- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot

Keterangan Gambar : Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Persoalan pengelolaan sampah dan minimnya fasilitas lingkungan hidup di Kabupaten Majalengka mulai terkuak. H Iing Misbahuddin, SM, SH bersama jajaran Komisi III DPRD melakukan inspeksi langsung ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026), dan menemukan sejumlah persoalan serius yang dinilai membutuhkan penanganan darurat.
Kedatangan para legislator disambut Kepala DLH Majalengka, Wawan Sarwanto. Namun di balik pertemuan tersebut, tersimpan sederet persoalan lingkungan yang memantik perhatian DPRD, mulai dari armada pengangkut sampah yang terbatas, alat berat TPA, hingga laboratorium lingkungan yang belum juga berfungsi.
Dalam kunjungan itu, Komisi III menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dinilai masih jauh dari ideal. Sistem pengelolaan landfill bahkan ditargetkan harus sudah terealisasi pada 2026 untuk mencegah ancaman penumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Baca Lainnya :
- Bank Majalengka Genjot UMKM Lewat KURMA, Modal Mudah Tanpa Jaminan
- Baznas dan PT Diamond Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 100 Anak Yatim
- Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi
- Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik
- Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan
Tak hanya itu, DPRD juga menemukan minimnya sarana operasional di DLH. Kendaraan penyiram taman disebut hanya tersedia satu unit, sementara kebutuhan pemeliharaan taman dan ruang terbuka hijau terus bertambah seiring pembangunan kawasan perkotaan di Majalengka.
"Kondisi ini tidak bisa dianggap biasa. Pengelolaan sampah sekarang menjadi prioritas utama karena menyangkut kesehatan masyarakat dan wajah daerah," ujar salah satu anggota Komisi III dalam pembahasan tersebut.
Sorotan tajam juga diarahkan pada laboratorium lingkungan milik DLH yang hingga kini belum aktif. Padahal, fasilitas itu dinilai penting untuk pengawasan kualitas lingkungan, termasuk pengujian limbah dan pencemaran.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran APBD disebut menjadi hambatan utama. Komisi III bersama DLH kini mulai membuka opsi mencari bantuan pendanaan dari luar daerah maupun pemerintah pusat untuk menopang operasional dan pembenahan fasilitas lingkungan.
Komisi III DPRD Majalengka juga memastikan dukungan anggaran untuk perbaikan kontainer sampah rusak melalui fasilitas workshop DLH yang kini mulai dioperasikan.
Kunjungan tersebut sekaligus membuka fakta bahwa beban kerja DLH semakin meluas, tidak hanya menangani sampah rumah tangga, tetapi juga limbah, kebersihan kota, hingga pemeliharaan taman baru di sejumlah titik Kabupaten Majalengka.
Jika tidak segera ditangani, persoalan keterbatasan fasilitas dan pengelolaan TPA dikhawatirkan dapat berkembang menjadi krisis lingkungan baru di Majalengka. ** (Agit)
















