Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi

By Sigit 11 Mar 2026, 09:49:10 WIB Nasional
Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna.


MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Fenomena antrean panjang dan aksi panic buying bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah dinilai menjadi sinyal serius bagi ketahanan energi nasional. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna.

Menurut Ateng, peristiwa tersebut tidak hanya dipicu oleh kepanikan masyarakat, tetapi juga mencerminkan persoalan mendasar dalam sistem distribusi energi di Indonesia.

Ia menyoroti adanya defisit infrastruktur penyimpanan (storage) BBM serta lemahnya mekanisme logistik dan rantai pasok energi nasional. Kondisi ini membuat sistem pasokan menjadi rentan ketika terjadi gangguan distribusi atau gejolak informasi di masyarakat.

Baca Lainnya :

"Fenomena antrean panjang dan panic buying BBM di sejumlah wilayah menjadi alarm bagi ketahanan energi nasional," ujar Ateng dalam keterangan di akun instagram pribadinya. Rabu, (11/03/2026).

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu menegaskan pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat cadangan energi nasional.

Beberapa langkah yang ia dorong antara lain pembangunan storage BBM strategis di berbagai wilayah, penguatan digitalisasi pengawasan rantai pasok energi, serta sinkronisasi pembangunan kilang agar sistem distribusi energi nasional lebih kuat dan andal.

Ateng menilai, tanpa perbaikan menyeluruh pada infrastruktur penyimpanan dan sistem logistik, potensi kepanikan masyarakat akibat isu kelangkaan BBM bisa terus berulang di masa mendatang.

"Ketahanan energi harus dibangun dengan sistem yang kuat, mulai dari cadangan hingga distribusinya," tegasnya.

Fenomena antrean BBM yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini pun menjadi perhatian publik dan memicu diskusi mengenai kesiapan infrastruktur energi Indonesia menghadapi lonjakan permintaan maupun gangguan distribusi. ** (Agit)




  • Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu Baru, Ini Rekam Jejaknya

    🕔17:32:05, 14 Sep 2026
  • Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031

    🕔14:53:16, 31 Agu 2026
  • DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026

    🕔15:51:15, 28 Agu 2026
  • BIMA Apresiasi DPR dan Botok, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026

    🕔19:42:00, 27 Agu 2026
  • EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia

    🕔16:05:58, 12 Agu 2026