- Kementerian UMKM Perkuat Inkubator Usaha untuk Cetak 10 Juta Wirausaha Baru
- Pemerintah Tegaskan Keberpihakan kepada UMKM Lewat PP 20 Tahun 2026
- Menteri Maman: Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro Wujud Kehadiran Negara
- Komisi IV DPRD Dorong Perda Kepemudaan, KNPI Diminta Bergerak Nyata
- Pemkab Barito Utara Dukung Peningkatan SDM Melalui Sosialisasi Program Pascasarjana ULM
- Wabup Felix Sonadie Lantik Pengurus DPD PPNI dan DPK PPNI Barito Utara Periode 2026–2031
- Pemerintah Tetapkan Pengemudi Ojol Roda Dua sebagai UMKM
- Transformasi Digital UMKM Dipercepat, Kementerian UMKM Integrasikan Layanan Lewat SAPA UMKM
- Komisi Maksimal 8 Persen, Driver Ojol Kini Berstatus Pengusaha Mikro
- Kementerian UMKM Dorong PRSU 2026 Jadi Pengungkit Pasar dan Kontrak Dagang UMKM
Wabup Asahan: Mari Terus Proaktif Cegah Stunting

Keterangan Gambar : Wabup Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, MSi membuka resmi pengukuran dan publikasi stunting.
MEGAPOLITANPOS.COM, Asahan – Wakil Bupati (Wabup) Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, MSi membuka secara resmi pengukuran dan publikasi stunting yang dihadiri Forkopimda, Kadis Kesehatan, para Camat, Pengurus TP PKK Asahan, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Asahan, Organisasi Profesi serta TPPS Kabupaten Asahan, di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Rabu (14/12/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr. Nanang, FA, SpPK mengatakan, angka prevalensi stunting Kabupaten Asahan terus menurun hingga Tahun 2022. Ini disebabkan karena seluruh pihak terus melakukan pendampingan dan pemantauan kepada balita yang memiliki gizi buruk.
Nanang juga menyampaikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan akan terus berusaha menurunkan angka stunting yang ada di Kabupaten Asahan, sehingga Kabupaten Asahan terbebas dari stunting.
Baca Lainnya :
- Komisi IV DPRD Dorong Perda Kepemudaan, KNPI Diminta Bergerak Nyata
- Bupati Eman Resmikan Revitalisasi SMPN 1 Leuwimunding, Ini Harapannya
- Perkuat Ukhuwah, Subling ke-45 di Masjid Al-Mustaqim Dihadiri Ratusan Jamaah
- Pengurus Ranting Muslimat NU Desa Tumpang Kecamatan Talun Menggelar Pengajian dan Santunan Yatim Piatu
- Angkat Destinasi Wisata, Tan Ngi Hing Perjuangkan Akses Jembatan Garuda
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Asahan mengatakan, untuk mendukung terintegrasinya pelaksanaan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Asahan, terdapat 8 aksi dalam integrasi yang akan memperkuat efektivitas intervensi stunting, mulai dari analisa situasi program penurunan stunting, penyusunan rencana kegiatan, rembuk stunting, pembinaan kader pembangunan manusia dan pengelolaan sistem manajemen data pengukuran dan publikasi stunting.
Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan, dan ini menunjukkan masalah stunting perlu ditangani segera. Hasil riset kesehatan dasar riskesdas 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar 7 juta balita menderita stunting dengan latar belakang yang beragam, dari masalah anemia pada ibu hamil 48,9%, berat bayi lahir rendah BBLR 6,2% balita kurus atau wasting 10,2% dan anemia pada balita.
“Selanjutnya, dengan pengukuran dan publikasi stunting ini kita dapat mengetahui status gizi anak sesuai umur dan mengukur prevalensi stunting di tingkat desa secara berkala. Mari kita tetap bangun sinergi dan terus proaktif mencegah stunting di Kabupaten Asahan demi mewujudkan masyarakat Asahan sejahtera yang religius dan berkarakter,” pungkas Wabup. (DS)

















