeri, hingga perhitungan ekonomi sebelum menjalankan program konversi secara besar-besaran.

Baca Lainnya :

"Kami mendukung percepatan kendaraan listrik, tapi harus disertai kesiapan infrastruktur dan perhitungan ekonomi yang realistis," tegas Ateng.

Ia juga mendesak pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik serta memastikan adanya transfer teknologi, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi industri kendaraan listrik global.

Program percepatan kendaraan listrik sendiri merupakan bagian dari agenda transisi energi nasional yang diperkuat dengan pembentukan Satgas Percepatan Transisi Energi Nasional di bawah koordinasi Menteri ESDM atas mandat Presiden Prabowo Subianto.

Namun di balik ambisi besar tersebut, sejumlah persoalan dinilai masih menjadi batu sandungan. Salah satunya adalah biaya konversi motor bensin menjadi motor listrik yang saat ini masih berada di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 16 juta per unit.

Tak hanya soal biaya, Ateng juga menyoroti proses uji tipe dan sertifikasi kendaraan konversi yang masih dinilai berbelit dan menjadi hambatan administratif bagi bengkel konversi di berbagai daerah.

Jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, ia khawatir target konversi jutaan motor listrik hanya akan menjadi agenda besar di atas kertas tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ateng Sutisna sebagaimana dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu (15/03/2026).

"Program sebesar ini harus benar-benar dipersiapkan matang. Jangan sampai ambisinya besar, tapi pelaksanaannya justru membebani masyarakat," ujarnya. ** (Agit)




  • Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu Baru, Ini Rekam Jejaknya

    🕔17:32:05, 14 Sep 2026
  • Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031

    🕔14:53:16, 31 Agu 2026
  • DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026

    🕔15:51:15, 28 Agu 2026
  • BIMA Apresiasi DPR dan Botok, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026

    🕔19:42:00, 27 Agu 2026
  • EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia

    🕔16:05:58, 12 Agu 2026