- Arus Balik Lebaran 2026, Operator dan Awak Transportasi Diimbau Utamakan Keselamatan
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
Wabup Asahan: Mari Terus Proaktif Cegah Stunting

Keterangan Gambar : Wabup Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, MSi membuka resmi pengukuran dan publikasi stunting.
MEGAPOLITANPOS.COM, Asahan – Wakil Bupati (Wabup) Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, MSi membuka secara resmi pengukuran dan publikasi stunting yang dihadiri Forkopimda, Kadis Kesehatan, para Camat, Pengurus TP PKK Asahan, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Asahan, Organisasi Profesi serta TPPS Kabupaten Asahan, di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Rabu (14/12/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr. Nanang, FA, SpPK mengatakan, angka prevalensi stunting Kabupaten Asahan terus menurun hingga Tahun 2022. Ini disebabkan karena seluruh pihak terus melakukan pendampingan dan pemantauan kepada balita yang memiliki gizi buruk.
Nanang juga menyampaikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan akan terus berusaha menurunkan angka stunting yang ada di Kabupaten Asahan, sehingga Kabupaten Asahan terbebas dari stunting.
Baca Lainnya :
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Asahan mengatakan, untuk mendukung terintegrasinya pelaksanaan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Asahan, terdapat 8 aksi dalam integrasi yang akan memperkuat efektivitas intervensi stunting, mulai dari analisa situasi program penurunan stunting, penyusunan rencana kegiatan, rembuk stunting, pembinaan kader pembangunan manusia dan pengelolaan sistem manajemen data pengukuran dan publikasi stunting.
Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan, dan ini menunjukkan masalah stunting perlu ditangani segera. Hasil riset kesehatan dasar riskesdas 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar 7 juta balita menderita stunting dengan latar belakang yang beragam, dari masalah anemia pada ibu hamil 48,9%, berat bayi lahir rendah BBLR 6,2% balita kurus atau wasting 10,2% dan anemia pada balita.
“Selanjutnya, dengan pengukuran dan publikasi stunting ini kita dapat mengetahui status gizi anak sesuai umur dan mengukur prevalensi stunting di tingkat desa secara berkala. Mari kita tetap bangun sinergi dan terus proaktif mencegah stunting di Kabupaten Asahan demi mewujudkan masyarakat Asahan sejahtera yang religius dan berkarakter,” pungkas Wabup. (DS)

















