- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna.
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Fenomena antrean panjang dan aksi panic buying bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah dinilai menjadi sinyal serius bagi ketahanan energi nasional. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna.
Menurut Ateng, peristiwa tersebut tidak hanya dipicu oleh kepanikan masyarakat, tetapi juga mencerminkan persoalan mendasar dalam sistem distribusi energi di Indonesia.
Ia menyoroti adanya defisit infrastruktur penyimpanan (storage) BBM serta lemahnya mekanisme logistik dan rantai pasok energi nasional. Kondisi ini membuat sistem pasokan menjadi rentan ketika terjadi gangguan distribusi atau gejolak informasi di masyarakat.
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
"Fenomena antrean panjang dan panic buying BBM di sejumlah wilayah menjadi alarm bagi ketahanan energi nasional," ujar Ateng dalam keterangan di akun instagram pribadinya. Rabu, (11/03/2026).
Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu menegaskan pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat cadangan energi nasional.
Beberapa langkah yang ia dorong antara lain pembangunan storage BBM strategis di berbagai wilayah, penguatan digitalisasi pengawasan rantai pasok energi, serta sinkronisasi pembangunan kilang agar sistem distribusi energi nasional lebih kuat dan andal.
Ateng menilai, tanpa perbaikan menyeluruh pada infrastruktur penyimpanan dan sistem logistik, potensi kepanikan masyarakat akibat isu kelangkaan BBM bisa terus berulang di masa mendatang.
"Ketahanan energi harus dibangun dengan sistem yang kuat, mulai dari cadangan hingga distribusinya," tegasnya.
Fenomena antrean BBM yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini pun menjadi perhatian publik dan memicu diskusi mengenai kesiapan infrastruktur energi Indonesia menghadapi lonjakan permintaan maupun gangguan distribusi. ** (Agit)


.jpg)
.jpg)












