- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
- Ketua Komisi III DPRD Barito Utara Apresiasi Langkah Cepat Penanganan Jalan Rusak
- Pengangkatan Wakil Direktur Polimedia Jadi Sorotan, Diduga Tak Penuhi Syarat Statuta
- Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka
Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot

Keterangan Gambar : Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Persoalan pengelolaan sampah dan minimnya fasilitas lingkungan hidup di Kabupaten Majalengka mulai terkuak. H Iing Misbahuddin, SM, SH bersama jajaran Komisi III DPRD melakukan inspeksi langsung ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026), dan menemukan sejumlah persoalan serius yang dinilai membutuhkan penanganan darurat.
Kedatangan para legislator disambut Kepala DLH Majalengka, Wawan Sarwanto. Namun di balik pertemuan tersebut, tersimpan sederet persoalan lingkungan yang memantik perhatian DPRD, mulai dari armada pengangkut sampah yang terbatas, alat berat TPA, hingga laboratorium lingkungan yang belum juga berfungsi.
Dalam kunjungan itu, Komisi III menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dinilai masih jauh dari ideal. Sistem pengelolaan landfill bahkan ditargetkan harus sudah terealisasi pada 2026 untuk mencegah ancaman penumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Baca Lainnya :
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPR RI Bongkar Fakta Gudang Bulog Penuh, Beras Aman hingga 2027
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Ratusan Pil Haram Diamankan, Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Obat Ilegal
Tak hanya itu, DPRD juga menemukan minimnya sarana operasional di DLH. Kendaraan penyiram taman disebut hanya tersedia satu unit, sementara kebutuhan pemeliharaan taman dan ruang terbuka hijau terus bertambah seiring pembangunan kawasan perkotaan di Majalengka.
"Kondisi ini tidak bisa dianggap biasa. Pengelolaan sampah sekarang menjadi prioritas utama karena menyangkut kesehatan masyarakat dan wajah daerah," ujar salah satu anggota Komisi III dalam pembahasan tersebut.
Sorotan tajam juga diarahkan pada laboratorium lingkungan milik DLH yang hingga kini belum aktif. Padahal, fasilitas itu dinilai penting untuk pengawasan kualitas lingkungan, termasuk pengujian limbah dan pencemaran.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran APBD disebut menjadi hambatan utama. Komisi III bersama DLH kini mulai membuka opsi mencari bantuan pendanaan dari luar daerah maupun pemerintah pusat untuk menopang operasional dan pembenahan fasilitas lingkungan.
Komisi III DPRD Majalengka juga memastikan dukungan anggaran untuk perbaikan kontainer sampah rusak melalui fasilitas workshop DLH yang kini mulai dioperasikan.
Kunjungan tersebut sekaligus membuka fakta bahwa beban kerja DLH semakin meluas, tidak hanya menangani sampah rumah tangga, tetapi juga limbah, kebersihan kota, hingga pemeliharaan taman baru di sejumlah titik Kabupaten Majalengka.
Jika tidak segera ditangani, persoalan keterbatasan fasilitas dan pengelolaan TPA dikhawatirkan dapat berkembang menjadi krisis lingkungan baru di Majalengka. ** (Agit)
















