- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM

Keterangan Gambar : ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM OPINI - Malam itu hujan turun deras di Jatiwangi, Majalengka. Di tengah guyuran hujan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait tetap berdiri melepas truk genteng produksi UMKM bersama Bupati Majalengka Eman Suherman. Rabu, (11/03/2026)
Bagi sebagian orang, peristiwa itu mungkin hanya seremoni pelepasan 14 truk genteng. Tetapi bagi para pengrajin di Jatiwangi, momen itu terasa jauh lebih besar dari sekadar acara pemerintah.
Genteng yang dimuat ke truk-truk itu bukan hanya material bangunan. Ia adalah simbol kerja keras para pengrajin yang selama puluhan tahun menghidupi keluarganya dari tanah liat yang dibakar menjadi atap rumah.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
Industri genteng Jatiwangi pernah berjaya, tetapi beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan besar: permintaan menurun, persaingan produk pabrikan meningkat, dan pasar semakin tidak menentu.
Di tengah kondisi itu, program gentengisasi yang didorong pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan harapan baru. Gagasan dasarnya sederhana namun penting : pembangunan rumah rakyat tidak hanya membangun bangunan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Jika setiap program perumahan menyerap produk UMKM lokal genteng, bata, kayu, hingga bahan bangunan lainnya maka pembangunan tidak hanya menghasilkan rumah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi daerah.
Komitmen pembelian genteng hingga sekitar Rp 3 miliar memang bukan angka besar dalam skala proyek nasional. Namun bagi pengrajin Jatiwangi, angka itu berarti pesanan nyata, aktivitas produksi kembali berjalan, dan harapan bahwa industri tradisional mereka masih memiliki tempat di masa depan.
Tentu saja, tantangan tetap ada. UMKM juga harus mampu menjaga kualitas produk, meningkatkan standar produksi, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang semakin kompetitif. Tanpa itu, peluang yang datang bisa saja tidak bertahan lama.
Namun malam hujan di Jatiwangi memberi pesan yang kuat: ketika pembangunan nasional memberi ruang bagi produk lokal, maka UMKM tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari roda pembangunan.
Dan mungkin dari genteng-genteng sederhana itulah, harapan ekonomi rakyat kembali disusun satu demi satu, seperti atap yang melindungi rumah-rumah di seluruh negeri. ** (Agit)

















