- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Program ambisius pemerintah untuk mempercepat konversi sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik mulai menuai sorotan tajam dari parlemen.
Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ateng Sutisna, mengingatkan agar agenda besar tersebut tidak sekadar menjadi target ambisius tanpa kesiapan konkret di lapangan.
Menurut Ateng, percepatan kendaraan listrik memang merupakan langkah strategis dalam mendukung transisi energi nasional. Namun ia menegaskan, pemerintah harus memastikan kesiapan infrastruktur, industri dalam negeri, hingga perhitungan ekonomi sebelum menjalankan program konversi secara besar-besaran.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- Kapolri: Ziarah ke Makam Bung Karno Sebagai Bentuk Penajaman Presisi Polri
"Kami mendukung percepatan kendaraan listrik, tapi harus disertai kesiapan infrastruktur dan perhitungan ekonomi yang realistis," tegas Ateng.
Ia juga mendesak pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik serta memastikan adanya transfer teknologi, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi industri kendaraan listrik global.
Program percepatan kendaraan listrik sendiri merupakan bagian dari agenda transisi energi nasional yang diperkuat dengan pembentukan Satgas Percepatan Transisi Energi Nasional di bawah koordinasi Menteri ESDM atas mandat Presiden Prabowo Subianto.
Namun di balik ambisi besar tersebut, sejumlah persoalan dinilai masih menjadi batu sandungan. Salah satunya adalah biaya konversi motor bensin menjadi motor listrik yang saat ini masih berada di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 16 juta per unit.
Tak hanya soal biaya, Ateng juga menyoroti proses uji tipe dan sertifikasi kendaraan konversi yang masih dinilai berbelit dan menjadi hambatan administratif bagi bengkel konversi di berbagai daerah.
Jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, ia khawatir target konversi jutaan motor listrik hanya akan menjadi agenda besar di atas kertas tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ateng Sutisna sebagaimana dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu (15/03/2026).
"Program sebesar ini harus benar-benar dipersiapkan matang. Jangan sampai ambisinya besar, tapi pelaksanaannya justru membebani masyarakat," ujarnya. ** (Agit)
















